• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kapitalisme Global: Hegemoni Elite Keuangan dan Langkah Strategis bagi Indonesia

fusilat by fusilat
February 10, 2026
in Economy, Feature
0
Kapitalisme Global: Hegemoni Elite Keuangan dan Langkah Strategis bagi Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Malika Dwi Ana
Jakarta, 9 Februari 2026

Kapitalisme global bukanlah sistem ekonomi netral yang lahir dari pasar bebas semata. Ia adalah hegemoni yang dikuasai oleh segelintir elite keuangan—old money seperti Rothschild dan Rockefeller, serta institusi seperti City of London serta Wall Street—yang mengendalikan alur dunia melalui keuangan, intelijen, dan pengaruh politik. Secara kritis, kendali ini bukan sekadar dominasi ekonomi, melainkan geopolitik yang menentukan perang, perdamaian, dan nasib negara-negara seperti Indonesia. Ekspos Epstein files 2026, yang mengungkap jaringan elite Barat dalam trafficking dan kompromat, menjadi simbol nyata kemunafikan sistem ini. Namun, apa yang harus dilakukan negara berkembang seperti Indonesia di tengah hegemoni ini? Jawabannya: bukan menyerah, tapi justru harus membangun ketahanan dan multi-alignment strategis.

Kendali Elite Kapitalis: Geopolitik di Balik Uang

City of London, sebagai korporasi kuno dengan status semi-otonom, adalah jantung kapitalisme global. Luasnya hanya 2,9 km², tapi ia mengendalikan 40% perdagangan valas dunia, pasar eurodollar, dan ribuan rekening offshore yang lindungi aset elite. Secara geopolitik, ini berarti elite keuangan bisa memengaruhi kebijakan negara: sanksi ekonomi, hutang negara berkembang, atau bahkan destabilisasi melalui manipulasi pasar. Sistem ini bukanlah “pasar bebas”, melainkan kartel yang melindungi kepentingan segelintir orang—seperti Rothschild yang muncul di Epstein files sebagai mitra bisnis, mungkin bukan peserta pesta, tapi ini cukup untuk memicu spekulasi konspirasi.

Wall Street dan Pax Americana memperkuat hegemoni ini. AS, dengan dolar sebagai mata uang cadangan, gunakan keuangan sebagai senjata geopolitik—untuk memberikan sanksi terhadap Iran, Rusia, atau Venezuela. Namun ini kemunafikan yang nyata. Elite kapitalis yang mengendalikan sistem ini seperti Bill Gates, Elon Musk, Bill Clinton dalam files Epstein yang mempromosikan “demokrasi liberal”, ternyata terlibat dalam eksploitasi moral dan ekonomi. Epstein files membuktikan: jaringan kapitalis ini bukan hanya soal uang, tapi kekuasaan tanpa batas—honeypot untuk kompromat, yang diduga didukung intelijen seperti Mossad atau CIA. Apa sih yang disebut honeypot kompromat? Honeypot untuk kompromat adalah istilah yang sering muncul dalam dunia intelijen, spionase, dan teori konspirasi. Honeypot untuk kompromat adalah jebakan seks/narkoba yang sengaja dibuat untuk merekam perilaku memalukan, lalu pakai rekaman itu untuk memeras atau kendalikan target.

Geopolitiknya semakin jelas di era multipolar 2026 ini. Bahwa kapitalisme global retak karena naiknya China (dengan Belt and Road) dan Rusia (dengan energi alternatif). Elite keuangan Barat menggunakan alat seperti IMF untuk mempertahankan kendali, tapi ini memicu cynisme global—negara berkembang seperti Indonesia semakin sadar bahwa “bantuan” sering kali adalah jebakan hutang.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan Indonesia?
Indonesia, sebagai negara menengah dengan populasi 280 juta dan sumber daya strategis (nikel untuk EV global), harus merespon hegemoni ini dengan pragmatisme kritis, bukan malah dengan ketergantungan. Saran utama:

  1. Multi-Alignment Diplomatik: Gabung BRICS+ (untuk akses pasar Timur) sambil tetap ajukan OECD (untuk standar Barat). Hindari jebakan blok—seperti Prabowo bilang “1.000 teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak”. Kritik: Jangan oportunis; fokuskan pada kepentingan nasional, bukan elite asing.

  2. Ketahanan Ekonomi Domestik: Kurangi ketergantungan dolar dengan diversifikasi mata uang (rupiah di BRICS trade), tingkatkan value-added komoditas (baterai EV dari nikel), dan regulasi ketat terhadap offshore finance. Kritik: Elite lokal sering berkolaborasi dengan kapitalis global—perangi korupsi untuk cegah Indonesia dijadikan “koloni baru”.

  3. Diplomasi Hidup dan Regional Leadership: Kuatkan ASEAN sebagai penyangga multipolaritas, promosikan nilai Pancasila sebagai alternatif nilai Barat. Kritik: Jangan ikuti hegemoni baru (China), tapi gunakan untuk bargaining yang lebih baik.

Pada akhirnya, kapitalisme global yang dikendalikan para elite bukan tak bisa terkalahkan—karena ia rentan terhadap multipolaritas dan cynisme publik. Bagi Indonesia, ini peluang untuk naik kelas: bukan menjadi korban hegemoni, tapi aktor mandiri, alias subject bagi dirinya sendiri. Tapi tanpa langkah kritis, kita bisa terjebak lagi—seperti Epstein files yang ungkap busuknya elite Barat, tapi tak mengubah dunia jika tak ada aksi.

Begitulah kira-kira…

Malika Dwi Ana

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ar-Rahman dan Ar-Rahim

Next Post

Prabowo dan Ilusi Perdamaian: Saat “Damai” Menjadi Alat Penghapusan Palestina

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Feature

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Next Post
Prabowo dan Ilusi Perdamaian: Saat “Damai” Menjadi Alat Penghapusan Palestina

Prabowo dan Ilusi Perdamaian: Saat “Damai” Menjadi Alat Penghapusan Palestina

Ketua MA dan Ustaz di Kampung Maling

Ketua MA dan Ustaz di Kampung Maling

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih
News

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 30, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Rasa penasaran publik itu terjawab sudah. Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, yang juga sahabat Prabowo Subianto,...

Read more
Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

Indonesia Targetkan PLTN Operasi Tahun 2032, Rusia Siap Kerja Sama

June 24, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026
Jokowi Cawe-cawe, Prabowo Terima Kasih

Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi Terkonfirmasi

June 30, 2026

Menata Ulang Rumah Idealisme (Menggugat Transaksionalisme, Menjaga Marwah Gerakan Mahasiswa, dan Merawat Nurani Demokrasi).

June 29, 2026
Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

Ketika Kembang Sepatu Membaca Pikiran Jokowi

June 28, 2026
Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

Trauma Bonding Demokrasi (Ketika Rakyat Terus Memaafkan Pemimpin yang Terus Mengecewakannya)

June 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

MITIGASI RISIKO WHITE ELEPHANT PROJECT MELALUI FORESIGHT AUDIT ATAS SINKRONISASI EKOSISTEM PEMBANGUNAN (Membangun Infrastruktur yang Tidak Sekadar Berdiri, tetapi Menghidupkan Ekonomi dan Masa Depan Bangsa)

June 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...