• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kejujuran: Syarat Dasar yang Hilang dari Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
May 30, 2025
in Feature, Tokoh
0
Jokowidodo :”Ijazah Memang Asli Kok” – Polling 11.5% Percaya
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di seluruh negara demokratis yang sehat, satu syarat mendasar untuk seseorang dapat duduk sebagai pemimpin tertinggi adalah kejujuran. Tanpa kejujuran, semua teori kepemimpinan dan kalkulasi kompetensi menjadi pepesan kosong. Di tangan pembohong, kekuasaan menjadi alat manipulasi, bukan pengabdian.

Dalam The Prince, Niccolò Machiavelli menulis bahwa seorang penguasa tak perlu menjadi baik, cukup tampak baik. Kutipan ini sering digunakan untuk membenarkan pragmatisme politik. Namun, dalam konteks negara demokrasi modern, kutipan itu menjadi peringatan: ketika pemimpin hanya “tampak” jujur dan tidak benar-benar jujur, maka negara dipimpin dengan kepura-puraan.

Joko Widodo, atau Jokowi, dalam praktik kekuasaannya, telah mengkhianati kejujuran sebagai prinsip dasar kepemimpinan. Ia memulai karier nasional dengan janji “revolusi mental”, tapi yang terjadi justru revolusi dinasti. Ia berikrar tidak akan membangun dinasti politik, namun nyatanya ia memaksakan anak dan menantu masuk dalam orbit kekuasaan. Ia pernah berkata tidak tertarik dengan wacana perpanjangan masa jabatan, tapi kemudian diam seribu bahasa ketika konstitusi diinjak demi ambisi kekuasaan abadi.

Ia juga menjanjikan pemerintahan bersih dan meritokratis, tapi dalam dua periode pemerintahannya, indeks persepsi korupsi terus menurun, dan jabatan publik banyak diisi oleh mereka yang loyal, bukan yang layak. Bahkan Mahkamah Konstitusi pun dijadikan kendaraan untuk mengamankan kepentingan keluarga—sebuah ironi pahit bagi negara hukum.

Max Weber, dalam teori charismatic authority, menyatakan bahwa pemimpin yang karismatik mampu memobilisasi kepercayaan rakyat karena integritasnya. Namun kepercayaan itu akan lenyap jika integritas dirusak. Dalam kasus Jokowi, karisma awal sebagai “pemimpin rakyat” justru menjadi kendaraan untuk membangun kekuasaan keluarga dan kelompok. Yang tertinggal hanya bayang-bayang populisme kosong.

Lebih jauh, dalam konteks etika kepemimpinan, Michael Josephson dalam The Six Pillars of Character menempatkan kejujuran sebagai fondasi utama karakter seorang pemimpin. Jika seorang pemimpin telah terbukti tidak jujur, maka seluruh legitimasi moralnya runtuh. Pembohong, seberbakat apa pun, bukan pemimpin, melainkan manipulator.

Kepemimpinan Jokowi nihil dari semua aspek yang seharusnya menjadi syarat utama seorang pemimpin: kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir jauh ke depan. Ia barangkali pandai memainkan opini publik, tetapi negara bukanlah panggung sandiwara. Kebohongan yang diulang-ulang tidak akan pernah menjelma menjadi kebenaran.

Kini, publik dibawa pada kesadaran pahit: bahwa seorang presiden yang dipilih karena tampak sederhana dan merakyat, ternyata menutup periode kekuasaannya dengan jejak kemunduran demokrasi, pembusukan institusi, dan pengkhianatan terhadap nilai-nilai dasar kepemimpinan.

“Honesty is the first chapter in the book of wisdom,” kata Thomas Jefferson. Bila demikian adanya, maka Jokowi belum pernah menulis bab pertamanya.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua Umum PPWI Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Penggelapan Asal-Usul Anak: “Jangan Korbankan Masa Depan Sang Anak”

Next Post

Berulah Kembali Sepulang Dari Barak Anak Nakal Akan Diasramakan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah
Feature

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Next Post
Berulah Kembali Sepulang Dari Barak Anak Nakal Akan Diasramakan

Berulah Kembali Sepulang Dari Barak Anak Nakal Akan Diasramakan

Wamentan Larang Harga Gabah Kering Panen Dibeli Dibawah HPP

SERAPAN GABAH PERUM BULOG DAN KEBIJAKAN YANG MEMBUAT PETANI "SUMRINGAH"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa
Birokrasi

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

by Karyudi Sutajah Putra
June 13, 2026
0

Jakarta - FuilatNews.--, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimobilisasi untuk menghadapi aksi demonstrasi mahasiswa di beberapa titik di Jakarta. Sehari sebelumnya,...

Read more
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

June 12, 2026
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026
Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

Jika Korupsi Bisa Diselesaikan dalam Waktu Singkat, Mengapa Prabowo Minta Dua Periode? Tanya Fahri Hamzah

June 13, 2026
TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

TNI dan Komcad Bukan Alat Hadapi Demonstrasi Mahasiswa

June 13, 2026
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Rakyat Hendak Dibenturkan

June 13, 2026
Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

Gelombang Mahasiswa Melawan Prabowo: Ketika Kesabaran Publik Mulai Habis

June 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist