• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Sebuah Kebanggaan “Ketika UGM Memiliki Jokowi dan UI Ada Bahlil”

Ali Syarief by Ali Syarief
December 30, 2024
in Feature, Tokoh
0
Sebuah Kebanggaan “Ketika UGM Memiliki Jokowi dan UI Ada Bahlil”
Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia adalah negara yang penuh dengan keajaiban. Tidak hanya soal panorama alam yang menawan, tetapi juga soal kemampuan bangsa ini mencetak pemimpin yang “unik.” Kali ini, mari kita beri tepuk tangan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI), dua perguruan tinggi kebanggaan bangsa, atas kontribusinya melahirkan tokoh-tokoh “visioner” seperti Joko Widodo dan Bahlil Lahadalia.

Jokowi: Sarjana Pertanian yang Membuat Kita Semua Bertanya-tanya
Sebagai alumni Fakultas Pertanian UGM, Joko Widodo adalah representasi sempurna dari bagaimana gelar akademik tidak selalu mencerminkan keahlian di bidang yang ditekuninya. Dengan latar belakang pertanian, siapa sangka beliau justru memilih jalur yang sama sekali “tidak berhubungan”—menjadi presiden yang lebih dikenal karena pembangunan jalan tol dan ibu kota baru daripada reformasi agraria atau swasembada pangan?

Di bawah kepemimpinan beliau, Indonesia yang dahulu dikenal sebagai lumbung pangan kini terpaksa mengimpor garam, jagung, dan beras. Mungkin ini adalah wujud interpretasi kreatif atas ilmu pertanian yang beliau pelajari. Bagaimana caranya seorang sarjana pertanian bisa mengawasi runtuhnya ketahanan pangan nasional dengan tenang, sungguh patut dikagumi.

Bahlil: Ketika Gelar Doktor adalah Mimpi yang Tertunda
Kemudian, ada Bahlil Lahadalia, sang “calon doktor” dari Universitas Indonesia. Sayangnya, beliau sepertinya terlalu sibuk membuktikan bahwa gelar akademik tidak diperlukan untuk menciptakan sensasi politik. Dengan alasan yang tidak pernah jelas, gelar doktornya tertunda. Namun, jangan salah, penundaan ini justru menambah dimensi dramatis dalam perjalanan hidupnya. Bukankah lebih menarik memiliki figur yang bisa “menginspirasi” bahwa pendidikan formal hanyalah ornamen belaka dalam dunia politik?

Bahlil, dengan posisi strategisnya, telah membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi lebih penting daripada gelar. Sebagai contoh, kemampuannya untuk menjadi alat politik bagi pihak tertentu adalah bukti nyata fleksibilitas seorang pemimpin. Sungguh ironi, bahwa UI, yang dikenal sebagai universitas dengan standar akademik tinggi, memiliki calon doktor yang lebih dikenal karena kontroversinya dibandingkan kontribusinya.

UGM dan UI: Dua Pilar Pendidikan yang Patut Berbangga
Kita harus mengakui, UGM dan UI telah berhasil mencetak figur-figur yang “menghiasi” panggung politik nasional. Namun, alih-alih menjadi inspirasi, mereka justru sering menjadi bahan cibiran. Apakah ini cerminan keberhasilan pendidikan tinggi di Indonesia? Ataukah ini alarm keras bahwa ada sesuatu yang perlu dibenahi dalam sistem pendidikan dan seleksi pemimpin kita?

UGM, dengan tradisi panjangnya mencetak ahli pertanian, seolah membiarkan Jokowi menjadi simbol ironi: seorang sarjana pertanian yang gagal menyelamatkan sektor agraris Indonesia. Sementara itu, UI, dengan reputasi sebagai universitas terkemuka, tampaknya harus menanggung beban citra akibat “calon doktor” yang lebih sering tampil sebagai pelaku politik ketimbang intelektual.

Kesimpulan
Barangkali, ini adalah saatnya bagi kedua universitas ini untuk merefleksikan makna sebenarnya dari pendidikan. Jika pendidikan bertujuan mencetak pemimpin yang mampu memecahkan masalah bangsa, maka alumni seperti Jokowi dan Bahlil mungkin adalah pelajaran mahal bagi kita semua. Di tengah gemuruh kebanggaan atas reputasi internasional kedua kampus ini, muncul pertanyaan mendasar: apakah gelar dan prestise kampus benar-benar menjamin kualitas pemimpin? Ataukah justru kita yang terlalu mudah memberi gelar “kebanggaan” kepada mereka yang, sebenarnya, adalah wajah dari kegagalan kita sendiri?

Mari kita rayakan, dengan sedikit getir, bahwa di Indonesia, kehebatan universitas sering kali diuji bukan oleh apa yang dilakukan lulusannya, tetapi oleh apa yang gagal mereka lakukan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

22 Tahun KPK: Dari Harapan Besar (Penjarakan Besan Presiden SBY) hingga Bayang-Bayang Kemunduran (Laporan Anak Jokowi-Tak Digubris)

Next Post

UNTUK MU “BULOG BARU” !

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Next Post
Kala Para Pejabat Tinggi Negara Bingung Kenapa Minyak Goreng Menghilang di Pasar

UNTUK MU "BULOG BARU" !

Refleksi Akhir Tahun: Menyibak Makna “Undzur Nafsun Ma Tathaqaddamat Lighadin”

Refleksi Akhir Tahun: Menyibak Makna “Undzur Nafsun Ma Tathaqaddamat Lighadin”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...