• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Ketua Bappenas Pambudi ” Jokowi Gagal Mencapai Pertumbuhan Ekonomi”

Ali Syarief by Ali Syarief
November 18, 2024
in Feature
0
Ketua Bappenas Pambudi ” Jokowi Gagal Mencapai Pertumbuhan Ekonomi”
Share on FacebookShare on Twitter

Pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ekonomi Indonesia mengalami berbagai tantangan yang berujung pada perdebatan mengenai pencapaian indikator-indikator pertumbuhan ekonomi. Ketua Bappenas, Pambudi, dalam sebuah diskusi kritis mengungkapkan bahwa ada empat indikator utama yang seharusnya menjadi tolok ukur keberhasilan pertumbuhan ekonomi, namun sayangnya, keempat indikator tersebut tidak tercapai di era pemerintahan Jokowi.

Pertama, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu janji utama Jokowi adalah mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7% per tahun. Namun, realitasnya, angka pertumbuhan rata-rata hanya berkisar di angka 5%. Bahkan, pandemi COVID-19 semakin memperparah situasi ini, mengakibatkan kontraksi ekonomi yang signifikan pada tahun 2020. Ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola sektor-sektor kunci seperti industri manufaktur dan pengembangan teknologi turut menjadi faktor penghambat pencapaian target ini.

Kedua, penurunan tingkat kemiskinan. Di awal periode pertama, Jokowi berjanji menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan. Walaupun ada penurunan yang terlihat sebelum pandemi, peningkatan angka kemiskinan kembali terjadi di masa-masa sulit pasca-pandemi. Menurut Pambudi, program-program bantuan sosial yang diluncurkan pemerintah belum mampu memberikan dampak jangka panjang yang signifikan dan seringkali hanya bersifat reaktif. Ketergantungan terhadap bantuan ini menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan masih rentan dan belum ditopang oleh fondasi ekonomi yang kuat.

Ketiga, ketimpangan ekonomi yang diukur melalui koefisien Gini. Meskipun sempat ada perbaikan pada koefisien Gini, ketimpangan pendapatan di Indonesia tetap menjadi isu krusial. Program redistribusi aset, reformasi agraria, dan kebijakan lainnya belum mampu menyentuh akar permasalahan ketimpangan. Pambudi menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dikejar oleh pemerintah lebih sering menguntungkan kelompok tertentu, sementara akses terhadap peningkatan kualitas hidup masih sulit dijangkau oleh masyarakat berpendapatan rendah.

Keempat, penciptaan lapangan kerja. Salah satu janji Jokowi yang paling sering diulang adalah komitmen untuk menciptakan lapangan kerja baru. Meskipun berbagai program padat karya dan kebijakan investasi dicanangkan, dampaknya terhadap penciptaan lapangan kerja berkualitas tetap minim. Angka pengangguran, terutama di kalangan muda, masih tinggi. Pambudi menegaskan bahwa kebijakan yang diterapkan sering kali tidak selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang terus berkembang dan perubahan di era digital.

Kritik dari Ketua Bappenas ini menggarisbawahi bahwa meskipun pembangunan infrastruktur besar-besaran yang dijalankan di era Jokowi patut diapresiasi, hal tersebut belum mampu membawa dampak langsung yang signifikan terhadap indikator-indikator utama pertumbuhan ekonomi. Dalam pandangan Pambudi, kebijakan ekonomi yang diterapkan kurang berfokus pada penguatan sektor-sektor fundamental yang mampu meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Kesimpulannya, kegagalan untuk mencapai empat indikator utama tersebut menunjukkan bahwa upaya pembangunan ekonomi yang dilakukan selama era Jokowi perlu evaluasi menyeluruh. Pemerintah selanjutnya harus belajar dari kekurangan ini dengan mengadopsi kebijakan yang lebih holistik dan berorientasi pada pemerataan hasil pertumbuhan ekonomi.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Partai-Partai Berevolusi Menjadi Perusahaan Keluarga Dikendalikan Oleh Segilintir Orang

Next Post

Gugatan Praperadilan Tom Lembong Hari Ini Mulai Gelar Sidang

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Peran Tom Lembong di Kasus Korupsi Impor Gula yang Rugikan Negara Rp400 M Diungkap Kejagung

Gugatan Praperadilan Tom Lembong Hari Ini Mulai Gelar Sidang

Presiden Prabowo Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Palestina

Presiden Prabowo Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Palestina

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist