• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kampungannya Maruli

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
March 14, 2025
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Kampungannya Maruli
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap koruptor, Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat itu menjabat Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi bilang, OTT itu kampungan.

Kini, ketika publik khawatir revisi Undang-Undang (UU) No 34 Tahun 2004 tentang TNI akan mengembalikan dwifungsi TNI, sebagaimana di era Orde Baru, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak bilang, itu kampungan.

Ternyata, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Luhut adalah mertua dari Maruli. Istri Maruli adalah Paulina Pandjaitan, putri Luhut yang kini menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

KPK sebelum periode 2024-2029 ini gencar melakukan OTT. Hal itulah yang memicu dukungan masyarakat terhadap lembaga antirasuah itu. Akhirnya terbukti, yang kampungan justru Luhut Binsar Pandjaitan sendiri.

Maruli pun demikian. Justru dialah yang nanti akan terbukti kampungan sendiri. Sebab, dalam draf revisi UU TNI, pasal-pasal yang menunjukkan bahwa TNI berperan ganda atau dwifungsi sebagaimana di era Orde Baru, yakni di ranah militer sekaligus di ranah sipil, masih dipertahankan. Bahkan diperluas.

Di era Orde Baru, TNI yang saat itu bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) memiliki fungsi ganda atau dwifungsi, yakni sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan sekaligus kekuatan sosial politik.

Konsekuensinya, di tubuh ABRI ada Kepala Staf Sosial Politik (Kasospol), dan di DPR/MPR RI ada Fraksi ABRI yang kemudian menjadi Fraksi TNI/Polri sebelum akhirnya dibubarkan pada awal-awal era reformasi.

Saat itu banyak prajurit TNI aktif dan anggota Polri aktif menduduki jabatan-jabatan sipil di eksekutif seperti menteri, gubernur, walikota dan bupati. Juga di legislatif, baik DPR RI maupun DPRD (provinsi dan kabupaten/kota).

Di era reformasi ini, bila pada UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, prajurit aktif bisa menduduki jabatan sipil di 10 kementerian/lembaga, maka dalam draf revisi UU TNI, hal itu diperluas. Prajurit aktif bisa menduduki jabatan sipil di 15 kementerian/lembaga.

Dalam draf revisi UU TNI, prajurit aktif juga akan dilibatkan dalam pemberantasan narkotika.

Dus, wajar jika publik khawatir dwifungsi TNI secara praktis akan berlaku kembali, dan arwah Orde Baru pun akan bangkit kembali.

Apalagi Presiden Prabowo Subianto adalah jenderal TNI, dan bekas Komandan Jenderal Kopassus itu pun bekas menantu mendiang mantan Presiden Soeharto, penguasa rezim Orde Baru yang berkuasa selama 32 tahun.

Arti Kampungan

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merekam kata “kampungan” sebagai adjektiva kiasan yang berkaitan dengan kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); atau kolot.

Makna kedua lebih menyedihkan lagi, yakni: tidak tahu sopan-santun; tidak terdidik; kurang ajar.

Dengan demikian, apakah Luhut Pandjaitan ingin mengatakan kepada KPK dan mereka yang menyukai OTT itu kurang ajar?

Begitu pun Maruli Simanjuntak. Apakah menantu Luhut ini ingin mengatakan kepada mereka yang khawatir akan bangkitnya arwah Orde Baru itu kurang ajar?

Jika yang dimaksud kampungan adalah orang kampung, bukankah fenomena saat ini justru orang kampung lebih beradab, beretika dan berbudaya dibandingkan orang kota?

Bukankah tokoh-tokoh bangsa ini banyak yang berasal dari kampung? Soekarno dari kampung. Soeharto dari kampung. Abdurrahman Wahid dari kampung. BJ Habibie dari kampung. Joko Widodo juga dari kampung. Bahkan Luhut Binsar sendiri pun dari kampung di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

KH Hasyim Asyari, pendiri Nahdatul Ulama (NU), dari kampung. KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dari kampung.

Lalu, ada apa dengan kampung? Saya justru bangga disebut berasal dari kampung nelayan kecil di Pemalang, Jawa Tengah. Kalau ada pejabat yang sok berkuasa dan antidemokrasi, justru dialah yang norak, kampungan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tol Probowangi Diharapkan Tahun Ini Bisa Diresmikan

Next Post

RUU TNI Masih Beri Ruang Kembalinya Dwifungsi

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai
Economy

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026
Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Next Post
Memosisikan TNI Sedikit Lebih Maju

RUU TNI Masih Beri Ruang Kembalinya Dwifungsi

Dikeroyok Karyawan PT CLM, Anggota IPW Lapor ke Bareskrim

IPW Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Pemalsuan Putusan MA untuk Sita Harta Pemegang Saham Bank Centris

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...