Jakarta-FusilatNews – Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Mukhamad Misbakhun, merespons pernyataan Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Satori, yang menyebut semua anggota Komisi XI turut menerima program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI). Misbakhun menjelaskan bahwa program ini, yang dikenal sebagai Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), sudah berjalan sejak lama dan memiliki mekanisme yang jelas.
“Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) itu sudah ada sejak puluhan tahun. Program ini tercantum dalam Anggaran Tahunan Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian dan pemberdayaan masyarakat oleh institusi bank sentral. Bank Indonesia menyiapkan anggaran khusus untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Misbakhun, Minggu (29/12/2024).
Menurut Misbakhun, program PSBI dapat diakses oleh kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga yayasan yang mengajukan proposal kepada BI. Dalam konteks daerah pemilihan (dapil) anggota Komisi XI, keterlibatan anggota hanya sebatas menyaksikan penyaluran bantuan.
“Ketika kelompok masyarakat atau yayasan dari dapil anggota mengajukan proposal dan diterima, anggota Komisi XI hanya menjadi saksi saat bantuan disalurkan oleh Bank Indonesia ke penerima di dapilnya,” jelas Misbakhun.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada aliran dana PSBI melalui rekening pribadi anggota DPR. Seluruh penyaluran dilakukan langsung dari rekening BI ke rekening yayasan penerima bantuan.
“Seluruh dana PSBI disalurkan langsung dari rekening Bank Indonesia ke rekening yayasan penerima. Prosesnya diawali dengan survei dan verifikasi oleh tim independen yang ditunjuk oleh Bank Indonesia untuk memastikan tata kelola program ini berjalan dengan baik,” tambahnya.
Kasus Korupsi CSR BI dan Pernyataan Satori
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Satori terkait kasus dugaan korupsi dana CSR BI. Usai pemeriksaan, Satori mengaku bahwa dana CSR tersebut digunakan untuk kegiatan sosialisasi di dapilnya dan disalurkan melalui yayasan.
“Programnya? Programnya kegiatan sosialisasi di dapil,” ujar Satori di Gedung KPK, Jumat (27/12).
Satori juga menyebut bahwa seluruh anggota Komisi XI menerima program serupa.
“Semuanya, semua anggota Komisi XI dapat program itu, bukan cuma saya,” ungkapnya.
KPK masih mendalami kasus ini untuk mengungkap potensi penyimpangan dalam penyaluran dana CSR BI.





















