Jakarta, FusilatNews – Tahlil setahun mengenang almarhum Dr. Rizal Ramli, mantan Menteri Perekonomian RI, yang wafat karena kanker pankreas di RSCM, digelar pada malam hari di kediamannya di Jalan Bangka 9, Mampang Prapatan, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh warga sekitar, anak yatim piatu, keluarga besar, serta para aktivis yang selama ini mendukung perjuangan Rizal Ramli.
Acara yang berlangsung dengan khidmat itu diisi pembacaan tahlil oleh tetangga dan kerabat dekat, serta dihadiri sejumlah tokoh pergerakan. Rizal Ramli selama hidup dikenal sebagai oposisi vokal terhadap pemerintahan Presiden Jokowi yang kerap ia kritik sebagai rezim penuh manipulasi dan korupsi.
Kerumunan Aktivis dan Kenangan Pergerakan
Setelah acara tahlil selesai, para tamu yang telah makan malam berangsur pulang. Namun, beberapa aktivis yang datang belakangan tampak duduk terpencar, termasuk Bupati Lahat Bursah Zarnubi, mantan aktivis Humanika, dan Andrianto dari Prodem. Ruang yang sempit membuat sejumlah tamu, termasuk Kasino, terpaksa meninggalkan acara lebih awal.
Meski begitu, para “Emak-emak Anak Abah” yang merupakan pendukung setia Anies Baswedan tetap bertahan di acara ini. Di antara mereka hadir dokter Yulia, Saidah dari Emak-emak Aspirasi Indonesia, serta sejumlah figur dari Partai Negeri.
Dipo, putra Rizal Ramli, tampak sibuk mengatur tamu yang datang dari berbagai latar belakang, termasuk para aktivis senior seperti Adhi Massardi, Yos, dan Ilham dari markas Tebet. Kehadiran mereka mengingatkan pada diskusi mingguan yang dulu rutin diadakan Rizal Ramli di kawasan Harmoni, Jakarta.
Kenangan Pahit dan Harapan Persatuan
Sejumlah aktivis mengungkapkan kerinduan akan kepemimpinan Rizal Ramli yang sering menjadi perekat berbagai pergerakan. Namun, perpecahan masih terasa, terutama menghadapi kelompok lain seperti Adian Napitupulu dari PDIP yang sering dianggap kontroversial.
Nama Adian sempat disinggung dalam beberapa cerita mengenai perselisihan lama, termasuk dugaan fitnah dan insiden yang melibatkan wartawan Mahdi dari HMI. Kasus ini bahkan mencuatkan kritik terhadap aparat penegak hukum yang dinilai gagal memberikan keadilan.
Pernyataan Menkumham: Pelanggaran HAM Tetap Bisa Diadili
Dalam momen refleksi, Menkumham RI Mauladi menegaskan bahwa pelanggaran HAM tidak memiliki batas waktu jika bukti mencukupi. Pernyataan ini memberi harapan bagi mereka yang mencari keadilan di tengah perseteruan lama yang masih membekas.
Meski duka mendalam masih menyelimuti, para aktivis yang hadir sepakat untuk melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan Rizal Ramli. Acara ini menjadi ajang untuk mengenang sosok yang selalu berada di garis depan dalam melawan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran.





















