• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

KDRT : Keselamatan Korban adalah Prioritas, Bukan Mendiagnosis Pelaku

fusilat by fusilat
January 31, 2026
in Crime, Feature
0
KDRT : Keselamatan Korban adalah Prioritas, Bukan Mendiagnosis Pelaku
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Dalam setiap kasus kekerasan dalam rumah tangga, masyarakat sering terjebak pada satu pertanyaan yang keliru: “Pelakunya sakit apa?”
Apakah ia memiliki gangguan jiwa? Apakah masa kecilnya traumatis? Apakah ia korban dari lingkungan yang keras?

Pertanyaan-pertanyaan itu terdengar manusiawi, bahkan intelektual. Namun dalam praktiknya, ia sering menjadi jebakan moral—menggeser fokus dari korban ke pelaku, dari keselamatan ke spekulasi psikologis.

Padahal, dalam situasi kekerasan, yang paling mendesak bukanlah diagnosis, melainkan perlindungan.


Kekerasan Bukan Sekadar Masalah Psikologis

Kekerasan—baik fisik, verbal, maupun psikologis—bukan sekadar luapan emosi atau gangguan kejiwaan. Ia adalah tindakan sadar yang melibatkan relasi kuasa. Pelaku memilih untuk mengontrol, merendahkan, mengintimidasi, dan menyakiti, terutama pada ruang privat di mana korban tidak memiliki pembelaan.

Fakta bahwa pelaku bisa bersikap “normal” di luar rumah—di kantor, di lingkungan sosial, bahkan di hadapan hukum—menunjukkan bahwa kekerasan bukan akibat hilangnya akal sehat, melainkan penyalahgunaan kekuasaan.

Karena itu, membingkai KDRT semata-mata sebagai “penyakit” justru berbahaya. Ia mengaburkan tanggung jawab dan membuka ruang pembenaran: seolah-olah kekerasan adalah sesuatu yang “tak disengaja” atau “tak terkontrol”.


Gaslighting: Kekerasan yang Tak Terlihat, Tapi Mematikan

Salah satu bentuk kekerasan paling halus namun paling merusak adalah gaslighting—memutarbalikkan fakta hingga korban meragukan realitasnya sendiri. Korban dibuat merasa bersalah atas luka yang ia derita. Emosinya dianggap berlebihan. Ingatannya dipertanyakan. Pengalamannya dinegasikan.

Dalam kondisi seperti ini, korban bukan hanya terpenjara secara fisik, tetapi juga secara mental. Ia kehilangan kepercayaan pada penilaiannya sendiri. Inilah sebabnya banyak korban tidak langsung melapor atau pergi: bukan karena mereka lemah, melainkan karena kesadarannya telah dilumpuhkan secara sistematis.


Mendiagnosis Pelaku, Mengabaikan Korban

Ketika publik terlalu sibuk membahas apakah pelaku narsistik, bipolar, atau memiliki trauma masa kecil, satu hal kerap terlewat: korban sedang berada dalam bahaya nyata.

Diagnosis psikologis—jika memang diperlukan—adalah urusan profesional dan proses jangka panjang. Tetapi keselamatan korban adalah urusan sekarang.

Korban membutuhkan:

  • perlindungan hukum,

  • ruang aman,

  • dukungan sosial,

  • dan pengakuan bahwa kekerasan yang dialaminya adalah nyata dan tidak dapat dibenarkan.

Tanpa itu, setiap diskusi akademik tentang kejiwaan pelaku hanya menjadi kemewahan intelektual yang dingin dan tidak berpihak.


Kekerasan Adalah Pilihan, Bukan Takdir

Penting ditegaskan: tidak semua orang yang mengalami trauma menjadi pelaku kekerasan. Tidak semua orang dengan gangguan kepribadian menyakiti pasangannya. Artinya, kekerasan tetaplah pilihan.

Pilihan untuk mengontrol alih-alih berkomunikasi.
Pilihan untuk memukul alih-alih menahan diri.
Pilihan untuk merendahkan alih-alih menghormati.

Dan setiap pilihan memiliki konsekuensi hukum, moral, dan sosial.


Menempatkan Ulang Arah Keberpihakan

Masyarakat yang sehat bukanlah masyarakat yang pandai mencari alasan bagi pelaku, melainkan masyarakat yang tegas melindungi korban. Empati tidak boleh salah alamat. Keadilan tidak boleh netral di hadapan kekerasan.

Mendiagnosis pelaku bisa dilakukan nanti—jika perlu.
Namun menyelamatkan korban tidak bisa menunggu.

Karena dalam setiap kasus kekerasan, satu prinsip harus berdiri paling depan:
keselamatan korban adalah prioritas, bukan mendiagnosis pelaku.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Itu Seperti Ikan Busuk Terbawa Arus – Even The Dead Fish Can Go With The Flow

Next Post

Terkait Kriminalisasi Jekson Sihombing, Polda Riau Sengaja Ciptakan Tindak Pidana

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Terkait Kriminalisasi Jekson Sihombing, Polda Riau Sengaja Ciptakan Tindak Pidana

Terkait Kriminalisasi Jekson Sihombing, Polda Riau Sengaja Ciptakan Tindak Pidana

Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami Gelar Santunan Anak Yatim dalam Rangka HUT Gerindra ke-18

Ketua DPRD Purwakarta Sri Puji Utami Gelar Santunan Anak Yatim dalam Rangka HUT Gerindra ke-18

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist