Tangerang – FusilatNews – Kapolsek Cinangka, Serang, Banten, AKP Asep Iwan Kurniawan, mengungkapkan kronologi kasus penembakan yang menewaskan Ilyas Abdurrahman (48), pemilik rental mobil. Kejadian ini bermula saat korban meminta pendampingan polisi di Mapolsek Cinangka untuk mengejar mobil rentalnya yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Menurut Asep, saat meminta pendampingan, korban mengaku membawa dokumen yang diminta polisi untuk membuktikan kepemilikan mobil tersebut. Namun, korban tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut di hadapan petugas karena disimpan di dalam mobilnya.
“Korban sempat menyatakan bahwa bukti-bukti kepemilikan mobil ada di dalam kendaraannya,” kata Asep dalam keterangannya.
Pernyataan ini berbeda dengan keterangan anak korban, Rizky Agams S (24), yang menyebut sudah menunjukkan dokumen kepemilikan mobil kepada petugas piket di Polsek Cinangka. Rizky menegaskan bahwa ayahnya hanya membutuhkan bantuan polisi untuk mengejar mobil yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.
Belakangan, Ilyas menjadi korban penembakan saat mencoba mengejar mobilnya. Ia tewas akibat luka tembak, sementara pelaku berhasil kabur membawa kendaraan tersebut. Hingga saat ini, polisi masih memburu pelaku dan menyelidiki motif di balik penembakan tersebut.
Sindikat Penjahat Rental Mobil Diduga Terlibat
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan yang melibatkan sindikat rental mobil. Mantan Kabareskrim Polri periode 2009-2011, Komjen (Purn) Ito Sumardi, menyoroti keberadaan sindikat yang terorganisir di balik kejahatan ini.
Menurut Ito, para pelaku kerap kali memiliki dukungan dari oknum di institusi tertentu atau organisasi masyarakat (ormas), sehingga mereka berani melakukan aksi pencurian mobil rental. “Sindikat ini biasanya memiliki jaringan yang kuat, bahkan dengan beking orang dalam yang membantu melancarkan aksi mereka,” jelas Ito.
Kejahatan semacam ini menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum, mengingat dampaknya yang tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa seperti yang dialami Ilyas.
Upaya Penegakan Hukum
Kapolsek Cinangka berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas pelaku penembakan. “Kami fokus mengejar pelaku dan mengungkap kemungkinan adanya jaringan sindikat di balik kasus ini,” tegas Asep.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha rental mobil, untuk lebih berhati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.
Kasus penembakan Ilyas Abdurrahman menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius menangani kejahatan yang menyasar sektor rental mobil.





















