• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Keindahan Pulau Dewata Itu Karya Orang Bali dan Hindunya

Tetapi Kini Mereka Diperlakukan Hanya sebagai Objek Wisata, Bahkan Dianggap Bisa Dipindahkan ke Pulau Lain

Ali Syarief by Ali Syarief
December 2, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup, Pariwisata
0
Keindahan Pulau Dewata Itu Karya Orang Bali dan Hindunya
Share on FacebookShare on Twitter

Tetapi Kini Mereka Diperlakukan Hanya sebagai Objek Wisata, Bahkan Dianggap Bisa Dipindahkan ke Pulau Lain

Keindahan Pulau Dewata tidak lahir dari pembangunan modern, investasi akomodasi mewah, atau tangan-tangan industri pariwisata. Keindahan itu adalah karya orang Bali dan Hindunya—lahir dari keyakinan, tradisi, ritus, dan cara hidup yang mengharmonikan hubungan antara manusia, alam, dan Hyang Widhi.

Setiap lekuk sawah, setiap pura di punggung bukit, setiap canang sari yang ditata saban pagi adalah bagian dari spiritual architecture yang dibangun turun-temurun. Bali menjadi indah bukan karena pariwisata; pariwisatalah yang datang karena Bali sudah indah.

Namun hari ini, masyarakat yang menciptakan keindahan itu justru menghadapi kenyataan pahit:
mereka kini diperlakukan sebagai objek wisata—dan lebih jauh lagi, seolah-olah bisa “dipindahkan” ke pulau lain.

Bali, Hindu, dan Ruang Suci yang Tak Bisa Dipindahkan

Tidak ada yang lebih absurd daripada gagasan memindahkan komunitas Hindu Bali ke wilayah baru, demi membuka ruang pembangunan, investasi, atau perluasan kawasan wisata.

Bagi orang Bali, tanah bukan sebidang lahan kosong.
Ia adalah ruang spiritual, tempat bersemayamnya leluhur, tempat berjalannya ritus Hindu Bali yang unik dan tidak tergantikan.

Pura tidak hanya bangunan; ia adalah simpul kosmis.
Sawah tidak sekadar tempat bercocok tanam; ia adalah bagian dari subak, sistem irigasi sakral yang dijiwai doa-doa.

Maka memindahkan orang Bali sama saja dengan mencabut roh dari raga Bali. Tanah bisa direklamasi, hotel bisa dibangun, tetapi ruh yang membuat Bali hidup tidak bisa direlokasi.

Ketika Keindahan Dijadikan Komoditas

Masalahnya bukan hanya relokasi fisik.
Masalahnya adalah cara pandang: bahwa orang Bali—bersama Hindunya—bukanlah subjek, tetapi bagian dari paket wisata yang bisa ditempatkan ulang sesuai kebutuhan.

Ini kolonialisme bentuk baru.
Kolonialisme terhadap budaya, spiritualitas, dan identitas.

Keindahan Bali yang awalnya lahir dari hubungan sakral antara manusia dan Hyang Widhi kini direduksi menjadi daya tarik wisata, lengkap dengan tarian yang disetting, ritual yang dijadwalkan, hingga pura yang berubah fungsi menjadi latar foto.

Pemilik keindahan menjadi penonton atas panggung yang dibangun dari kehidupan mereka sendiri.

Dari Kreator Menjadi Ornamen

Lebih tragis lagi, masyarakat Bali yang selama ini menjadi pencipta harmoni, perlahan berubah menjadi ornamen hidup.

  • Para penari bukan lagi pewaris tradisi, tetapi hiburan bagi turis.

  • Umat Hindu yang sembahyang dianggap “atraksi unik”.

  • Pura menjadi spot eksotis ketimbang ruang suci.

Ketika manusia dan agama mereka direduksi menjadi dekorasi, status sebagai subjek lenyap. Yang tersisa hanyalah komoditas.

**Bali Tidak Akan Ada Tanpa Orang Balinya.

Orang Bali Tidak Akan Ada Tanpa Hindunya.**
Fakta ini harus diingat:
Bali indah bukan karena alamnya saja, tetapi karena cara orang Bali—melalui Hindunya—merawat alam itu.

Jika orang Bali dipindahkan, Bali akan runtuh menjadi kosong—tanpa suara gamelan, tanpa ritus, tanpa subak, tanpa doa kepada Hyang Widhi yang menghidupkan seluruh lanskap.

Bali bukan proyek yang bisa ditiru.
Bali adalah jiwa yang hanya hidup jika manusianya hidup di tempatnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Orang Bali Terusir dari Tanah Leluhurnya Sendiri

Next Post

Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP
Birokrasi

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Birokrasi

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia
Cross Cultural

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
Next Post
Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai

Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai

Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist