• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kemampuan Omon–Omon itu Adalah Keniscayaan Kehidupan

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
January 8, 2024
in Feature, Pemilu, Politik
0
Kemampuan Omon–Omon itu Adalah Keniscayaan Kehidupan
Share on FacebookShare on Twitter

Tulisan ini terinspirasi oleh pikiran Jokowi yang motto nya, “kerja-kerja-kerja”. Ini telah meracuni banyak orang kita, yang meremehkan arti berkata-kata. Padahal kita memaklumi, hasil kerja Jokowi, nihil besar. Klop dengan omongannya, sedikit tapi penuh dusta.

Selanjutnya, diksi dan semiotika Omon-omon, terlontar dari Prabowo Subianto – saat acara debat kemarin. Ungkapan frustasi, karena tak mampu berargumen seindah dan secerdas lawannya Anies Baswedan, disemburkanlah sebagai tangkisan, “jangan omon-omon saja”.

Sementara Anies Rasyid Baswedan memandang kemampuan berkomunikasi itu, baligh, adalah hal yang teramat penting. Sehingga terucaplah “jangan remehkan kata-kata”.

Pada tingkatan paling rendah, manusia persis seperti yang didefinisikan filsuf Perancis bernama Rene Descartes (1596-1650): Cogito, ergo sum. I think, therefore I am. “Aku berfikir, maka aku ada”. Filsuf muslim juga mengatakan hal serupa: al-insanu hayawanun nathiq (الانسان حيوان ناطق). Manusia adalah “binatang”, yang berakal. Berakal (berpikir) adalah bentuk kesadaran yang membuat kita “ada” (eksis) sebagai manusia.

Kita semua memang binatang. Fungsi-fungsi biologis kita 100 persen seperti umumnya hewan. Hanya karena ada akal, punya kemampuan berpikir, maka kita disebut manusia. Coba kalau hilang akal, kita menjadi binatang murni (yang hanya punya insting alamiah dan nafsu). Seandainya seekor monyet punya daya untuk berpikir, ia juga akan menjadi manusia. Anjing sekalipun, kalau punya nalar, sah kita sebut manusia.

Omon–omon yang saya maksud adalah, seperti yang tersurat dalam Al-quran;   tercantum dalam Ar Rahman (55): 3-4 bahwa manusia telah Allah ciptakan dan karuniai kemampuan menyampaikan. “Khalaqal insan, ‘allamahul bayan (Dia menciptakan manusia, mengajarinya pandai berbicara).”

Dalam beberapa tafsir, Al Bayan itu bukan sekedar kata-kata kosong melainkan kemampuan atau kecerdasan berpikir untuk memahami dengan benar serta kemampuan memberikan penjelasan kepada orang lain dengan benar dan baik pula.

Kemampuan berbicara adalah sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Mulai dari belajar, mendapatkan pemahaman, menyampaikan ilmu, mengutarakan isi hati, hingga menumbuhkan dan memelihara suatu hubungan sosial.

Ada banyak tokoh dunia yang terkenal karena kemampuan berbicaranya. Mereka sangat luar biasa dalam kemampuan memengaruhi dan mengubah pikiran manusia.

Kita masih ingat seperti Martin Luther King Jr. Ia adalah seorang Pendeta dan aktivis hak sipil Amerika Serikat. Dikenang dan dikenal karena pidato-pidatonya yang kuat, terutama “I Have a Dream” yang disampaikannya pada 28 Agustus 1963 selama Mars Washington untuk Pekerjaan dan Kebebasan.

Dibelahan bumi Afrika, ada tokoh revolusioner Nelson Mandela. Mantan Presiden Afrika Selatan ini memainkan peran kunci dalam mengakhiri rezim apartheid. Pidatonya yang mendalam dan berpikir kritis telah memotivasi dan menginspirasi banyak orang. Neslon Mandela, penyuka batik itu, karena omon-omonya, menjadi legenda tokoh dunia.

Dibelahan Eropah, tepatnya di Inggris ada Winston Churchill. Perdana Menteri Britania Raya ini memainkan peran kunci selama Perang Dunia II. Pidatonya yang memotivasi, termasuk “We Shall Fight on the Beaches,” dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah.

Belakang ada Barack Obama, pidatonya yang kita saksikan bersama, telah membawananya kekursi Kepresidenan Amerika selama dua periode. Presiden Amerika Serikat ini dikenal karena kemampuan berbicaranya yang memukau dan inspiratif. Pidato-pidatonya sering kali dianggap sebagai klasik modern, seperti pidatonya saat menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2009.

Bakso..bakso.. ini diksi yang telah memukau rakyat Indonesia, keluar dari omon-omon Obama saat berkunjung ke Jakarta. Itulah kemampuan omon-omon.

Dibelahan Asia ada Mahatma Gandhi, sosok ini jga jago omon-omon yang dikenang  sepanjang masa.  Pemimpin pergerakan kemerdekaan India ini dikenal karena filosofi ahimsa (ketidakkekerasan) dan pidatonya yang menginspirasi. Keterampilan berbicaranya memainkan peran penting dalam menggalang dukungan untuk perjuangannya.

Ah jangan dilupakan juga Malala Yousafzai.  Gadis muda belia, aktivis hak pendidikan perempuan asal Pakistan ini telah menyampaikan pesan penting tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan. Pidato-pidatonya menggugah dan memotivasi banyak orang.

Kita juga punya ustadz Abdul Shomad – yang setiap kali berdakwah didalam dan diluar negeri, selalu dijejali oleh ratusan ribu jamaah. Ia melegenda seperti alm KH. Zaenudin MZ.

Mereka semua memiliki kemampuan omon-omon dengan karismatik, memberikan pesan-pesan yang kuat, dan memotivasi perubahan dalam pikiran manusia serta masyarakat.

 

 

 

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ribuan Warga Nyatakan Dukungan Kepada Warga Palestina Dalam Unjuk Rasa di Jantung Ibu Kota Prancis.

Next Post

Jokowi Bantah Menghindari Undangan HUT PDIP dengan Melaksanakan Kunjungan ke Negara ASEAN

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Jokowi Bantah Menghindari Undangan HUT PDIP dengan Melaksanakan Kunjungan ke Negara ASEAN

Jokowi Bantah Menghindari Undangan HUT PDIP dengan Melaksanakan Kunjungan ke Negara ASEAN

Jubir AMIN: Ada Beberapa Permasalahan Belum Disampaikan Dalam Debat Capres Ahad Malam

Jubir AMIN: Ada Beberapa Permasalahan Belum Disampaikan Dalam Debat Capres Ahad Malam

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist