FusilatNews- Situasi terkini imbas gempa bumi magnitudo (M) 5,6 di Cianjur. Data BNPB menyebutkan Sebanyak 46 orang dilaporkan meninggal, Sedangkan jumlah warga yang luka-luka sekitar 700an orang. “Yang meninggal 46 orang dan (pasien) terus berdatangan dari daerah,” ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman dikutip Kompas TV pada Senin sore pukul 16.10 WIB.
Herman menjelaskan, 700 pasien yang terluka datang dari sejumlah daerah. Saat ini pihaknya membutuhkan bantuan tenaga medis dan rumah sakit darurat.
Pendopo Cianjur dijadikan rumah sakit darurat. Warga terluka yang datang kebanyakan mengalami luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan akibat gempa Cianjur. Salah satu dokter yang paling dibutuhkan saat ini adalah dokter spesialis tulang. Hingga berita ini diturunkan, para pasien dirawat di sejumlah rumah sakit, salah satunya di RSUD Cianjur. Sejumlah pasien terus berdatangan ke sejumlah rumah sakit di Cianjur. “Kita masih terus menampung (pasien) karena akses jalan masih tertutupi. Kebanyakan pasien dari wilayah utara,” ujar Herman.
Jumlah ini masih kemungkinan terus bertambah karena masih banyak daerah terisolir yang belum berhasil dievakuasi.
Sebelumnya Merujuk data BNPB, warga di Cianjur merasakan guncangan cukup kuat selama 10-15 detik. Selain wilayah Cianjur, BPBD Kabupaten Bogor melaporkan dua rumah warga rusak. Guncangan gempa di wilayah ini dirasakan sedang 5-7 detik.
Kemudian BPBD Kota Sukabumi menginformasikan warganya merasakan guncangan cukup kuat selama 7 – 10 detik. “BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi,” mengutip siaran pers BNPB.
“Warga di wilayah terdampak gempa dapat melakukan pengecekan struktur bangunan apabila ingin memasuki rumahnya kembali.”






















