• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

22 Tahun KPK: Dari Harapan Besar (Penjarakan Besan Presiden SBY) hingga Bayang-Bayang Kemunduran (Laporan Anak Jokowi-Tak Digubris)

Dididirikan Megawati - Dirusak Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
December 30, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
Pj Bupati Sorong Perintahkan Itjenkab Siapkan Titipan untuk Bos Besar di BPK
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,-Tepat pada 27 Desember 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) genap berusia 22 tahun. Lembaga ini lahir di tengah harapan besar rakyat Indonesia untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. KPK didirikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai jawaban atas desakan publik untuk memberantas korupsi yang sudah mengakar di berbagai lini kehidupan bangsa. Namun, dalam perjalanannya, KPK menghadapi dinamika yang tidak hanya menguji integritas lembaga ini, tetapi juga menggambarkan arah perjalanan demokrasi Indonesia.

Awal yang Menggugah Harapan

Di era awal keberadaannya, KPK menunjukkan taringnya. Lembaga ini berhasil menangkap dan memenjarakan para pejabat tinggi yang sebelumnya nyaris tak tersentuh oleh hukum. Salah satu momen bersejarah adalah ketika besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Aulia Pohan, dijadikan tersangka dan akhirnya dijatuhi hukuman oleh pengadilan. Keputusan itu membuktikan bahwa KPK tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum, sekalipun yang bersalah memiliki hubungan kekerabatan dengan penguasa.

Publik menyambut baik langkah-langkah tegas ini. KPK dianggap sebagai simbol keberanian dan harapan, lembaga yang menjadi benteng terakhir rakyat dalam menghadapi korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah setiap tahunnya.

Era Jokowi dan Perubahan UU KPK

Namun, harapan itu mulai memudar di era pemerintahan Joko Widodo. Pada 2019, Undang-Undang KPK direvisi dengan dalih memperkuat kelembagaan. Nyatanya, revisi tersebut justru dianggap banyak pihak sebagai upaya melemahkan KPK. Revisi itu, antara lain, menghilangkan independensi KPK dengan mengubah statusnya menjadi bagian dari eksekutif serta memperkenalkan Dewan Pengawas yang sering kali dianggap sebagai alat pengendali daripada pengawas.

Kinerja KPK pun mengalami penurunan drastis. Lembaga ini kehilangan daya gebraknya dalam menangani kasus-kasus besar, dan kepercayaan publik terhadapnya merosot tajam. Sejumlah laporan dugaan korupsi yang melibatkan lingkaran kekuasaan tidak ditindaklanjuti, termasuk laporan terhadap dua anak Presiden Jokowi terkait dugaan korupsi dan gratifikasi.

Ketimpangan Penegakan Hukum

Ketidakadilan dalam penegakan hukum oleh KPK di era ini menjadi perhatian utama. Jika pada masa lalu KPK tidak ragu menyeret tokoh besar ke meja hijau, kini keberanian itu tampak memudar. Laporan terhadap Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, dua anak Presiden Jokowi, terkait dugaan tindak pidana korupsi tidak mendapatkan kejelasan. Hal ini memunculkan kecurigaan publik bahwa KPK telah kehilangan independensinya dan berada di bawah bayang-bayang kekuasaan.

Refleksi 22 Tahun KPK

Di usia yang ke-22 ini, KPK seharusnya menjadi lembaga yang semakin kuat dan dipercaya publik. Namun, realitas menunjukkan sebaliknya. Bayang-bayang intervensi politik, revisi undang-undang, dan ketidakadilan penegakan hukum membuat KPK seolah kehilangan arah.

Momentum ini harus menjadi pengingat bagi bangsa Indonesia bahwa perjuangan melawan korupsi adalah tugas bersama. KPK yang dulu menjadi simbol harapan harus kembali diperjuangkan agar bisa berdiri tegak sebagai lembaga independen yang berani menindak siapa pun yang terlibat dalam praktik korupsi, tanpa pandang bulu.

Jika tidak, 22 tahun perjalanan KPK hanya akan menjadi catatan sejarah tentang harapan yang dihempaskan oleh kepentingan kekuasaan. Apa pun yang terjadi, rakyat Indonesia harus tetap menyalakan api perjuangan melawan korupsi, agar bangsa ini tidak hanya menjadi korban ketidakadilan, tetapi juga pelopor perubahan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketua Komisi XI DPR Tanggapi Pernyataan Satori soal CSR BI

Next Post

Sebuah Kebanggaan “Ketika UGM Memiliki Jokowi dan UI Ada Bahlil”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang
Kecelakaan

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Next Post
Sebuah Kebanggaan “Ketika UGM Memiliki Jokowi dan UI Ada Bahlil”

Sebuah Kebanggaan "Ketika UGM Memiliki Jokowi dan UI Ada Bahlil"

Kala Para Pejabat Tinggi Negara Bingung Kenapa Minyak Goreng Menghilang di Pasar

UNTUK MU "BULOG BARU" !

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Kejujuran Menang di Jepang, Mungkinkah di Indonesia?

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...