• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kembali ke UUD 1945 Asli: Menemukan Koordinat Awal Bangsa

fusilat by fusilat
September 17, 2025
in Feature, Politik
0
Kembali ke UUD 1945 Asli: Menemukan Koordinat Awal Bangsa
Share on FacebookShare on Twitter

Ditulis Oleh Ali Syarief – Point – point pendapat Dr. Hendarjit

Ada sebuah pelajaran sederhana namun dalam dari pengalaman kita di jalan raya. Ketika seharusnya kita berbelok di perempatan pertama, tetapi justru memilih untuk terus melaju lurus, perjalanan kita bukannya mendekatkan pada tujuan, melainkan semakin menjauh. Semakin jauh kita melaju, semakin tersesatlah kita. Dalam situasi itu, pilihan paling bijak bukanlah terus memaksa diri maju ke depan, melainkan kembali terlebih dahulu ke titik koordinat awal. Analogi ini relevan untuk menjawab pertanyaan besar tentang arah bangsa Indonesia hari ini. Titik koordinat awal itu tak lain adalah Undang-Undang Dasar 1945 Asli, yang lahir sebagai fondasi Orde Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pertanyaan “haruskah kita kembali ke UUD 1945?” sesungguhnya tak bisa dijawab tanpa lebih dahulu mengajukan pertanyaan yang lebih fundamental: “apa kesalahan strategis Indonesia pasca-Reformasi?” Di sinilah akar persoalan bangsa perlu diurai.

Kesalahan strategis itu bukan sekadar maraknya praktik korupsi. Persoalan jauh lebih mendasar: sistem politik hasil Reformasi itu sendiri telah menjelma menjadi pabrik korupsi. Mekanisme rekrutmen pejabat publik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif telah membentuk mindset yang permisif terhadap praktik melanggengkan kepentingan korporasi asing maupun konglomerasi lokal. Dalam konstruksi sistem ini, kewenangan publik yang mestinya dijalankan untuk rakyat, justru dilegalkan untuk diserahkan kepada kepentingan modal.

Sebagai konsekuensi, produk hukum dan perundang-undangan yang lahir lebih sering berpihak pada korporasi atau konglomerasi ketimbang pada rakyat. Situasi ini diperparah dengan pandangan keliru bahwa modernisasi dan globalisasi meniscayakan penyingkiran kearifan lokal. Padahal, yang disebut modernisasi dan globalisasi itu acapkali hanya menjadi wajah baru kolonialisme dan imperialisme. Dengan menafikan kearifan lokal, bangsa ini justru kehilangan benteng terakhirnya dalam menghadapi arus besar global yang sarat jebakan.

Kembali ke UUD 1945 Asli bukanlah romantisme masa lalu atau kerinduan pada sistem otoriter seperti di era Orde Baru. Kembali ke UUD 1945 Asli berarti kembali ke Orde Proklamasi 17 Agustus 1945. Kembali untuk menemukan kembali Indonesia dalam wujud yang murni, sehingga kita mampu mengurai benang kusut krisis multi-dimensi hari ini sekaligus menyiapkan masa depan bangsa dengan arah yang lebih jernih.

Penutup dari refleksi ini mungkin berbeda dengan sebagian besar pandangan yang berkembang di ruang publik. Kita tidak kembali ke UUD 1945 Asli semata karena demokrasi hari ini telah dibajak oleh oligarki. Lebih dalam dari itu, oligarki sendiri adalah anak kandung dari demokrasi versi Reformasi yang salah arah. Inilah alasan paling mendasar mengapa bangsa ini harus berani kembali ke koordinat awal: UUD 1945 Asli. Dari sanalah kita bisa menapaki lagi jalan yang benar, jalan yang mengantarkan kita pada cita-cita proklamasi yang hingga kini masih menjadi utang sejarah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jangan Hanya Karena Foto dengan Hasto, Klien Kami Jadi Sasaran?

Next Post

DEMOKRASI PANCASILA, DEMOKRASI YANG BERMARTABAT

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
DEMOKRASI PANCASILA, DEMOKRASI YANG BERMARTABAT

DEMOKRASI PANCASILA, DEMOKRASI YANG BERMARTABAT

Ijazah, Kesetaraan, dan Legitimasi Politik: Studi Kasus Gibran Rakabuming Raka

Ijazah, Kesetaraan, dan Legitimasi Politik: Studi Kasus Gibran Rakabuming Raka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...