• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KH Hasyim Asy’ari, Pendiri NU yang Turut Melawan Penjajah

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
November 22, 2022
in Feature
0
KH Hasyim Asy’ari, Pendiri NU yang Turut Melawan Penjajah

KH Hasyim Asy'ari, Pendiri Nahdlatul Ulama

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Alifia Putri Yudanti dan Ikko Anata

Jakarta – Indonesia memiliki segudang pahlawan nasional yang membantu usaha kemerdekaan negara ini. Salah satunya adalah K.H. Hasyim Asy’ari yang dikenal sebagai pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Biografinya pun dikisahkan dalam siniar Tinggal Nama musim keempat bertajuk “KH Hasyim Asy’ari: Fatwa Jihad NU” yang dapat diakses melalui tautan dik.si/TNHasyimAsyari.  

Sebagai pahlawan nasional, K.H. Hasyim Asy’ari juga dikenal sebagai tokoh yang mampu mengkonstruksikan pemikiran dan perilaku masyarakat Indonesia dengan konsep keberagamaan khas Indonesia. Di sisi lain, ia tetap berpegang teguh kepada khazanah Islam yang kuat.

Perjalanan Pendidikan

K.H. Hasyim Asy’ari K.H. Hasyim Asy’ari memiliki nama lengkap Muhammad Hasyim Asy’ari. Ia lahir dari kalangan elit kyai Jawa pada 14 Februari 1871 di Desa Gedang, Jombang, Jawa Timur. Ayahnya adalah pendiri pesantren Keras di Jombang, sementara kakeknya adalah kyai terkenal dan pendiri pesantren Gedang.

Pahlawan nasional ini mendapat pendidikan langsung dari ayah dan kakeknya sehingga ia memiliki hasrat yang besar untuk menuntut ilmu. Bahkan pada usia 15 tahun, K.H. Hasyim mulai mengembara ke berbagai pesantren di Pulau Jawa untuk memperdalam ilmu agama, seperti di Pesantren Wonocolo Jombang dan pesantren di Purbolinggo.

Setelah itu, K.H. Hasyim melanjutkan pendidikannya di Mekkah, bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji. Terutama ilmu hadis, salah satu bidang ilmu yang paling digemarinya. Selama di sana, ia pun berguru kepada ulama-ulama besar internasional. Setelah tujuh tahun lamanya di Mekkah melakukan ibadah haji dan belajar di lingkungan seperti pesantren, yaitu Masjidil Haram (Mekkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).

Ia kembali ke Nusantara (Indonesia) untuk mendirikan pesantren sendiri dan menghabiskan sebagian besar waktunya, digunakan untuk mengajar para santrinya di pesantren. Ia bahkah mengatur berbagai kegiatan politik dari pesantren.

Kisah Mendirikan NU dan Perjuangannya Melawan Penjajah

Terbentuknya NU dilatarbelakangi oleh penghapusan sistem khalifah oleh Republik Turki Modern dan berkuasanya rezim Mazhab Wahabi di Arab Saudi yang mengancam kelestarian Ahlussunnah wal Jama’ah. Akhirnya, pada 31 Januari 1926 diadakan musyawarah untuk mendirikan organisasi Islam Nahdlatul Ulama.

Sementara itu, kontribusinya dalam melawan penjajah adalah mampu membuat Belanda dan Jepang segan. Saat Belanda menjajah, K.H. Hasyim pernah diberi anugerah bintang jasa yang langsung ditolak olehnya. Pada masa Belanda pula, K.H. Hasyim pernah mengeluarkan fatwa jihad melawan penjajah, serta fatwa haram pergi haji dengan naik kapal milik Belanda.

Fatwa tersebut membuat Belanda kelimpungan karena memantik perlawan terhadap Belanda di berbagai tempat. Bahkan, fatwa haram menaiki kapal Belanda membuat banyak jemaah calon haji yang membatalkan keberangkatan ke tanah suci. Sementara itu, pada masa pendudukan Jepang, K.H. Hasyim pernah ditahan karena menolak melakukan penghormatan ke arah Tokyo setiap pagi.

Di masa-masa awal Indonesia merdeka, Belanda kembali ingin menduduki Indonesia. Untuk menyelamatkan kemerdekaan Indonesia, K.H. Hasyim bersama para ulama mengeluarkan resolusi jihad untuk melawan pasukan Belanda dan sekutu.

Resolusi jihad yang ditandatangani di Surabaya tersebut mampu membangkitkan semangat perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, fatwa jihad itu memunculkan gerakan perlawanan, seperti pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945.

Dengarkan kisah lengkap perjuangan K.H. Hasyim Asy’ari hanya melalui siniar Tinggal Nama di Spotify.

Kini, siniar Tinggal Nama sudah memasuki musim keempat yang berisi reka ulang kisah hidup para tokoh nasional yang mampu membuatmu terpukau! Ikuti siniarnya agar kalian tak tertinggal tiap ada episode terbarunya. Akses sekarang juga episode ini melalui tautan berikut https://dik.si/TNHasyimAsyari.

Dikutip dari Kompas.com, Senin 21 November 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terkini, Gempa Cianjur Tewaskan 46 Orang, 700 Terluka

Next Post

Putusan MK soal “Menteri Nyapres” dan Masa Depan Presidensialisme

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Feature

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026
Economy

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
Next Post
Putusan MK soal “Menteri Nyapres” dan Masa Depan Presidensialisme

Putusan MK soal "Menteri Nyapres" dan Masa Depan Presidensialisme

Sistem Pemenangan Partai Politik, Sisi Lain dari Pemilu 2024

Sistem Pemenangan Partai Politik, Sisi Lain dari Pemilu 2024

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Feature

Prabowo Mulai Panik!

by Karyudi Sutajah Putra
April 29, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah...

Read more
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Bom Waktu APBN-P 2026: Rupiah Jebol, Subsidi Meledak, Rakyat yang Nanggung

April 29, 2026
HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

HMI–KAHMI Ditegaskan Saling Terikat dalam Pembinaan Kader di Perguruan Tinggi

April 29, 2026
Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

Koperasi vs Ritel Raksasa: Perang yang Sudah Kalah Sebelum Dimulai

April 29, 2026

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026

Antara Pembatasan Gawai dan Pendidikan Digital

April 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist