Jakarta, Fusilatnews. – Selama ini, Hari Raya Imlek selalu jatuh antara Januari atau Februari. Tahun lalu, Imlek jatuh pada 25 Januari sementara tahun ini pada Jumat (12/2/2021). Jika diperhatikan lebih lanjut, setiap kali Imlek dirayakan, hujan akan turun. Hal tersebut mungkin membuat sebagian orang bertanya mengapa setiap Imlek selalu hujan.
Guru Besar Studi China Universitas Indonesia (UI) Hermina Sutami mengatakan bahwa menurutnya hujan yang turun setiap Imlek adalah faktor cuaca. “Saya pikir faktor cuaca. BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) yang tahu jawaban mengapa bulan Januari-Februari selalu hujan. Karena kalender Imlek juga pakai peredaran matahari, makanya perayaan Tahun Baru China ini tidak pernah maju terus,” ungkapnya dikutip dari Kompas.com, Senin (16/2/2021).
Mengutip National Geographic, Rabu (18/2/2015), Tahun Baru Imlek ditetapkan berdasarkan kalender Tionghoa yang memadukan sistem penanggalan matahari dan sistem penanggalan bulan.
Sekretaris Dewan Rohaniawan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia pada saat itu, Budi S Tanuwibowo, mengatakan dalam wawancara tahun 2015 bahwa Hari Raya Imlek sehausnya disebut Imyanglek atau tahun bulan dan matahari. Penggabungan dilakukan karena bulan dan matahari sama-sama punya arti penting bagi masyarakat Tionghoa.
Sebab, perubahan penampakan bulan mudah diamati dan jadi penanda kedatangan pasang surut air laut. Sementara matahari menunjukkan pergantian musim dan memberi petunjuk kedatangan waktu bertanam. Dua sistem tersebut dipadukan dengan cara menjadikan penentuan panjang tahun dalam kalender Tionghoa memakai sistem penanggalan matahari, namun penghitungan bulan memakai sistem penanggalan bulan.
Hujan membawa rezeki?
Bagi sebagian orang, turunnya hujan pada saat Imlek mungkin merupakan sebuah pertanda kabar gembira atau rezeki akan datang. Terkait anggapan tersebut, Hermina menuturkan, hal tersebut berhubungan dengan filosofi mereka. Sama halnya dengan anggapan bahwa hujan yang turun pada hari perkawinan dipercaya akan membawa banyak rezeki.
Hal yang sama juga dituturkan oleh Ko Eng yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Yayasan Amurva Bhumi dalam wawancara tahun 2015. “Memang sudah identik hujan, ya memang sudah bulannya. Harinya pasti jatuh pas musim hujan, ya pasti hujan,” ujarnya.
Dia meyakini hujan saat Imlek karena faktor cuaca yang sedang memasuki musim hujan dan tidak berkaitan dengan datangnya rezeki. (F-2)


























