• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
December 3, 2025
in Economy, Feature
0
Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH: ENTANG SASTRAATMADJA

Persoalan serius yang kini harus dicermati Perum Bulog setelah sukses menyerap gabah sebanyak-banyaknya di musim panen adalah soal penyimpanan. Semangat “sukses penyerapan = sukses penyimpanan” seharusnya menjadi napas Bulog dalam setiap langkahnya.

Berdasarkan pengalaman, titik lemah penyimpanan gabah/beras selama ini mencakup beberapa hal. Pertama, kontrol kelembapan yang tidak efektif sehingga memicu pertumbuhan jamur dan hama. Kedua, pengawasan suhu yang kurang memadai sehingga kualitas menurun. Ketiga, ventilasi yang buruk, menyebabkan penumpukan kelembapan dan gas berbahaya.

Keempat, keamanan gudang yang lemah, membuka peluang pencurian atau kerusakan akibat faktor eksternal. Kelima, penanganan yang tidak tepat yang menyebabkan kerusakan fisik gabah/beras. Semua kelemahan tersebut harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang dirumuskan dengan cerdas dan teknokratik.

Dari sisi penyerapan, Bulog telah teruji. Menyerap gabah kering panen (GKP) hingga 2 juta ton pada musim ini merupakan capaian yang patut dibanggakan—dua kali lipat dari capaian rata-rata sebelumnya yang hanya sekitar 1 juta ton.

Namun, bagaimana dengan “sukses penyimpanan”? Di sinilah muncul tanda tanya besar. Bulog belum memiliki pengalaman panjang dalam mengelola penyimpanan gabah/beras sebesar ini. Ketika diminta menyimpan stok masif, hambatan teknis dan kapasitas pasti menghadang.

Salah satu tantangan yang harus segera ditangani adalah keterbatasan gudang. Upaya Bulog mengoptimalkan gudang filial patut diapresiasi, namun kebutuhan ruang penyimpanan yang layak tetap mendesak.

Masalah tata kelola penyimpanan pun nyata. Kasus ditemukannya beras berkutu di salah satu gudang Bulog di Yogyakarta—yang sempat menghebohkan publik—menunjukkan masih ada celah dalam SOP. Tidak seharusnya, di era serba modern ini, masalah klasik seperti beras berkutu masih terjadi, terlebih jika berasal dari beras impor yang seharusnya melalui seleksi ketat.

Jika benar rumor yang beredar bahwa jumlah beras berkutu mencapai 300 ribu ton dan tersebar di berbagai gudang, maka pertanyaan besarnya: apa yang salah? Lemahnya tata kelola? Atau mutu beras impor yang memang bermasalah sejak awal?

Beberapa langkah perbaikan dapat ditempuh. Pertama, gabah harus dikeringkan dengan benar agar kadar air tidak terlalu tinggi. Kedua, gudang harus bersih, kering, dan terlindung dari cuaca. Ketiga, kelembapan dan suhu gudang wajib dikendalikan secara ketat. Keempat, ventilasi harus memadai. Kelima, sistem penataan harus rapi, tidak terlalu padat, dan rutin diperiksa. Wadah penyimpanan pun harus bersih, kering, dan kedap.

Kelemahan dalam penyimpanan seperti yang tergambar di atas tidak boleh terus berlanjut. Sebagai operator pangan, Bulog harus segera mencari solusi cerdas agar gabah dan beras yang diserap dengan susah payah tidak rusak hanya karena kesalahan penyimpanan.

Fenomena beras berkutu tidak boleh terulang. Petugas gudang harus menunjukkan kinerja terbaiknya dan memegang teguh standar baku penyimpanan. Mereka harus bekerja all out untuk menyelamatkan stok pangan bangsa.

Semoga persoalan ini menjadi percik permenungan bersama. Mari selamatkan gabah dan beras yang telah diserap dengan penuh perjuangan. Kita ingin Bulog tetap menjadi prime mover dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga kerja keras yang dilakukan dapat memberi berkah bagi bangsa dan negara tercinta.

(Penulis adalah Ketua Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat.)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keindahan Pulau Dewata Itu Karya Orang Bali dan Hindunya

Next Post

Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau
Bencana

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan
Feature

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya
Feature

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Next Post
Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Reuni 212 – 2025: Panggung Perlawanan Umat di Tengah Negara yang Makin Menyempitkan Ruang Kritik

Reuni 212 – 2025: Panggung Perlawanan Umat di Tengah Negara yang Makin Menyempitkan Ruang Kritik

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?
Feature

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

by Karyudi Sutajah Putra
July 11, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Akhirnya, Febrie Adriansyah berhasil diamputasi. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak...

Read more
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

Geng Trunojoyo Vs Geng Gedung Bundar, Siapa Menang?

July 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026
Komposisi Pansel KPK Didominasi unsur Pemerintah, Menarik Perhatian Jaksa Agung

KOSMAK Desak Prabowo Copot Jaksa Agung

July 15, 2026
“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

“Lā Qaḍā’a wa Lā Qadara”: Ketika Teologi Menjadi Bahasa Perlawanan terhadap Kekuasaan

July 15, 2026
Simalakama Teddy Wijaya

Yang Terusir dan Mengusir

July 14, 2026
Negara yang Kehilangan Kompas

Negara yang Kehilangan Kompas

July 14, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

LDC Desak Menteri Komdigi Susun Kode Etik Advokasi Digital, Ableism Dinilai Kian Masif

July 15, 2026
DPR Kritik  Menteri KP Terkait  Ijin Ekspor Pasir Laut Dengan Sedot Pulau

Ketika DPR Ogah Gali Lubang Kuburnya Sendiri

July 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...