• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Kanjuruhan: Kisah Tragis Mohamad Hafis Yg Mati Bersama Kekasihnya

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
October 5, 2022
in News, Sport
0
Kanjuruhan: Kisah Tragis Mohamad Hafis Yg Mati Bersama Kekasihnya
Share on FacebookShare on Twitter

“Harapan saya untuk sepak bola di Indonesia? Cukup. Ini yang terakhir. Tidak ada lagi sepak bola di Indonesia.”

Kisah tragis dan mengharukan dari salah satu korban, yaitu Mohammad Hafis,19 tahun. Ia dan pacarnya, tidak seharusnya berada di stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam itu. Mereka tidak punya tiket. Tapi dia dan pacarnya berhasil mendapatkan gelang tanda masuk.

Itu adalah salah satu cara tubuh mereka dapat diidentifikasi oleh orang tua mereka beberapa jam kemudian, setelah menelusuri setiap mayat yang tergeletak di koridor rumah sakit, yang penuh sesak setelah tragedi stadion di Malang tersebut.

Ayah Mohammad Hafis, Alif, saat berjalan melewati koridor rumah sakit beberapa jam kemudian, bertanya-tanya apakah putra satu-satunya masih hidup. Dia mengatakan kepada istrinya untuk menguatkan keteguhan hatinya.

“Ketika saya dibertitahu mayat anak saya, saya mundur. Saya tidak ingin melihatnya. Itu terlalu berlebihan,” katanya kepada BBC.

“Dari lubuk hati yang paling dalam saya menangis. Tapi saya harus melepaskannya”, lirihnya.

“Harapan saya untuk sepak bola di Indonesia? Cukup. Ini yang terakhir. Tidak ada lagi sepak bola di Indonesia.”

Sedikitnya 125 orang – banyak dari mereka remaja seperti Mohammad – tewas terinjak-injak di stadion yang dipicu oleh polisi yang menembakkan gas air mata ke penonton. Petugas telah merespons dengan cara ini untuk meredam fans dari pihak yang kalah Arema FC yang menyerbu ke lapangan setelah peluit akhir.

Tapi tembakan Gas Air Mata yang menyengat itu – juga disemprotkan ke penggemar yang berada di tribun, kata saksi mata. Ini yang menyebabkan tidak bisa melihat dan sesak nafas terengah-engah. Itulah pemicu eksodus massal; penggemar melarikan diri ke pintu keluar stadion di mana banyak dari mereka meninggal, terinjak-injak atau mati lemas.

Semua pertandingan di Liga, kompetisi sepak bola papan atas Indonesia, telah dibatalkan, seperti yang diminta oleh Presiden. Sementara FIFA juga minta laporan rici atas kejadian tersebut.

Kemarahan publik lebih diarahkan kepada polisi karena penggunaan gas air mata, yang berlebihan. Badan sepak bola dunia FIFA mengatakan bahwa “gas pengendali massa” tidak boleh digunakan pada pertandingan – pedoman yang sering diabaikan di Indonesia.

“Mengapa polisi tidak menembakkan gas air mata ke lapangan? Mengapa mereka menembakkannya ke tribun?

“Ada banyak perempuan dan anak-anak dan banyak gerbang terkunci. Mereka tidak bisa keluar,” kata penyintas berusia 22 tahun Aris Umatul. Dia ngeri ketika dia berhasil keluar dari gerbang pada hari Sabtu untuk menemukan mayat di jalan dan orang-orang pingsan di sekitarnya.

Kelompok hak asasi manusia Indonesia dan internasional juga telah menekankan hal ini, seperti halnya para ahli keamanan.

Jacqui Baker, seorang ahli kepolisian dari Universitas Murdoch, menyoroti kekerasan yang ditunjukkan oleh polisi dan militer, yang juga telah diperbantukan dalam pertandingan tersebut. Pihak berwenang telah mengungkapkan sekitar 2.000 petugas – termasuk beberapa unit polisi dan tentara – hadir malam itu.

“Kami [melihat] pasukan polisi yang berbeda ini berlarian di sekitar lapangan, secara brutal menendang orang, memukul orang. Ini benar-benar perilaku yang tidak dapat diterima,” kata Dr Baker kepada BBC.

Polisi nasional telah memecat kepala daerah di Malang. Mereka telah menskors sembilan petugas lainnya dan mengatakan lusinan lainnya sedang diselidiki.

Para pejabat tidak memberikan perincian tentang peran mereka dalam bencana itu, tetapi mengatakan penggunaan gas air mata sedang diselidiki. Polisi setempat sebelumnya mengatakan mereka mengerahkan gas air mata untuk mencegah anarki.

Kekerasan sepakbola telah lama menjadi masalah di Indonesia, di mana persaingan sengit antara tim-tim besar sering terjadi. Namun tragedi Sabtu itu hanya melibatkan suporter Arema FC di kota kelahirannya, setelah sebelumnya pihak penyelenggara melarang suporter dari pihak lawan Persebaya Surabaya untuk menonton.

Pesepakbola Arema pun kembali memberikan penghormatan. Mengenakan ban lengan hitam, beberapa di antaranya menangis, mereka berlutut di lapangan dan berdoa.

Tumpukan sepatu masih berserakan di sekeliling stadion. Tanda-tanda protes dapat dilihat di antara para peserta dan pelayat yang menangis, dan pesan-pesan digoreskan di dinding.

Salah satunya berbunyi: “Saudaraku terbunuh. Kami menuntut penyelidikan menyeluruh.”

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Parlemen Rusia Mengesahkan Pencaplokan Sebagian Wilayah Ukraina

Next Post

Menunggu Sanksi FIFA untuk PSSI?

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral
Crime

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak
Economy

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka
Crime

KPK Sikat Barang Faizal Assegaf, Jejak Kasus Bea Cukai Makin Terbuka

April 15, 2026
Next Post
Tragedi Kelam Kanjuruhan!!! Mengapa Ada Tembakan Gas Air Mata, Padahal Itu Dilarang FIFA?

Menunggu Sanksi FIFA untuk PSSI?

NasDem Resmi Usung Anies Jadi Capres 2024, KSP: Akan Jadi Sasaran Tembak!

Pencapresan Anies Baswedan oleh Nasdem, "Ojo Kemajon" atau "Ojo Kesusu?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist