Insiden Kebakaran depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara tidak diakibatkan oleh terbakarnya tanki BBM. Kebakaran itu disebabkan oleh terbakarnya pipa inlet.
Jakarta – Fusilatnews – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa (14/3). Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan, insiden kebakaran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam lalu bukan berasal dari tangki BBM.
“Insiden itu ada di mana? itu kalau kita di pojok atas kanan, pas di belokan, di situ. Jadi, bukan di tangkinya tetapi di pipanya. Kalau dilihat ada pipa yang masuk ke dalam tangki tersebut. Di pipa inlet itu lah yang terjadi kebakaran,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati
Saya ingin sampaikan bahwa sebetulnya tangki-tangki dan seluruh instalasi fasilitas yang ada di TBBM Plumpang itu masih aman, tidak terbakar. Yang terbakar adalah pipa yang inlet saja,” lanjutnya.
Menurut Nicke api yang membakar pipa tersebut dapat dipadamkan dalam waktu 1 jam setelah kejadian dan berikutnya proses pendinginan
“Itu pun berhasil kami padamkan dalam waktu 1 jam setelah itu didinginkan sehingga setelah 3 jam dinyatakan aman sehingga pada saat itu setelah kejadian pukul 04.00 sudah diaktifkan digunakan kembali tetapi pipanya kami off-kan tidak digunakan,” tuturnya.
Adapun, kata dia, suplai BBM selanjutnya menggunakan pipa yang berasal dari laut untuk menjamin suplai BBM tetap aman kepada masyarakat.
“Sehingga pasokannya menggunakan yang dari laut, menggunakan pipa yang dari laut sehingga itu untuk memastikan suplai BBM untuk 22 kabupaten/kota itu tetap terjamin walaupun ada insiden ini.
Kami waktu itu menjalankan komitmen dan kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami jamin suplai karena ini tadi tangki-tangkinya semuanya aman, kami langsung on-kan pengiriman yg dari laut,” ungkap Nicke.
Ia juga menyampaikan sampai saat ini, proses investigasi penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dilakukan oleh tim Pertamina dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Adapun penyebab kebakaran ini masih dilakukan investigasi yang terdiri dari aparat penegak hukum, kemudian dari Ditjen Migas Kementerian ESDM dan juga tim dari Pertamina. Hasil investigasi belum selesai, belum keluar, tentu nanti kalau sudah ada bisa kami sampaikan dalam forum yang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nicke secara pribadi dan seluruh jajaran Pertamina meminta maaf atas insiden kebakaran tersebut.
“Saya pribadi dan seluruh jajaran Pertamina ingin mengucapkan permohonan maaf, rasa prihatin, dan duka yang mendalam atas terjadinya insiden ini dan kami berusaha memberikan seluruh upaya terbaik untuk melakukan penanggulangan dari insiden yang tidak sama-sama kita inginkan ini,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan – Pipa bensin Pertamina yang terbakar menyebabkan ledakan dan kebakaran besar di Jalan Tanah Merah Bawah RT 012/RW 009, Rawa Badak Selaran, Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3/2023).
Berdasarkan keterangan Command Center Badan Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulmarmat), informasi pertama soal peristiwa itu diterima petugas pada pukul 20.11 WIB.
Sedikitnya 17 orang tewas dan ratusan lainnya dipaksa menyelamatkan diri dan kehilangan rumah mereka, ketika kebakaran terjadi pada hari Jumat di stasiun penyimpanan bahan bakar yang dioperasikan oleh Perusahaan Energi Negara Indonesia Pertamina (PERTM.UL) di ibu kota Jakarta.
Menurut pejabat Dinas Penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, DKI, Kebakaran berawal sekitar jam 8 malam, selanjutnya api merembet ke beberapa rumah penduduk, membuat penduduk panik,
0
Seorang juru bicara Pertamina mengatakan pada Jumat malam bahwa api telah padam sekitar pukul 22.3
Insiden Kebakaran depo Pertamina Plumpang Jakarta Utara tidak diakibatkan oleh terbakarnya tanki BBM. Kebakaran itu disebabkan oleh terbakarnya pipa inlet.
Jakarta, Fusilatnews – Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada Selasa (14/3). Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan, insiden kebakaran di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (3/3) malam lalu bukan berasal dari tangki BBM.
“Insiden itu ada di mana? itu kalau kita di pojok atas kanan, pas di belokan, di situ. Jadi, bukan di tangkinya tetapi di pipanya. Kalau dilihat ada pipa yang masuk ke dalam tangki tersebut. Di pipa inlet itu lah yang terjadi kebakaran,” kata Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati
Saya ingin sampaikan bahwa sebetulnya tangki-tangki dan seluruh instalasi fasilitas yang ada di TBBM Plumpang itu masih aman, tidak terbakar. Yang terbakar adalah pipa yang inlet saja,” lanjutnya.
Menurut Nicke api yang membakar pipa tersebut dapat dipadamkan dalam waktu 1 jam setelah kejadian dan berikutnya proses pendinginan
“Itu pun berhasil kami padamkan dalam waktu 1 jam setelah itu didinginkan sehingga setelah 3 jam dinyatakan aman sehingga pada saat itu setelah kejadian pukul 04.00 sudah diaktifkan digunakan kembali tetapi pipanya kami off-kan tidak digunakan,” tuturnya.
Adapun, kata dia, suplai BBM selanjutnya menggunakan pipa yang berasal dari laut untuk menjamin suplai BBM tetap aman kepada masyarakat.
“Sehingga pasokannya menggunakan yang dari laut, menggunakan pipa yang dari laut sehingga itu untuk memastikan suplai BBM untuk 22 kabupaten/kota itu tetap terjamin walaupun ada insiden ini.
Kami waktu itu menjalankan komitmen dan kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa kami jamin suplai karena ini tadi tangki-tangkinya semuanya aman, kami langsung on-kan pengiriman yg dari laut,” ungkap Nicke.
Ia juga menyampaikan sampai saat ini, proses investigasi penyebab terjadinya kebakaran tersebut masih dilakukan oleh tim Pertamina dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Adapun penyebab kebakaran ini masih dilakukan investigasi yang terdiri dari aparat penegak hukum, kemudian dari Ditjen Migas Kementerian ESDM dan juga tim dari Pertamina. Hasil investigasi belum selesai, belum keluar, tentu nanti kalau sudah ada bisa kami sampaikan dalam forum yang lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Nicke secara pribadi dan seluruh jajaran Pertamina meminta maaf atas insiden kebakaran tersebut.
“Saya pribadi dan seluruh jajaran Pertamina ingin mengucapkan permohonan maaf, rasa prihatin, dan duka yang mendalam atas terjadinya insiden ini dan kami berusaha memberikan seluruh upaya terbaik untuk melakukan penanggulangan dari insiden yang tidak sama-sama kita inginkan ini,” ucap dia.
Sebelumnya diberitakan – Pipa bensin Pertamina yang terbakar menyebabkan ledakan dan kebakaran besar di Jalan Tanah Merah Bawah RT 012/RW 009, Rawa Badak Selaran, Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3/2023).
Berdasarkan keterangan Command Center Badan Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulmarmat), informasi pertama soal peristiwa itu diterima petugas pada pukul 20.11 WIB.
Sedikitnya 17 orang tewas dan ratusan lainnya dipaksa menyelamatkan diri dan kehilangan rumah mereka, ketika kebakaran terjadi pada hari Jumat di stasiun penyimpanan bahan bakar yang dioperasikan oleh Perusahaan Energi Negara Indonesia Pertamina (PERTM.UL) di ibu kota Jakarta.
Menurut pejabat Dinas Penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, DKI, Kebakaran berawal sekitar jam 8 malam, selanjutnya api merembet ke beberapa rumah penduduk, membuat penduduk panik, Seorang juru bicara Pertamina mengatakan pada Jumat malam bahwa api telah padam sekitar pukul 22.3





















