• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Jurus Dewa Mabuk Nurul Ghufron

fusilat by fusilat
May 21, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Dugaan Pelanggaran Etik Nurul Ghufron, Dewas KPK Tak Mau Ungkap Terkait Pemeriksaan Dewas
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Karyudi Sutajah Putra –  Mantan Calon Pimpinan  KPK periode 2019-2024.

Jakarta – Buruk muka cermin dibelah. Demikianlah yang dilakukan Nurul Ghufron. Ketika “muka”-nya mulai terlihat buruk, bopeng-bopeng, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berupaya membelah cermin yang menampakkan “wajah”-nya yang mulai memburuk itu.

Bahkan dalam upaya membelah cermin tersebut, Ghufron menggunakan berbagai cara, laksana dewa mabuk melancarkan berbagai macam jurus. Di antaranya, melaporkan anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK Albertina Ho ke Dewas terkait langkah perempuan itu meminta data transaksi keuangan TI, seorang jaksa yang dituduh melakukan pemerasan, ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Sejurus kemudian, Nurul Ghufron melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta untuk mempersoalkan kewenangan Dewas KPK memeriksa dirinya dalam perkara yang ia anggap sudah kedaluwarsa.

Tidak itu saja, Ghufron juga mengajukan ‘judicial review” (uji materi) ke Mahkamah Agung (MA) terkait aturan yang memberi wewenang Dewas KPK memeriksa dirinya, yaitu Peraturan Dewas KPK No 4 Tahun 2021.

Teranyar, Ghufron melaporkan Albertina Ho dan anggota Dewas KPK lainnya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, 6 Mei lalu, dengan tuduhan pelanggaran Pasal 421 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penyelenggara negara yang memaksa berbuat atau tidak berbuat sesuatu, dan Pasal 310 KUHP terkait pencemaran nama baik atau kehormatan.

Gayung bersambut, PTUN ternyata mengabulkan gugatan Ghufron. Dalam putusan selanya, Senin (20/5/2024), PTUN Jakarta memerintahkan Dewas KPK menunda pembacaan putusan sidang etik Ghufron yang menurut agenda akan digelar hari ini, Selasa (21/5/2024). Akankah Dewas KPK mematuhinya?

Ghufron mendaftarkan gugatan ke PTUN pada Rabu (24/4/2024) dan terdaftar dengan nomor perkara 142/G/TF/2024/PTUN.JKT. Gugatan itu dipicu oleh pelaporan atas Ghufron ke Dewas KPK. Mantan akademisi Universitas Negeri Jember itu diduga melanggar kode etik terkait penyalahgunaan pengaruhnya di balik mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian berinisial ADM.

Namun, Ghufron melawan. Ia mengklaim, peristiwa yang menjadi objek laporan etik itu terjadi pada Maret 2022. Berdasarkan Peraturan Dewas KPK No 4 Tahun 2021, katanya, perkara tersebut tidak bisa ditindak oleh Dewas KPK karena sudah kedaluwarsa, yakni sudah lewat setahun lebih. Sebab itu, ia pun menggugat ke PTUN dan MA. Apakah MA juga akan mengabulkan “judicial review” Ghufron?

Kita tidak tahu pasti.

Hanya ada satu kata: lawan! Penggalan kalimat dalam puisi “Peringatan” (1996) karya Widji Thukul (1963-1998) ini tampaknya menginspirasi Nurul Ghufron.

Pertahanan Terbaik adalah Menyerang

“Pertahanan terbaik adalah menyerang,” kata Sun Tzu (544-496 SM), filsuf sekaligus ahli strategi perang asal Tiongkok kuno, penulis buku “The Art of War” (Seni Berperang) yang menjadi semacam kitab suci bagi negara-negara Timur maupun Barat dari zaman kuno hingga zaman modern ini.

Serangkaian jurus dewa mabuk yang dilancarkan Nurul Ghufron pun tak lebih dari sekadar upayanya mempertahankan diri dari “serangan” Dewas KPK. Padahal seperti cermin yang memantulkan cahaya, semakin keras Ghufron melawan maka akan semakin keras pula Dewas KPK “menyerang”. Mungkin Dewas KPK pun berprinsip pertahanan terbaik adalah menyerang. Cermati saja!

Mungkin sudah terbayang dalam benak Ghufron soal nasib dirinya yang akan seperti pendahulunya, Lili Pintauli Siregar, yang terpaksa harus mundur sebelum Dewas KPK mengambil putusan atas dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK itu yang telah menerima gratifikasi fasilitas hotel dan tiket menonton Moto GP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Mungkin terbayang pula nasibnya akan seperti Firli Bahuri yang terpental dari kursi Ketua KPK setelah ditetapkan Polda Metro Jaya sebagai tersangka pemerasan Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian saat itu, dan Dewas KPK pun memutuskan jenderal polisi bintang tiga itu melanggar kode etik.

Ghufron pun merasa ketakutan. Rasa ketakutan itu juga tercermin dari “body language” (bahasa tubuh) saat Ghufron memberikan keterangan kepada awak media di KPK, Senin (20/5/2024). Ia terlihat panik. Mukanya juga terlihat kuyu dan lebih kurus dari sebelumnya.

Dan ketakutan itu bisa saja merusak watak atau karakter Ghufron. Kata Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang kini sedang dikenakan tahanan rumah oleh Junta Militer, saat menerima hadiah Nobel Perdamaian tahun 1991, “Bukan kekuasaan yang merusak watak, melainkan ketakutan. Takut kehilangan kekuasaan merusak mereka yang berkuasa, takut dilanda kekuasaan merusak mereka yang dikuasai.”

Kini, Ghufron sedang berkuasa. Apakah ia juga dilanda ketakutan akan kehilangan kekuasaan? Bisa jadi.

Apalagi, dialah pimpinan KPK yang mengajukan “judicial review” Undang-Undang (UU) No 19 Tahun 2019 tentang KPK, sehingga kini masa jabatan pimpinan KPK diubah menjadi lima tahun dari sebelumnya empat tahun.

Ghufron juga menjadi satu-satunya pimpinan KPK yang sudah memberikan sinyal akan maju kembali sebagai calon pimpinan KPK periode berikutnya. Diketahui, saat ini pemerintah sedang membentuk Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK periode 2024-2029.

Mungkin karena ketakutan itulah lantas jurus dewa mabuk Nurul Ghufron lancarkan. Dewas KPK yang menjadi semacam cermin pun coba ia pecahkan. Ketakutan bisa jadi telah merusak karakter Nurul Ghufron.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PKS Jabar akan Jagokan Dua Nama dalam Ajang Pilkada Jabar

Next Post

Dinas Perhubugan Depok dan Satpol Lantas Polres Depok Periksa Kelayakan Puluhan Bus Pariwisata di Depok

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Birokrasi

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Next Post
Dinas Perhubugan Depok dan Satpol Lantas Polres Depok Periksa Kelayakan Puluhan Bus Pariwisata di Depok

Dinas Perhubugan Depok dan Satpol Lantas Polres Depok Periksa Kelayakan Puluhan Bus Pariwisata di Depok

Ada 8 Poin Penting Dalam Regulasi Perlindungan Ojol, Sedang Digeber dengan Target Terbit Desember

Ada 8 Poin Penting Dalam Regulasi Perlindungan Ojol, Sedang Digeber dengan Target Terbit Desember

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...