• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kepemimpinan Jokowi: Antara Otoritarianisme, Nepotisme, dan Pelanggaran Konstitusi

Disaikan Dari Desertasi Hasto Kristianto

Ali Syarief by Ali Syarief
December 11, 2024
in Feature, Politik
0
Hubungan Jokowi dan PDIP: Mengurai Isyarat Kudatuli
Share on FacebookShare on Twitter

Kepemimpinan Joko Widodo, atau Jokowi, telah menorehkan jejak kontroversial di panggung politik Indonesia. Dalam era pemerintahannya, banyak pihak menilai bahwa Jokowi mengedepankan gaya kepemimpinan yang otoriter, penuh manipulasi hukum, dan sarat nepotisme. Salah satu bukti paling nyata adalah perubahan aturan konstitusi yang terkesan dipaksakan untuk mengakomodasi kepentingan keluarganya, terutama dalam konteks politik Pemilu 2024.

Putusan Mahkamah Konstitusi dan Jalan Gibran Menuju Kekuasaan

Salah satu momen paling krusial yang memperlihatkan pengaruh Jokowi dalam merombak tatanan demokrasi adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90. Putusan ini mengubah syarat usia minimal calon presiden dan wakil presiden dari 40 tahun menjadi mencakup individu yang “pernah atau sedang menduduki jabatan melalui pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah.” Perubahan ini membuka jalan bagi putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, yang baru berusia 36 tahun, untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.

Langkah ini memunculkan pertanyaan serius tentang integritas dan independensi lembaga hukum di bawah pemerintahan Jokowi. MK, sebagai penjaga konstitusi, seharusnya menjadi benteng terakhir dalam melindungi aturan hukum. Namun, dalam kasus ini, putusannya menimbulkan persepsi bahwa lembaga tersebut tunduk pada tekanan politik demi mengakomodasi agenda pribadi penguasa.

Nepotisme dalam Panggung Politik

Keputusan Gibran untuk maju mendampingi Prabowo semakin memperkuat dugaan nepotisme dalam pemerintahan Jokowi. Fenomena ini mengkhianati janji awal Jokowi sebagai pemimpin yang bersahaja dan mengutamakan kepentingan rakyat. Sebaliknya, kini terlihat upaya untuk menjadikan kekuasaan sebagai alat memperluas dominasi keluarga dan jaringan politiknya.

Dalam sistem politik demokrasi yang sehat, meritokrasi dan kompetensi harus menjadi landasan utama. Namun, naiknya Gibran ke panggung kekuasaan, meskipun memenuhi syarat secara formal, menunjukkan bahwa koneksi politik dan pengaruh keluarga masih menjadi faktor dominan.

PDI Perjuangan dan Ketahanan Politik

Di sisi lain, ketahanan PDI Perjuangan juga menjadi sorotan dalam Pemilu 2024. Dalam disertasinya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyoroti tantangan yang dihadapi partai tersebut setelah putusan MK Nomor 90. PDI Perjuangan, yang selama ini menjadi pendukung utama Jokowi, mendapati diri mereka harus bersaing dengan kekuatan baru yang diusung oleh Prabowo-Gibran.

Namun, di balik analisis akademis Hasto mengenai ketahanan partai, tak dapat dipungkiri bahwa posisi partai berlambang banteng ini melemah akibat dinamika politik yang penuh konflik internal dan strategi yang terkesan terbelah.

Otoritarianisme yang Terselubung

Kritik terhadap gaya kepemimpinan Jokowi juga tidak lepas dari isu otoritarianisme. Dalam upaya mempertahankan kekuasaan, berbagai kebijakan strategis dan penunjukan politik diwarnai oleh sikap yang mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi. Penggunaan institusi negara untuk memperkuat kontrol dan mengeliminasi oposisi menjadi pola yang semakin mencolok dalam pemerintahannya.

Menutup Catatan Era Jokowi

Dengan pelantikan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029, pemerintahan Jokowi akan berakhir dengan warisan yang penuh paradoks. Di satu sisi, ada pencapaian infrastruktur yang sering digembar-gemborkan, tetapi di sisi lain, ada luka dalam tatanan demokrasi akibat nepotisme, pelanggaran hukum, dan gaya kepemimpinan yang jauh dari ideal.

Ke depan, bangsa ini perlu merenungkan bagaimana mencegah pengulangan sejarah serupa. Demokrasi bukan hanya soal prosedur pemilu, melainkan juga penguatan institusi, penghormatan terhadap hukum, dan keberanian untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan keluarga atau golongan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Timnas Indonesia Tiba di Solo, Siap Tempur di Piala AFF 2024

Next Post

Kronologi kisruh Berebut Jabatan Ketua Umum PMI

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan
Birokrasi

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026
Cross Cultural

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026
Next Post
Rencana Pertemuan JK Dan Megawari Segera Dijadwalkan, Sekarang Sibuk Konsolidasi Internal,

Kronologi kisruh Berebut Jabatan Ketua Umum PMI

Kejagung Berencana Periksa Para Mantan Mendag Pengganti Tom Lembong

Afung Divonis Bebas Dalam Kasus Dugaan Korupsi Timah, Kejagung Langsung Kasasi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

MENGGUGAT ETIKA KELUARGA DALAM RUANG NEGARA

April 27, 2026
Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

Prabowo Lantik 6 Pejabat Baru Kabinet Merah Putih di Istana Negara

April 27, 2026
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist