• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

KEGAGALAN TATA KELOLA PERBERASAN

by
December 17, 2024
in Economy, Feature
0
“DEMURRAGE” BERAS BULOG
Share on FacebookShare on Twitter

OLRH : ENTANG SASTRAATMADJA

BerasĀ adalah biji-bijian (serealia) dari famili rumput-rumputan (gramine) yang kaya akan karbohidrat sehingga menjadi makanan pokok manusia, pakan ternak dan industri yang mempergunakan karbohidrat sebagai bahan baku.Ā BerasĀ merupakan salah satu makanan pokok. Di negeri ini, beras telah diposisikan sebagai komoditas politis dan strategis.

Beras juga merupakanĀ sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak dan vitamin. Itu sebabnya, beras harus selalu tersedia sepanjang waktu. Dengan pertimbangan pentingnya beras tersebut, Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama yang bersumber dari peningkatan produksi dalam negeri.

Keberadaan beras merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.Ā Dengan tersedianya beras sebagai makanan pokok, maka masyarakat dapat terhindar dari kelaparan, atau bahkan lebih buruknya seperti malnutrisi dan busung lapar. Kebutuhan akan beras menjadi suatu hal yang disebut kebutuhan primer.

Namun begitu, bila kita cermati sutuasi perberasan nasional dalam tahun-tahun terakhir, terekam sebuah kondisi yang merisaukan. Suasana perberasan nasional ternyata berada dalam posisi yang sedang tidak baik-baik saja. Produksi beras secara nasional, mengalami penurunan angka yang cukup signifikan dan cukup merisaukan.

Selain produksi beras anjlok, ternyata harga beras di pasar pun melesat cukup tinggi. Pemerintah sendiri terlihat seperti yang tak berdaya menghadapinya. Pemerintah benar-benar kesulitan untuk menurunkan harga beras ke tingkat yang wajar. Walau Presiden telah turun tangan, ternyata menurunkan harga beras di pasar, tidak semudah kita membolak-bailik telapak tangan.

Hal lain yang cukup mencengangkan adalah fantastisnya rencana impor beras yang ditempuh Pemerintah dalam tahun 2024. Pemerintah sendiri merancang kita akan impor beras mendekati angka 5 jut ton. Membengkaknya impor beras, tentu penting disikapi dengan seksama. Terlebih jika diketahui impor beras, kini menjadi sebuah kebutuhan.

Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis beras yang serius. Masalah ini disebabkan oleh beberapa faktor sepertiĀ keterlambatan masa panen, kurangnya pasokan dari daerah penghasil padi, dan kenaikan harga beras yang signifikan. Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah telah mengambil langkah dengan mengimpor beras.
Untuk itu lumrah, jika kemudian ada pengamat yang menyebur Indonesia telah dilanda “darurat beras”.

Lebih mengenaskan lagi, tatkala Pemerintahan Prabowo/Gibran, tanpak sedang ngebet-ngebetnya meraih swasembada pangan, utamanya beras, ternyata target meningkatkan produksi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sebagai teladan, produksi beras nasional 2024, diprediksi Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik, bakal leb8h rendah dari produksi beras tahun 2023.

Lalu, bagaimana dengan nasib swasembada beras untuk 3 tahun mendatang ? Ini menarik untuk dijawab. Sebab, kata kunci swasembada sendiri, berada pada produksi yang dihasilkan. Tanpa ada peningkatan produksi beras yang signifikan, artinya jelas tidak ada swasembada. Itu sebabnya, produksi yang meningkat menjadi “harga mati” bagi swasembada.

Atas gambaran demikian, maka peningkatan produksi beras, tidak bisa tidak harus digarap. Dalam kaitan ini, Kementerian Pertanian sebagai lembaga Pemerintah yang diberi kehormatan dan tanggungjawab untuk menggenjot produksi setinggi-tingginya, dituntut untuk lebih kerja keras dan kerja cerdas, guna mewujudkan swasembada pangan.

Dalan rangka peningkatan produksi beras secara teknis, Kementerian Pertanian dan Dinas-Dinas Pertanian di daerah, diharapkan tampil sebagai “prime mover” di lapangan, sekaligus pembawa pedang samurai pencapaiannya. Kementerian Pertanian perlu segera bersinergi dan berkolaborasi dengan lembaga-lembaga yang berhubungan dengan dunia perbeeasan.

Terobosan cerdas, jelas sangat dibutuhkan. Jurus-jurus ampuh perlu terus diterapkan. Program unggulan menggenjot produksi seperti perluasan areal tanam (ekstensifikasi) dan percepatan masa tanam (intensifikasi), tetap harus diprioritaskan. Inovasi dan teknologi budidaya penting untuk terus dikembangkan, srhingga diperoleh hasil ysng diinginkan.

Kurun waktu 3 tahun ke depan, bukanlah waktu yang panjang untuk menggarap program pencapaian swasembada pangan. Artinya, maksimal kita hanya memiliki kesempatan untuk 9 kali musim tanah dan 9 kali musim panen. Produksi beras akan meningkat, jika iklim dan cuaca betul-betul memperlihatkan keberpihakannya. Tapi bila tidak, maka ceritanya akan menjadi lain

Betul, bangsa kita pernah berpengalan menggapai swasembada beras. Dua kalli, bangsa ini memproklamirkan swasembada beras dan menyabet penghargaan berkelas internasional. Pertama tahun 1984, Indonesia mendapat penghargaan dari Badan Pangan Dunia (FAO) dan kedua dari International Rice Reasearch Institute (IRRI).

Berbekal pengalaman ini, mestinya Pemerintah sudah memiliki kiat khusus, bagaimana mersih swasembada beras 2027 ? Catatan kritisnya adalah apakah ada keinginan untuk menggarap langkah pencapaian swasembada beras ini, dengan mencermati apa yang ditempuh 1984 dan 2022 lalu ? Jika tidak, siap-siap nenghadapi kemungkinan terjelek. Mesti siap pula disebut Indonesia negara gagal dalam nengelola dunia perbeeasannya. (PENULIS, KETUA DEWAN PAKAR DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi untuk Hadapi Kenaikan PPN 2025

Next Post

Dan Jokowi Pun Menjadi Gelandangan Politik

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Presiden Joko Widodo (Jokowi) Akan Lakukan Reshuffle Menteri Kabinet Indonesia Maju

Dan Jokowi Pun Menjadi Gelandangan Politik

PKS Usung Mardani Ali Sera Untuk Gubernur DKI

Sikap Ambigu PKS: Antara Peluang Merangkul Jokowi dan Prinsip dalam Pemecatan Jokowi oleh PDIP

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka Ā Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – ā€œ Pemimpin itu Tak Berbohongā€

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

Ā© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...