FusilatNews- Pengamat dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menghitung nilai korupsi yang terjadi pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Hal tersebut ia ungkapkan dalam diskusi publik bertajuk “Indonesia Dalam Belantara Benturan Kepentingan” yang digelar di Sekretariat PMII, di Kawasan Senen, Jakarta Pusa.
“Rezim ini telah mengkorupsi hampir Rp 300 triliun uang dalam lima tahun terakhir,” ujar Ubed. Dikutip rmol.id Jumat (21/10)
Sosok yang disapa Ubed itu berpendapat bila nilai korupsi hasil perhitungannya itu dipakai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), maka akan lebih memberikan manfaat bagi Indonesia.
“Angka Rp 300 triliun itu kalau mau menjadikan mahasiswa profesor itu bisa sampai 3.000 mahasiswa jadi professor, atau kita bisa membangun hampir 300-an universitas sekalas Harvard,” ucapnya.
mantan Aktivis 98 ini menyayangkan korupsi, kolusi, dan nepotisme yang menjadi isu perjuangan di era reformasi kembali merajalela, bahkan dimanifestasikan oleh keluarga pejabat.
“Salah satu penyebab korupsi adalah kerakusan rezim, dan ini terjadi. Dan yang mengatakan negara ini negara para koruptor itu bukan saya, tapi Presiden RI (Joko Widodo), dia sudah mengatakan koruptor sudah masuk kategori extraordinary crime,” tuturnya.
“Lalu kemudian kita lihat, apakah Presiden (Jokowi) dengan seluruh keluarganya menampilkan performa yang anti KKN itu? Tapi buktinya tidak,” lanjutnya.
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

























