• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kemarahan Warga Jakarta: PKS dan Kekalahan di Pilkada 2024

Ali Syarief by Ali Syarief
December 10, 2024
in Feature, Pilkada
0
Kemarahan Warga Jakarta: PKS dan Kekalahan di Pilkada 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Pilkada Jakarta 2024 meninggalkan jejak yang mendalam bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kekalahan pasangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus bukan sekadar persoalan angka, tetapi mencerminkan kekecewaan dan kemarahan warga Jakarta, terutama pemilih setia Anies Baswedan. Geisz Chalifah, loyalis Anies, menyoroti bahwa salah satu penyebab utama kekalahan PKS adalah ketidakmampuannya mengantisipasi perubahan emosi politik di kalangan pendukung Anies.

PKS dan Kemarahan Warga Jakarta

Geisz Chalifah menilai bahwa langkah PKS yang mengalihkan dukungan dari Anies Baswedan kepada Ridwan Kamil-Suswono merupakan kesalahan besar. “Yang tidak diantisipasi oleh PKS adalah kemarahan warga Jakarta (pemilih Anies) ketika mereka mengalihkan dukungan dari Anies kepada Ridwan Kamil-Suswono. Itu faktor utamanya,” ujar Geisz pada Senin (9/12/2024).

Keputusan tersebut tidak hanya memengaruhi hasil Pilkada Jakarta tetapi juga menciptakan efek domino yang merugikan PKS. Geisz menyebut masuknya PKS ke dalam Koalisi Indonesia Maju Plus sebagai “gejala awal kekecewaan warga Jakarta pemilih Anies.” Langkah politik ini dinilai sebagai bentuk kompromi pragmatis yang justru menjauhkan PKS dari basis pemilih setianya.

Efek Tular ke Wilayah Sekitar

Geisz menambahkan bahwa dampak kekecewaan ini tidak hanya dirasakan di Jakarta, tetapi juga menyebar ke wilayah sekitar seperti Jawa Barat, Bekasi, dan Depok. “Kekecewaan itu tak hanya di Jakarta, tapi berdampak ke wilayah yang dekat Jakarta seperti Jawa Barat, Bekasi, Depok dan sebagainya. Suara kekecewaan itu mengalami efek tular,” jelas Geisz.

Efek domino ini menunjukkan bagaimana keputusan strategis PKS tidak hanya memengaruhi hasil Pilkada Jakarta tetapi juga memperlemah posisi mereka di daerah-daerah lain yang selama ini menjadi kantong suara.

Pernyataan PKS dan Evaluasi Kekalahan

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menilai bahwa menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam pesta demokrasi. Ia menyebut bahwa pasangan RIDO telah berjuang maksimal dan perolehan suara sebesar 39,40% merupakan capaian yang patut diapresiasi. “Kami di PKS bahagia karena kami merasakan semua kader bekerja keras mewujudkan kemenangan RIDO,” ujar Mardani.

Namun, Mardani juga mengakui bahwa dukungan Anies Baswedan kepada pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang diumumkan menjelang hari pencoblosan tidak diantisipasi dengan baik oleh PKS. “Tapi memang dukungan aktif Mas Anies di ujung agak lambat diantisipasi,” kata Mardani.

Pelajaran untuk PKS

Kekalahan PKS di Pilkada Jakarta adalah sinyal kuat bagi partai untuk mengevaluasi pendekatan politiknya. Bergabungnya PKS ke KIM Plus mungkin dilihat sebagai langkah strategis, tetapi pada kenyataannya, hal ini justru menciptakan jarak antara PKS dan pendukung setia Anies. Keputusan strategis yang terlalu pragmatis tanpa mempertimbangkan sentimen dan aspirasi pemilih dapat berujung pada hilangnya kepercayaan.

Pilkada Jakarta 2024 menjadi pelajaran bahwa kepercayaan rakyat adalah aset yang tak ternilai. Loyalitas rakyat, terutama pemilih Anies, tidak dapat dianggap remeh. Untuk kembali membangun dukungan, PKS perlu memperbaiki komunikasi politiknya dan memastikan bahwa langkah-langkah strategis ke depan lebih mencerminkan aspirasi rakyat yang mereka wakili.

Ke depan, apakah PKS mampu mengembalikan kepercayaan pemilih setia Anies? Itu akan bergantung pada sejauh mana mereka mampu belajar dari kekalahan ini dan menyesuaikan langkah politik mereka dengan harapan rakyat. Yang pasti, suara rakyat tetap menjadi penentu utama dalam panggung politik, baik di Jakarta maupun wilayah lainnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indonesia Awali Piala AFF 2024 dengan Kemenangan 1-0 atas Myanmar

Next Post

Dorong Penguatan Toleransi, Setara Institute Tawarkan Dokumen Rencana Aksi Pembangunan Ekosistem Toleransi

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Begal Marak di Bandung?
Feature

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”
Feature

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?
Feature

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Next Post
Dorong Penguatan Toleransi, Setara Institute Tawarkan Dokumen Rencana Aksi Pembangunan Ekosistem Toleransi

Dorong Penguatan Toleransi, Setara Institute Tawarkan Dokumen Rencana Aksi Pembangunan Ekosistem Toleransi

Aipda Robig Zainuddin Terungkap Tembak Pelajar SMKN 4 Semarang Saat Sedang Melintas

Aipda Robig Zainuddin Terungkap Tembak Pelajar SMKN 4 Semarang Saat Sedang Melintas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026
Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

Ketika Yusuf Mansur Menyebutnya “Adem”, Al-Qur’an Berkata: “Jangan Mengeraskan Suara”

July 31, 2026
Setelah Lembong di Penjara Anies Menyusul?

Ada Apa? Mengapa Penyidik Tak Kunjung Menjemput Paksa Ahmad Khozinudin?

July 31, 2026
Ketika MBG Jadi Biang Kerok Amuk Massa Pati

Putusan MK : Anggaran MBG Melanggar Konstitusi

July 31, 2026

Mengubah Sunset Menjadi Sunrise Business (Peran Induk Koperasi sebagai Holding Company, Pembina sekaligus Resources Management)

July 31, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Begal Marak di Bandung?

Mengapa Begal Marak di Bandung?

July 31, 2026
Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

Momen Tak Terduga di Milad Isti Nugroho: ‘Bismillah’ Hariman Siregar Bikin Bursah Zarnubi Kaget.

July 31, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist