• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kesadaran dari Pulau Sunyi, Ironi dari Kota Berijazah

Asap dari MOTAH Racun

Ali Syarief by Ali Syarief
January 4, 2026
in Crime, Feature, Lingkungan Hidup
0
Kesadaran dari Pulau Sunyi, Ironi dari Kota Berijazah
Share on FacebookShare on Twitter

Di penghujung akhir tahun 2025, saya menginjakkan kaki di Pulau Rinca, Flores. Sebuah pulau kecil yang penduduknya sangat terbatas, terisolasi dari hiruk-pikuk kota, dan secara formal hanya memiliki akses pendidikan sampai tingkat sekolah dasar. Tak ada gedung bertingkat, tak ada seminar lingkungan, apalagi jargon “pembangunan berkelanjutan” yang biasa diperdengarkan di kota-kota besar.

Namun justru di pulau sunyi itulah saya dikejutkan oleh sebuah papan kecil, sederhana, nyaris tak mencolok, bertuliskan: “Laut Bukan Tempat Sampah.”

Kalimat itu pendek. Tak akademis. Tak disertai logo lembaga donor atau cap universitas ternama. Tetapi maknanya menampar keras kesadaran saya. Di tempat yang oleh banyak orang sering dilabeli “tertinggal” dan “kurang berpendidikan tinggi”, justru tumbuh kesadaran ekologis yang jujur dan utuh. Kesadaran yang, ironisnya, sering kali kalah jauh dibanding mereka yang bergelar sarjana—bahkan S1 hukum—namun menjadi sponsor, pembenar, atau pelaku langsung pengrusakan alam.

Kontras itu semakin menyakitkan ketika saya kembali ke kota.

Di Kelurahan Isola, Kota Bandung—yang disebut-sebut sebagai aset Pemerintah Kota Bandung—berdirilah sebuah bangunan bernama MOTAH (Mesin Pemusnah Sampah). Sebuah proyek yang katanya lahir dari semangat pengelolaan sampah modern, namun justru memamerkan kegagalan berpikir ekologis yang telanjang.

Posisi di RT 01/01 Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari – Kota bandung

Bangunan MOTAH didirikan secara ilegal. Lokasinya ditunjuk tanpa dasar hukum yang jelas. Tak ada transparansi perizinan, tak ada kajian lingkungan yang memadai. Proses pembakaran sampah plastik dan sampah lainnya berlangsung tanpa sistem perlindungan lingkungan yang layak. Asap hitam hasil pembakaran menyebar ke mana-mana, mengandung racun dari plastik yang dibakar, dibiarkan begitu saja mengancam kesehatan warga sekitar.

Bahaya asap sampah plastik bukan sekadar teori buku teks. Ia nyata, ia terhirup, ia masuk ke paru-paru anak-anak dan orang tua. Namun semua itu seolah dianggap risiko kecil atas nama “uji coba”.

Akibatnya tak berhenti di udara. Serangan lalat semakin masif. Lingkungan memburuk. Wilayah RT 01/RW 01 Isola perlahan berubah menjadi tempat pembuangan sampah dari wilayah lain—bukan karena kesepakatan warga, melainkan karena keputusan sepihak yang mengorbankan ruang hidup mereka.

Ketika dipertanyakan, Lurah Isola menyatakan bahwa MOTAH masih dalam tahap uji coba, yang ironisnya telah berjalan hingga bulan keempat.

Empat bulan uji coba dengan asap beracun.
Empat bulan uji coba dengan lalat dan bau.
Empat bulan uji coba dengan kesehatan warga sebagai taruhannya.

Di titik inilah ironi itu menjadi sempurna.

Di Pulau Rinca, yang hanya memiliki SD, warga tahu bahwa laut bukan tempat sampah. Di Isola, yang dikelilingi kampus, gelar akademik, dan bahasa teknokratis, justru lingkungan dikorbankan dengan dalih inovasi. Yang satu menjaga alam dengan kesadaran, yang lain merusaknya dengan proposal.

Esai ini bukan tentang menolak teknologi, bukan pula tentang menafikan pentingnya pengelolaan sampah. Ini tentang siapa yang paling beradab dalam memperlakukan lingkungan. Dan jawaban itu, sayangnya, tidak selalu datang dari mereka yang paling tinggi pendidikannya, tetapi dari mereka yang paling jujur hubungannya dengan alam.

Pulau Rinca mengajarkan satu hal sederhana:
kesadaran tidak membutuhkan mesin canggih, cukup nurani yang hidup.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Prabowo Mengolok Dirinya Sendiri

Next Post

Bali Sepi Saat Tahun Baru: Gelombang Turis Tetap Ada, tapi Keramaian Menyuburkan Kesenjangan

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Bali Sepi Saat Tahun Baru: Gelombang Turis Tetap Ada, tapi Keramaian Menyuburkan Kesenjangan

Bali Sepi Saat Tahun Baru: Gelombang Turis Tetap Ada, tapi Keramaian Menyuburkan Kesenjangan

Keadilan Anak Tiri

Keadilan Anak Tiri

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...