• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

Ali Syarief by Ali Syarief
July 24, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT
Share on FacebookShare on Twitter

Bahasa bukan sekadar rangkaian kata. Di tangan seorang Presiden, bahasa adalah kebijakan. Ia membentuk persepsi, mengarahkan opini, bahkan menentukan arah kehidupan demokrasi. Karena itu, setiap kata yang keluar dari mulut seorang kepala negara memiliki bobot yang jauh melampaui pidato biasa.

Ketika Presiden Prabowo Subianto menyebut wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai “Londo Ireng”, publik tidak mendengarnya sebagai ungkapan spontan seorang politisi. Publik mendengarnya sebagai suara negara.

Istilah Londo Ireng bukanlah istilah netral. Dalam sejarah Indonesia, ia merupakan sebutan bagi pribumi yang dianggap menjadi kaki tangan penjajah Belanda—orang-orang yang mengkhianati bangsanya sendiri demi kepentingan kolonial. Sebuah label yang sarat makna, bahkan stigma.

Persoalannya bukan terletak pada hak Presiden untuk mengkritik. Dalam demokrasi, pemerintah pun berhak membantah kritik, meluruskan informasi, bahkan mengungkap adanya kepentingan asing jika memang memiliki bukti. Namun, persoalan muncul ketika kritik itu berubah menjadi pelabelan terhadap kelompok-kelompok yang justru merupakan pilar demokrasi.

Wartawan, pengamat, dan LSM bukanlah musuh negara. Mereka adalah bagian dari mekanisme pengawasan yang justru dibutuhkan agar kekuasaan tetap berjalan dalam rel konstitusi. Pers menjalankan fungsi kontrol sosial. Akademisi memberikan analisis. Organisasi masyarakat sipil mengawasi jalannya pemerintahan dari luar struktur negara. Ketiganya lahir bukan untuk menyenangkan pemerintah, melainkan untuk memastikan pemerintah tidak menyimpang dari kepentingan rakyat.

Demokrasi tidak tumbuh dari pujian yang terus-menerus. Demokrasi tumbuh dari keberanian menerima kritik.

Sejarah dunia menunjukkan bahwa kekuasaan yang kehilangan kritik perlahan kehilangan kompas. Karena itulah, pemikir Inggris, Lord Acton, mengingatkan bahwa “Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Kekuasaan cenderung menyimpang, dan kekuasaan yang tidak memiliki pengawasan akan menyimpang secara mutlak.

Justru karena Presiden memiliki kekuasaan yang besar, maka kritik terhadap Presiden menjadi semakin penting. Kritik bukan ancaman bagi negara. Kritik adalah mekanisme keselamatan negara.

Bahaya terbesar bukanlah ketika pemerintah dikritik. Bahaya terbesar adalah ketika masyarakat mulai takut mengkritik pemerintah.

Lebih jauh lagi, penggunaan istilah Londo Ireng berpotensi menciptakan dikotomi yang keliru: seolah-olah hanya ada dua pilihan—mendukung pemerintah berarti patriot, sedangkan mengkritik pemerintah berarti antek asing. Cara berpikir seperti ini tidak sejalan dengan semangat demokrasi.

Patriotisme tidak diukur dari seberapa keras seseorang memuji pemerintah. Patriotisme diukur dari kesetiaannya kepada bangsa, konstitusi, dan kepentingan rakyat. Bahkan, dalam banyak peristiwa sejarah, justru para pengkritiklah yang kemudian dikenang sebagai penyelamat bangsa. Mereka mengingatkan ketika kekuasaan mulai melenceng, bukan karena membenci negaranya, melainkan karena terlalu mencintainya.

Pers Indonesia lahir dari tradisi perjuangan. Sejak masa pergerakan nasional, surat kabar menjadi alat melawan kolonialisme. Banyak wartawan dipenjara, dibuang, bahkan kehilangan nyawa demi memperjuangkan kemerdekaan. Menyederhanakan profesi wartawan sebagai kelompok yang patut dicurigai hanya karena menjalankan fungsi kritik tentu berisiko mengaburkan sejarah panjang tersebut.

Hal yang sama berlaku bagi banyak akademisi dan organisasi masyarakat sipil. Tidak sedikit di antara mereka yang justru menjadi mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan, mengawasi anggaran, memberantas korupsi, memperjuangkan hak masyarakat adat, menjaga lingkungan, hingga membela kelompok rentan. Menyamakan seluruhnya dalam satu label yang bernada peyoratif jelas tidak mencerminkan kompleksitas realitas.

Sebagai Presiden, Prabowo memiliki legitimasi politik yang kuat. Ia dipilih oleh rakyat melalui pemilu. Namun legitimasi itu justru membawa konsekuensi untuk menjaga ruang demokrasi tetap terbuka, termasuk ruang bagi kritik yang keras sekalipun.

Negara yang sehat bukanlah negara yang semua warganya sepakat dengan pemerintah. Negara yang sehat adalah negara yang mampu membiarkan perbedaan pendapat hidup tanpa rasa takut.

Pada akhirnya, seorang Presiden akan lebih dikenang bukan karena kerasnya pidato, melainkan karena kebesaran jiwanya menerima kritik. Sebab kritik yang jujur bukanlah upaya menjatuhkan pemerintah. Kritik adalah cermin yang menunjukkan apa yang tidak dapat dilihat oleh kekuasaan dari balik singgasananya.

Jika setiap suara yang berbeda dicurigai sebagai Londo Ireng, maka yang terancam bukan hanya kebebasan berbicara. Yang perlahan terkikis adalah kepercayaan bahwa demokrasi masih menyediakan ruang bagi perbedaan.

Dan ketika ruang itu mengecil, sesungguhnya yang kehilangan bukan wartawan, bukan pengamat, bukan pula LSM. Yang kehilangan adalah bangsa ini sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Reshuffle Kabinet “4L”
Feature

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026
Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu
Feature

Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

July 24, 2026
Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri
Feature

Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

July 24, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026
Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

Hidayah Itu Hanya Sampai kepada Orang yang Berilmu

July 24, 2026
Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

Esensi Berislam: Ketika Akal Menemukan Tuhan, Hati Menemukan Diri

July 24, 2026

Mizan: Ketika Siklus Alam Menjadi Inspirasi Siklus Kekayaan (Refleksi Surah Ar-Rahman tentang Keseimbangan Kehidupan Sosial dan Ekonomi)

July 24, 2026

Integrasi Etika Kerja Islam dalam Meningkatkan Kesiapan Karier Berorientasi Masa Depan bagi Lulusan Baru (Fresh Graduates)

July 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Ketika Presiden Menyebut “Londo Ireng”

July 24, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

“Londo Ireng” & “Wedhus Ireng” Prabowo

July 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...