• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

KEKUASAAN YANG MEMABUKKAN: SAAT PENGUASA LUPA DIRI DAN MENJAUH DARI RAKYAT

Ir Entang Sastraatmaja by Ir Entang Sastraatmaja
March 20, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Kabinet “Rame Ing Pamrih Sepi Ing Gawe”
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Entang Sastraatmadja

Arogansi kekuasaan adalah penyakit laten dalam kehidupan bernegara. Ia muncul ketika seseorang merasa paling berkuasa, paling benar, dan tidak lagi membutuhkan pandangan orang lain. Dalam kondisi seperti itu, kekuasaan tidak lagi dipandang sebagai amanah, melainkan sebagai alat untuk menekan, mengatur, bahkan memaksakan kehendak.

Fenomena ini bukan sekadar konsep teoritis. Ia hadir nyata di tengah kehidupan kita hari ini. Kita menyaksikan bagaimana sebagian pejabat publik semakin menunjukkan jarak dengan rakyatnya. Ada yang baru kembali dari perjalanan, dijemput kendaraan mewah di ruang eksklusif, enggan berbaur dengan masyarakat. Sekilas tampak biasa, tetapi sesungguhnya menyimpan pesan simbolik: ada jarak yang kian menganga antara penguasa dan rakyat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arogan berarti sombong, congkak, angkuh, serta merasa superior dan cenderung memaksakan kehendak. Sementara itu, Miriam Budiardjo (2002) mendefinisikan kekuasaan sebagai kewenangan yang dimiliki seseorang atau kelompok untuk memengaruhi perilaku pihak lain. Ramlan Surbakti (1992) pun menegaskan bahwa kekuasaan adalah kemampuan memengaruhi orang lain agar berpikir dan bertindak sesuai kehendak pemegang kekuasaan.

Namun, kekuasaan memiliki batas moral. Ia tidak boleh dijalankan melampaui kewenangan, apalagi digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Di sinilah letak bahaya arogansi: ketika kekuasaan kehilangan kendali etika.

Seorang penguasa sejatinya adalah pelayan rakyat, bukan penguasa dalam makna feodal yang menuntut penghormatan berlebihan. Ia tidak boleh sombong, tidak boleh pongah, dan tidak boleh menciptakan sekat dengan rakyat. Sebaliknya, ia harus hadir dengan kesahajaan, dengan empati, dan dengan kesungguhan untuk mendengar suara rakyat.

Kekuasaan yang diberikan rakyat harus ditebus dengan kerja nyata untuk kesejahteraan rakyat—bukan untuk memperkaya diri, keluarga, atau lingkaran pertemanan semata. Penguasa yang amanah akan membangun hubungan yang tulus dengan rakyatnya, tanpa memandang apakah mereka memilihnya atau tidak dalam pemilu.

Namun realitas berkata lain. Kita masih sering menyaksikan penguasa yang terjebak dalam gemerlap kekuasaan. Dengan sikap pongah, mereka memainkan kewenangan demi kepentingan pribadi. Bahkan, dalam praktik yang lebih memprihatinkan, kekuasaan kerap diperjualbelikan.

Ironisnya, jalan menuju kekuasaan di negeri ini semakin mahal. Untuk meraih posisi eksekutif, legislatif, maupun yudikatif, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kekuasaan seolah menjadi komoditas yang hanya dapat dijangkau oleh mereka yang memiliki kapital besar.

Akibatnya, ruang demokrasi menjadi timpang. Mereka yang memiliki kapasitas intelektual tinggi, tetapi minim sumber daya finansial, sering kali tersingkir. Sebaliknya, mereka yang memiliki kekuatan modal lebih besar justru lebih mudah menembus panggung kekuasaan. Tidak mengherankan jika banyak pejabat publik saat ini berasal dari kalangan pengusaha.

Padahal, hakikat kekuasaan adalah pengabdian. Penguasa wajib mendengar, memahami, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Ada ungkapan yang sangat kuat: suara rakyat adalah suara Tuhan. Ungkapan ini bukan sekadar retorika, melainkan pengingat moral bagi setiap pemegang kekuasaan.

Karena itu, arogansi adalah pengkhianatan terhadap amanah. Ketika penguasa merasa memiliki segalanya, di situlah awal kehancuran dimulai. Kekuasaan yang tidak dibingkai dengan kerendahan hati akan menjauhkan pemimpinnya dari realitas rakyat.

Sudah saatnya para penguasa kembali menyadari: jabatan bukanlah kehormatan pribadi, melainkan titipan rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Kesahajaan bukan kelemahan, melainkan kekuatan moral. Kedekatan dengan rakyat bukan pencitraan, melainkan kewajiban.

Jika tidak, maka kekuasaan hanya akan melahirkan jarak, ketidakadilan, dan pada akhirnya—kehilangan kepercayaan.

Semoga para penguasa di negeri ini mampu menjauhkan diri dari jebakan arogansi, dan kembali menempatkan rakyat sebagai pusat dari setiap kebijakan.

(Penulis, Anggota Dewan Pakar DPD HKTI)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Suku Cadang Fiktif: Mesin Berjalan, Integritas Dikorbankan

Next Post

Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik

Ir Entang Sastraatmaja

Ir Entang Sastraatmaja

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik

Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik

Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...