• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Kaya Tapi Tak Berdaya Jual: Mengapa Ekspor Indonesia Mandek di Bawah US$ 300 Miliar, Sementara Singapura Melaju di Atas US$ 500 Miliar?

fusilat by fusilat
January 6, 2026
in Economy, Feature
0
Per Agustus 2023 Impor Indonesia Turun 3,53 Persen

Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh : Khairul Mahali – Pelaku Ekonomi

Mengapa kita harus peduli pada ekspor?
Karena dalam konsensus global, kemajuan ekonomi suatu negara hampir selalu diukur dari tiga indikator utama: besarnya ekspor, derasnya investasi asing, dan jumlah wisatawan mancanegara. Negara yang kuat di tiga sektor ini biasanya memiliki industri tangguh, institusi efisien, dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada daya saing.

Namun Indonesia—dengan kekayaan alam melimpah dan populasi besar—justru terus terseok di sektor ekspor.

Angka yang Jujur, Realitas yang Menampar

Awal Januari 2026, Badan Statistik Indonesia mengumumkan nilai ekspor Indonesia periode Januari–November 2025 sebesar US$ 256,56 miliar. Dengan sisa satu bulan di Desember, hampir pasti Indonesia kembali gagal menembus angka psikologis US$ 300 miliar per tahun—angka yang bahkan belum pernah dicapai sepanjang sejarah republik ini.

Bandingkan dengan Singapura.
Menurut data terbuka, ekspor Singapura pada 2022 mencapai US$ 942 miliar. Bahkan pada November 2025 saja, ekspor Singapura sudah menyentuh US$ 50,6 miliar, sementara Indonesia di bulan yang sama hanya US$ 22,52 miliar.

Perbandingan ini tidak sekadar soal selisih angka. Ini adalah cermin ketimpangan daya saing, efisiensi, dan orientasi kebijakan.

Singapura nyaris tak punya sumber daya alam. Indonesia punya segalanya. Tapi dunia justru lebih memilih produk Singapura.

Masalah Struktural: Bukan Sekadar Komoditas

Selama ini, ekspor Indonesia masih bertumpu pada bahan mentah dan setengah jadi: batu bara, sawit, nikel, dan komoditas primer lainnya. Ketika harga global naik, kita bersorak. Saat turun, APBN ikut terbatuk.

Singapura tidak mengekspor tanah, hutan, atau tambang. Ia mengekspor nilai tambah: jasa logistik, keuangan, teknologi, re-ekspor barang bernilai tinggi, dan produk industri yang tersertifikasi global.

Di sinilah jurangnya:
Indonesia kaya sumber daya, tetapi miskin sistem.

Investasi Masuk, Tapi Tidak Menguatkan Ekspor

Tahun 2024, investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia mencapai US$ 20,1 miliar. Ironisnya, investor terbesar justru berasal dari Singapura, Hong Kong, China, dan Malaysia—negara-negara yang kemudian juga menjadi pemain dominan dalam rantai ekspor.

Artinya, Indonesia sering kali hanya menjadi lokasi produksi, bukan pusat kendali perdagangan. Keuntungan besar justru tercatat di luar negeri.

Pariwisata: Potensi Besar, Hasil Kecil

Di sektor pariwisata pun cerita serupa terulang. Indonesia belum pernah menerima 20 juta wisatawan asing per tahun. Thailand dan Malaysia sudah lama melampaui angka itu.

Padahal, pariwisata adalah “ekspor jasa” yang paling mudah menciptakan devisa, lapangan kerja, dan multiplier effect. Masalahnya bukan alam, melainkan akses, promosi, tata kelola, dan konsistensi kebijakan.

Suara Pengusaha: Ekspor Bisa Naik Tanpa Pemerintah

Diskusi para pengusaha ekspor Indonesia pada 6 Januari 2026 dalam WhatsApp Group “Peningkatan Ekspor RI ke-13” mengungkap fakta yang lebih telanjang: masalah utama ekspor Indonesia bukan semata pasar, tetapi sistem dan peran negara yang tidak efektif.

Beberapa poin penting yang muncul:

  1. Pengusaha dan diaspora lebih menentukan daripada pemerintah.
    Banyak pelaku usaha sepakat, ekspor Indonesia bisa menembus US$ 300 miliar pada 2026 tanpa terlalu berharap pada pemerintah, selama ada persatuan pengusaha dan diaspora. Atase Perdagangan, ITPC, dan Fungsi Ekonomi KBRI dinilai lambat, bahkan sering tidak relevan. Yang membantu patut diapresiasi—namun jumlahnya minor.
  2. Business matching versi pemerintah dinilai mubazir.
    Pertemuan bisnis yang dibiayai negara sering kali hanya menjadi ajang window shopping. Biaya besar, hasil minim. Sebaliknya, mengikuti expo dagang internasional dan pertemuan langsung dengan calon pembeli nyata jauh lebih efektif.
  3. Krisis trader, bukan krisis produk.
    Indonesia kekurangan pengusaha perantara (trader) yang agresif menjual produk ke luar negeri. Idealnya, dibutuhkan jutaan trader, bukan segelintir eksportir besar. Kebijakan likuiditas Rp 200 triliun ke perbankan yang digelontorkan Menteri Keuangan belum dirasakan pengusaha ekspor, dan diduga hanya berputar di kalangan konglomerat.
  4. Peluang ekspor non-konvensional diabaikan.
    Salah satu contoh konkret adalah ekspor daging dan susu kuda ke Asia Tengah, seperti Kazakhstan—pasar yang sangat potensial dan selama ini belum disentuh. Provinsi seperti Nusa Tenggara Timur sebenarnya memiliki modal alam yang kuat untuk ini.
  5. Sertifikasi: tembok tak terlihat yang mematikan ekspor.
    Banyak produk Indonesia berkualitas baik, tetapi gagal ekspor karena tidak memiliki sertifikasi internasional. Pengusaha Singapura dan Vietnam justru unggul karena sejak awal difasilitasi untuk memenuhi standar global.
  6. Persatuan pengusaha dan diaspora adalah kunci.
    Jika pengusaha dalam negeri dan diaspora Indonesia di berbagai negara mampu bersatu, berbagi informasi pasar, dan membangun jaringan distribusi, lonjakan ekspor bukan mimpi.

Kesimpulan: Masalah Indonesia Bukan Potensi, Tapi Orientasi

Indonesia tidak kekurangan sumber daya, pasar, atau pengusaha. Yang kita kekurangan adalah arah, keberpihakan kebijakan, dan ekosistem ekspor yang serius.

Selama negara lebih sibuk mengatur daripada memfasilitasi, selama birokrasi menjadi beban alih-alih jembatan, dan selama ekspor dipahami hanya sebagai angka statistik—bukan strategi nasional—maka Indonesia akan terus menjadi raksasa ekonomi yang gagap menjual dirinya ke dunia.

Singapura membuktikan: yang kecil bisa besar jika sistemnya benar.
Indonesia justru membuktikan sebaliknya: yang besar bisa kecil jika dibiarkan berjalan tanpa visi.

Jakarta, 6 Januari 2026

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

FISIP UNISMA Bekasi/UM.ID–BKPSDM Gelar Seminar Peningkatan SDM dan Sosialisasi Program S2 Ilmu Pemerintahan

Next Post

KUHP Baru dan Kembalinya Politik Takut: Presiden Kembali Disakralkan

fusilat

fusilat

Related Posts

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang
Feature

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris
Crime

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya
Economy

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Next Post
Pertanyaan Dunia: Mengapa Prabowo Tidak Mau Memutuskan Bencana Nasional?

KUHP Baru dan Kembalinya Politik Takut: Presiden Kembali Disakralkan

Sejumlah Organisasi Jurnalis Unjuk Rasa Tolak Revisi UU Penyiaran di Komplek Parlemen Senayan

KUHP Baru dan Ancaman Sistemik terhadap Kebebasan Pers Analisis Hukum–Pers atas Pasal 217–220 UU No. 1 Tahun 2023

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD
Feature

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

by Karyudi Sutajah Putra
January 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dan partai politik-partai politik pendukungnya, yang mewacanakan...

Read more
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

Muhammadiyah Kritik Operasi Gakkumdu, Sebut Pemkot Tangsel Standar Ganda

January 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026
Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

Paradoks Penegakan Hukum: Ketika Aktivis Anti-Korupsi Jekson Sihombing Diperlakukan Layaknya Teroris

January 24, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Di Balik Pernyataan Purbaya: Rupiah dan Rapuhnya Fondasi Ekonomi Indonesia

January 24, 2026
Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

Walau Seblak Menyalahi Kodrat, Tapi Lidah Belajar Berdamai

January 24, 2026
Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

Terjawab Sudah, Orang Besar di Balik Kasus Ijazah Palsu Jokowi adalah Eggy Sudjana

January 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sanae Takaichi dan Tantangan Ekonomi Dua Kecepatan Jepang

Memahami Sistem Politik Jepang: Mengapa DPR Bisa Dibubarkan Kapan Saja?

January 24, 2026
Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

Ekstradisi Paulus Tannos dari Singapura ke Indonesia Belum Tuntas, Proses Hukum Berlanjut

January 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...