• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kekuatan Negara Berhijrah dari Ideologi ke Ekonomi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 17, 2024
in Feature, Politik
0
Kekuatan Negara Berhijrah dari Ideologi ke Ekonomi
Share on FacebookShare on Twitter

Seiring berjalannya waktu, kekuatan suatu negara telah bergeser dari ideologi ke ekonomi. Perubahan ini dapat dilihat dari berbagai peristiwa sejarah yang signifikan dan perkembangan global terkini. Misalnya, Uni Soviet yang pernah menjadi kekuatan besar dengan ideologi komunisnya kini telah bubar. Sementara itu, China, yang sebelumnya dikenal sebagai negara komunis yang ketat, kini menjalankan bentuk kapitalisme yang unik dengan kontrol negara yang kuat. Namun, di tengah pergeseran ini, Indonesia masih berpegang teguh pada ideologi sebagai fondasi utama kekuatan bangsa.

Indonesia, sejak awal kemerdekaannya, telah menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara yang mengikat berbagai elemen masyarakat. Ideologi ini diyakini sebagai landasan yang mampu mempersatukan bangsa yang beragam dalam budaya, agama, dan etnis. Namun, di era globalisasi dan persaingan ekonomi yang ketat ini, pertanyaan muncul: apakah kekuatan suatu bangsa masih terletak pada ideologinya, ataukah pada kekuatan ekonominya?

Pergeseran Kekuatan: Dari Ideologi ke Ekonomi

Dalam beberapa dekade terakhir, dunia telah menyaksikan pergeseran dramatis dalam penentuan kekuatan suatu negara. Pada era Perang Dingin, kekuatan ideologi sangat dominan. Negara-negara berlomba untuk menyebarkan dan memperkuat ideologi mereka—kapitalisme di satu sisi dan komunisme di sisi lain. Namun, dengan runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an, dunia mulai melihat bahwa ekonomi memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan kekuatan dan pengaruh suatu negara.

China adalah contoh yang paling menonjol dari pergeseran ini. Di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping, China mulai membuka ekonominya pada akhir 1970-an. Reformasi ekonomi ini membawa pertumbuhan yang luar biasa, mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan, dan menjadikan China sebagai kekuatan ekonomi global. Meskipun tetap mempertahankan kontrol ideologis melalui Partai Komunis, kekuatan China kini lebih diakui dalam hal kekuatan ekonominya daripada ideologinya.

Indonesia dan Ideologi

Indonesia, di sisi lain, masih menekankan pentingnya ideologi sebagai fondasi negara. Pancasila, dengan lima prinsipnya, tetap menjadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keyakinan ini didasarkan pada sejarah panjang perjuangan kemerdekaan dan upaya untuk menjaga persatuan di tengah keragaman.

Namun, tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia menunjukkan perlunya penyeimbangan antara kekuatan ideologi dan ekonomi. Sumber daya alam yang melimpah dan populasi yang besar memberikan potensi ekonomi yang besar. Tetapi, tanpa pengelolaan ekonomi yang efisien dan inovatif, potensi ini bisa terhambat.

Kekuatan Ekonomi sebagai Penentu Masa Depan

Di era globalisasi ini, kekuatan ekonomi telah menjadi penentu utama kekuatan dan pengaruh suatu negara. Negara-negara dengan ekonomi yang kuat memiliki kapasitas lebih besar untuk mempengaruhi kebijakan global, memberikan bantuan luar negeri, dan memajukan kepentingan nasional mereka di panggung internasional.

Ekonomi yang kuat juga memberikan kestabilan domestik. Dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, negara dapat menyediakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mengurangi ketegangan sosial. Kesejahteraan ekonomi ini, pada gilirannya, dapat memperkuat legitimasi pemerintahan dan memfasilitasi implementasi ideologi dalam praktik sehari-hari.

Menemukan Keseimbangan

Bagi Indonesia, tantangan ke depan adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara mempertahankan ideologi dan membangun kekuatan ekonomi. Ideologi Pancasila tetap relevan sebagai landasan moral dan sosial. Namun, peningkatan kapasitas ekonomi juga penting untuk memastikan bahwa ideologi ini dapat diterapkan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

Untuk mencapai ini, Indonesia perlu mengadopsi kebijakan ekonomi yang inovatif, meningkatkan daya saing industri, dan berinvestasi dalam pendidikan dan teknologi. Dengan demikian, Indonesia dapat memastikan bahwa kekuatan ideologi dan ekonomi berjalan seiring, memperkuat posisi negara di kancah global.

Kekuatan suatu bangsa kini terletak tidak hanya pada ideologinya, tetapi juga pada kemampuan ekonominya untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era modern. Dalam konteks ini, Indonesia perlu merangkul perubahan dan beradaptasi dengan dinamika global, sambil tetap menjaga nilai-nilai ideologi yang telah menjadi dasar perjalanan bangsa.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Afriansyah Noor Dicopot dari Jabatan Sekjen PBB, Yusril Ihza Mahendra Klarifikasi

Next Post

Idul Adha di Negeri Para Bedebah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Feature

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK
Feature

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026
Next Post
Idul Adha di Negeri Para Bedebah

Idul Adha di Negeri Para Bedebah

Kepengurusan Pusat PWI Makin Runyam, Dewan Kehormatan Pecat Sekjen Sayid Iskandarsyah

Kepengurusan Pusat PWI Makin Runyam, Dewan Kehormatan Pecat Sekjen Sayid Iskandarsyah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
JK & Seekor Gajah
Feature

JK & Seekor Gajah

by Karyudi Sutajah Putra
April 21, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Gajah itu panjang. Itu bila hanya dilihat...

Read more
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Harga BBM Nonsubsidi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Lengkapnya

DPR Ingatkan Dampak Kenaikan BBM Nonsubsidi, Kelompok Rentan Terancam Terjepit

April 21, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Alergi Kritik, Tanda Tak Siap Memimpin

April 21, 2026
Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

Jokowi Merendah, Buzzer Menggila: Merespon Pernyataan JK

April 21, 2026

Pilihan yang Bukan Pilihan

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist