Jakarta, Fusilatnews.— “Dari tiga nama petinggi partai, jika pemilihan presiden diadakan sekarang, Prabowo 51,5 persen, Airlangga 12 persen, dan Puan 9,3 persen. Sementara yang belum menentukan alias undecided ada 27,2 persen,” kata Deni saat memaparkan hasil survei melalui akun Youtube SMRC TV, Selasa, 20 Desember 2022.
Penjelasan berikutnya, Jika Ganar Pranowo dan Anies Baswedan maju nyapres, maka posisi Prabowo menurun di peringkat tiga. Survei SMRC menunjukkan Gubernur Jawa Tengah tersebut menduduki peringkat pertama dengan mendulang suara sebesar 33,7 persen.
Deni menyebut dari Mei 2021 ke Desember 2022, suara Ganjar meningkat dari yang sebelumnya 25,5 persen. Adapun peringkat kedua ditempati oleh capres usungan Partai NasDem Anies Baswedan. Bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut meraup suara sebesar 28,1 persen alias meningkat dari yang sebelumnya 23,5 persen pada Mei 2021.
Sementara itu, hasil survei SMRC menunjukkan suara Prabowo mengalami penurunan. Pada Mei 2021, Prabowo masih memimpin dengan suara sebesar 34,1 persen. Namun pada bulan ini, Menteri Pertahanan tersebut hanya meraup suara sebesar 26,1 persen dan menempati peringkat tiga. “Jaraknya tidak jauh beda antara Anies dengan Ganjar 5 persen, kemudian Anies dengan Prabowo hanya 2 persen. Sangat ketat,” kata Deni.
Diberitakan sebelumnya, lembaga survei SMRC mencatat penurunan elektabilitas Partai Nasdem dalam beberapa kali survei. Hal ini terjadi meskipun Nasdem sudah mendeklarasikan tokoh bakal calon presiden, yaitu Anies Baswedan.
Menanggapi hasil survey tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem Effendi Choirie mengungkapkan bahwa partainya tidak mempersoalkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan elektabilitas Nasdem tidak meningkat meski sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres).
“Enggak apa-apa. Itu kami nilai sebagai masukan supaya semua pengurus dan kader bekerja lebih keras, lebih fokus,” kata Effendi Choirie saat dihubungi Kompas.com, Selasa (20/12/2022). Pria yang karib disapa Gus Choi ini mengatakan, Nasdem akan bekerja lebih giat dalam meraih suara rakyat untuk Pemilu 2024.
Ia juga meyakini bahwa Nasdem akan menggunakan strategi yang lebih tepat untuk mencapai sasaran simpati suara rakyat. Terkait adanya pandangan pengamat bahwa publik mulai bosan terhadap pencapresan Anies, Gus Choi mengaku tidak mempersoalkannya pula. “Kalau ada efek dari capres Anies itu kita bersyukur, kalau enggak ada ya enggak apa-apa. Sama seperti saat dukung Jokowi, enggak efek ke Nasdem juga enggak apa,” ujarnya.
Ia lantas mempersilakan semua pengamat memberikan komentar terhadap pencapresan Anies. Hal ini karena dinilai seperti itulah tugas seorang pengamat. Namun, Gus Choi mengungkapkan satu klaim bahwa masyarakat menunggu kunjungan Anies ke daerah mereka . “Yang pasti, daerah berebut ingin cepat dikunjungi Mas Anies. Sekarang sedang disusun jadwal untuk kembali silaturrahim ke daerah lagi,” kata Effendi Choirie.

























