• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik

Ali Syarief by Ali Syarief
March 20, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik
Share on FacebookShare on Twitter

Ada satu mitos lama dalam politik Amerika: perang bisa menyelamatkan presiden.
Krisis eksternal, kata teori klasik, akan menyatukan publik, membungkam oposisi, dan mengangkat citra pemimpin sebagai “panglima”.

Namun perang Iran justru membalik mitos itu—dan Donald Trump kini berada di sisi yang salah dari sejarahnya sendiri.

Alih-alih tampil sebagai pemimpin kuat, ia justru terlihat seperti presiden yang terjebak dalam konsekuensi dari pilihan-pilihannya sendiri.


Dari Narasi Kekuatan ke Realitas Kerapuhan

Sejak awal, Trump menjual satu cerita sederhana kepada publik Amerika:
ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan Amerika kembali berjaya.

Itulah fondasi kekuasaannya.

Namun perang Iran menghantam fondasi itu tepat di titik paling sensitif—energi dan harga hidup.

Selat Hormuz, jalur sempit yang menjadi urat nadi minyak dunia, berubah dari sekadar titik geografis menjadi simbol krisis global. Ketika jalur itu terganggu, harga minyak melonjak. Dan ketika harga minyak naik, rakyat Amerika tidak membaca grafik ekonomi—mereka merasakannya di pom bensin.

Di sinilah politik menjadi sangat sederhana:
ketika bensin mahal, presiden disalahkan.


Energi: Dari Senjata Politik Menjadi Titik Lemah

Trump pernah membanggakan “dominasi energi Amerika”.
Sebuah klaim bahwa Amerika tidak lagi bergantung pada dunia.

Namun perang Iran membuktikan sebaliknya.

Dalam dunia yang saling terhubung, tidak ada yang benar-benar mandiri. Minyak tetap global. Harga tetap global. Krisis tetap global.

Dan ketika konflik terjadi di jantung produksi energi dunia, bahkan negara sebesar Amerika pun tidak bisa berdiri di luar dampaknya.

Ironinya, strategi yang dibangun untuk menunjukkan kekuatan justru membuka kerentanan.
Dominasi berubah menjadi eksposur.


Dapur Rumah Tangga: Medan Tempur yang Sesungguhnya

Perang mungkin terjadi ribuan kilometer jauhnya.
Tapi dampaknya terasa di dapur-dapur rumah tangga Amerika.

Harga bensin naik.
Biaya transportasi meningkat.
Harga barang ikut terdorong.

Ini bukan lagi soal geopolitik. Ini soal pengeluaran bulanan.

Dan dalam politik, tidak ada yang lebih berbahaya bagi seorang presiden selain kemarahan yang lahir dari kebutuhan sehari-hari.

Rakyat mungkin tidak memahami strategi militer.
Namun mereka sangat paham ketika hidup menjadi lebih mahal.


Popularitas yang Mulai Retak

Perang Iran tidak hanya menggerus ekonomi, tetapi juga persepsi.

Publik Amerika tidak antusias terhadap konflik ini.
Tidak ada euforia patriotik seperti dalam narasi perang klasik.

Sebaliknya, yang muncul adalah kelelahan—dan kekhawatiran.

Dalam situasi seperti ini, Trump kehilangan salah satu modal terpentingnya: kemampuan mengendalikan narasi.

Ia tidak lagi berbicara tentang kemenangan.
Ia dipaksa menjelaskan konsekuensi.

Dan dalam politik, menjelaskan sering kali berarti bertahan—bukan menyerang.


Globalisasi yang Menampar Nasionalisme

Trump membangun politiknya di atas semangat nasionalisme ekonomi.
“America First” bukan sekadar slogan, tetapi kerangka berpikir.

Namun perang Iran menunjukkan batas dari pendekatan itu.

Dunia tidak bekerja dalam batas negara.
Energi, perdagangan, dan pasar keuangan bergerak lintas batas.

Ketika satu titik terguncang, seluruh sistem ikut bergetar.

Amerika mungkin lebih kuat dari banyak negara lain, tetapi ia tidak kebal.
Dan dalam krisis global, kekuatan relatif tidak selalu berarti perlindungan absolut.


Perang yang Salah Secara Politik

Pada akhirnya, perang Iran menjadi ujian yang tidak menguntungkan bagi Trump.

Ia tidak memberikan kemenangan cepat.
Tidak menciptakan persatuan nasional.
Tidak memperkuat ekonomi.

Sebaliknya, ia memperbesar risiko—ekonomi, politik, dan elektoral.

Dalam konteks ini, perang bukan lagi alat politik.
Ia berubah menjadi beban politik.


Penutup: Kemenangan yang Bisa Berujung Kekalahan

Sejarah sering mencatat paradoks:
seorang pemimpin bisa menang di medan perang, tetapi kalah di dalam negeri.

Trump kini berada di persimpangan itu.

Jika konflik ini berlarut, jika harga energi tetap tinggi, dan jika publik terus merasa tertekan, maka perang Iran bisa menjadi titik balik—bukan menuju kemenangan, tetapi menuju erosi kekuasaan.

Karena pada akhirnya, dalam demokrasi modern, bukan peluru yang menentukan nasib pemimpin.

Melainkan harga bensin, stabilitas ekonomi, dan kepercayaan rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KEKUASAAN YANG MEMABUKKAN: SAAT PENGUASA LUPA DIRI DAN MENJAUH DARI RAKYAT

Next Post

Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

Jejak Takbir di Berbagai Negeri: Siapa Saja yang Merayakan Idul Fitri Hari Ini?

Jejak Takbir di Berbagai Negeri: Siapa Saja yang Merayakan Idul Fitri Hari Ini?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Jaksa Minta Bayar Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

May 13, 2026
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...