Jakarta, 27 Mei (Fusilatnews) – Superstar K-pop BTS akan mengunjungi Gedung Putih minggu depan untuk turut mengatasi kejahatan rasial yang terjadi kepada orang Asia dan orang-orang keturunan Asia dengan Presiden AS Joe Biden, demikian keterangan Gedung Putih pada hari Kamis kemarin.
Biden akan menjadi tuan rumah grup musik fenomena global pada hari Selasa dan akan “membahas inklusif dan representasi Asia, untuk mengatasi kejahatan kebencian dan diskriminasi anti-Asia yang telah menjadi masalah yang lebih bear dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Tujuh anggota Boy Band Korea Selatan dikenal dengan lagu dan tarian upbeat mereka dan telah membangun basis penggemar global yang setia, memenangkan mahkota IFPI Global Recording Artist of the Year pada bulan Februari untuk tahun kedua berturut-turut.
Pertemuan itu terjadi bertepatan dengan momentum bulan pengakuan, bulan Mei atas orang Asia Amerika dan Penduduk Asli Hawaii/Kepulauan Pasifik (AANHPI) hampir berakhir di tengah meningkatnya secara tajam dalam kejahatan rasial terhadap orang Asia-Amerika pada tahun lalu. Serangan terhadap orang-orang keturunan Asia telah meningkat ketika beberapa politisi dan pakar mendorong orang Amerika untuk menyalahkan China atas COVID-19, di tengah ketegangan lainnya.
Baru bulan ini, seorang pria didakwa dengan tuduhan menembak tiga wanita keturunan Asia di sebuah salon rambut di Dallas. Pihak berwenang sedang menyelidiki insiden itu sebagai potensi kejahatan kebencian.
Bintang K-pop juga dikenal menggunakan lirik dan kampanye sosial mereka yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak sejak debutnya pada tahun 2013.
“Biden dan BTS juga akan membahas pentingnya keragaman dan inklusi serta platform BTS sebagai duta muda yang menyebarkan pesan harapan dan hal positif ke seluruh dunia,” kata Gedung Putih dalam pernyataannya.
Manajemen grup Big Hit Music mengatakan merasa terhormat diundang ke Gedung Putih.
“Saat kami berkunjung sebagai artis yang mewakili Korea Selatan, kami berharap dapat mendiskusikan berbagai topik termasuk inklusi, keragaman, kejahatan kebencian anti-Asia, budaya dan seni,” kata Big Hit Music.
Pemimpin grup dan rapper RM membagikan keputusan tersebut di platform penggemar online-nya, Weverse, dengan mengatakan bahwa undangan tersebut memiliki “tujuan yang baik.”
Sumber : Reuters
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News

























