• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Bencana

Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

fusilat by fusilat
December 3, 2025
in Bencana, Birokrasi, Feature
0
Ketika Negara Salah Hitung: Sumatera Tenggelam, Tata Ruang Dibicarakan Setelah Rumah Hanyut

Nusron Wahid, akan mengevaluasi tata ruang Sumatera pasca bencana banjir dan longsor, saat ditemui awak media selepas acara Indonesia Punya Kamu di Universitas Diponegoro (UNDIP), Jawa Tengah,

Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Air bah yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya menghanyutkan rumah-rumah warga; ia juga menyapu bersih klaim pemerintah tentang kesiapsiagaan dan mitigasi bencana. Apa yang terjadi di Sumatera bukan sekadar curah hujan ekstrem — tetapi akibat dari negara yang salah membaca peta ruangnya sendiri. Di atas tanah yang longsor itu, kegagalan kebijakan tampak telanjang: tata ruang diabaikan, lingkungan dikeruk, izin-izin pembangunan longgar, sementara negara baru bicara koreksi setelah rakyat menjadi korban.

Dalam suasana yang masih dipenuhi lumpur dan jenazah yang belum semua ditemukan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi tata ruang secara komprehensif. “Kalau tahap tanggap darurat selesai, kami pasti evaluasi tata ruang. Mana yang tidak sesuai pola ruangnya, kita ubah supaya sesuai,” ujarnya di Semarang, Selasa (02/12/2025).

Pernyataan itu terdengar akrab — karena hampir selalu diulang setiap kali bencana besar terjadi. Pemerintah datang, melihat kerusakan, lalu berjanji merevisi tata ruang. Namun, di balik janji itu ada satu fakta yang jarang diakui: negara selama ini membiarkan praktik pemanfaatan ruang yang melawan daya dukung lingkungan.


Negara Tak Pernah Benar-benar Menjaga Ruang

Jika ditarik ke belakang, persoalan banjir dan longsor di Sumatera tak lahir dalam semalam. Pemerintah daerah memberi izin pembangunan di lereng yang tidak stabil. Kawasan resapan dan hulu sungai digarap menjadi perkebunan dan pemukiman. Instrumen pengawasan lemah. Penegakan hukum nyaris tak terdengar.

Setiap tahun, daerah mengirim laporan peringatan tentang kerusakan lingkungan ke pusat. Setiap tahun pula, pemerintah pusat memuji diri dengan istilah “mitigasi”, “adaptasi”, dan “kolaborasi lintas sektor”. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya: tata ruang diperlakukan elastis — bisa dibengkokkan untuk investasi, bisa dilonggarkan untuk proyek strategis, bisa dinegosiasikan ketika kepentingan ekonomi lebih keras mengetuk pintu daripada jeritan alam.

Hingga akhirnya bencana datang, dan negara kembali berdiri di reruntuhan sambil menggenggam kata-kata janji evaluasi.


Belajar dari Jakarta — Atau Mengulang Kesalahannya?

Nusron mengutip contoh Jakarta sebagai model evaluasi tata ruang yang pernah berhasil dilakukan. Namun kritiknya sederhana: apakah benar Jakarta sudah adaptif? Atau justru menjadi kota yang terus mengejar solusi tambal sulam karena penegakan tata ruang yang lemah?

Pengalaman ibu kota menunjukkan bahwa evaluasi tanpa konsistensi hanya menjadi dokumen revisi, bukan perubahan nyata. Perumahan tetap muncul di kawasan sempadan sungai. Bangunan komersial tetap naik di zona rawan banjir. Ruang terbuka hijau tidak pernah mencapai target. Dan negara tetap mengamini, melalui izin, kompromi, atau diam.

Jika model seperti ini diterapkan ke Sumatera, evaluasi hanya akan menjadi ritual birokratis setelah bencana — bukan pencegahan terhadap bencana berikutnya.


Masalah Utama: Ketiadaan Keberanian Politik

Kementerian ATR/BPN memang memegang peran teknis, tetapi inti masalahnya sejak lama adalah keberanian politik untuk berkata “tidak”. Tidak kepada developer yang ingin membangun di area rawan longsor. Tidak kepada korporasi yang mengincar hulu sungai. Tidak kepada kepala daerah yang menjadikan izin kawasan sebagai komoditas kekuasaan.

Tanpa keberanian politik itu, RTRW hanyalah sederet peta di atas meja rapat — indah, rapi, tetapi tidak punya daya melawan kepentingan.

Nusron benar ketika menyebut bahwa banyak bencana berawal dari praktik pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungan. Tetapi pernyataan itu mengandung ironi tersembunyi: ketidaksesuaian itu sering terjadi dengan persetujuan negara sendiri.


Bencana Sumatera: Alarm Terakhir?

Banjir bandang dan longsor ini seharusnya menjadi alarm yang tidak lagi bisa diabaikan. Kerugian ekonomi, trauma warga, dan kerusakan ekologis yang terjadi bukan biaya yang bisa ditutupi dengan revisi dokumen RTRW. Bencana ini adalah peringatan bahwa negara harus menggeser orientasi pembangunannya: dari mengejar angka investasi jangka pendek menuju perlindungan ruang hidup jangka panjang.

Evaluasi tata ruang pascabencana memang penting. Tetapi jauh lebih penting adalah mencegah evaluasi itu menjadi janji kosong yang hanya muncul ketika kamera media sudah mengarah.

Jika negara terus gagal menjaga batas antara ruang alam dan ruang manusia, bukan hanya Sumatera yang akan tenggelam — tetapi juga rasa percaya publik bahwa negara mampu melindungi mereka.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Prestasi Penyerapan Tak Sejalan dengan Mutu Penyimpanan: PR Besar Bulog Menjaga Beras Tetap Bernilai

Next Post

Reuni 212 – 2025: Panggung Perlawanan Umat di Tengah Negara yang Makin Menyempitkan Ruang Kritik

fusilat

fusilat

Related Posts

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis
daerah

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?
Feature

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?
Feature

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026
Next Post
Reuni 212 – 2025: Panggung Perlawanan Umat di Tengah Negara yang Makin Menyempitkan Ruang Kritik

Reuni 212 – 2025: Panggung Perlawanan Umat di Tengah Negara yang Makin Menyempitkan Ruang Kritik

Ketenangan sebagai Kekuatan: Seni Mengendalikan Emosi di Era Modern

Ketenangan sebagai Kekuatan: Seni Mengendalikan Emosi di Era Modern

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati
Birokrasi

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

by Karyudi Sutajah Putra
May 25, 2026
0

Jakarta - Fusilatnews -Indonesia dan tujuh negara lain mengutuk keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan pasukan Israel...

Read more
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

Aliansi Melawan Rezim Deformasi: Militerisme Bangkit, Reformasi Mati

May 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026
Bolehkah Berkurban dengan Sayur-Mayur?

Sapi Kurban dari APBN: Sebuah Paradoks?

May 30, 2026
Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

Mengapa Harus Belajar Bahasa Daerah?

May 30, 2026

Masukkan Aku dalam Kebenaran, dan Keluarkan Aku dalam Kebenaran”

May 30, 2026
Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

Gelombang Senyap Pemurtadan atau Sekadar Mitos? Membaca Data Eks-Muslim Dunia Tanpa Propaganda

May 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

Distribusikan Hewan Kurban untuk Disabilitas, Gammara Inklusi Gandeng Kawan Netra dan Kuril Langit

May 30, 2026
UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

UMKM Tidak Akan Naik Kelas Jika Masih Mengandalkan Buku Tulis

May 30, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist