• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Khutbah Jumat di PBB New York

fusilat by fusilat
October 31, 2023
in Feature
0
Keragaman itu Keberkahan yang menantang

Photo : instagram.com/imamshamsiali/

Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Imam Shamsi Ali
SALAH satu jadwal khutbah rutin bulanan saya di Kota New York adalah khutbah Jumat ke-4 di Kantor Pusat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) New York. Jadwal yang saya anggap kehormatan ini telah saya mulai sejak tahun 1998 yang lalu. Ketika itu saya diminta menjadi khatib di PBB melalui Duta Besar (Wakil Tetap) RI untuk PBB, Bapak Makarim Wibisono. Saat itu saya masih bekerja sebagai staf lokal di Perwakilan Tetap RI untuk PBB New York.

Jumatan PBB diikuti oleh selain staf kantor pusat PBB, juga para diplomat muslim dari negara-negara Islam maupun non Islam. Ada sekitar 300-an yang hadir di saat salat Jumat itu. Para khatib juga beragam latar belakang. Ada dari Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan, dan saya sendiri berlatar belakang Asia, kebetulan dari Indonesia.

Khutbah Jumat kemarin, 27 Oktober, menjadi terasa sangat berbeda. Ada perasaan sedih, marah, tapi penuh harap. Tapi juga dibayang-bayangi perasaan khawatir, bahkan rasa ketidak berdayaan. Sehingga beberapa poin dari konten khutbah yang biasanya saya siapkan menjadi kurang terarah dan kurang sistimatis.

Jumatan kemarin juga bersamaan dengan pertemuan darurat Majelis Umum PBB membahas tentang krisis kemanusiaan di Gaza. Isu ini dalam beberapa hari sebelumnya telah dibahas di Dewan Keamanan PBB. Namun dalam tiga kali perdebatan resolusi gagal diadopsi karena Amerika dan Rusia sebagai anggota tetap DK PBB saling menveto.

Khutbah yang biasanya 25 menit saya persingkat menjadi hanya 20 menit. Maklum ada beberapa Duta Besar yang hadir di Jumatan itu. Mereka pastinya punya waktu yang singkat dan segera kembali ke acara perdebatan Majelis Umum PBB.

Dalam khutbah saya sampaikan beberapa poin. Mungkin tidak berlebihan  jika khutbah ini saya anggap sebagai pesan dan nasehat kepada umat, khususnya kalangan diplomat dan pejabat UN yang hadir. Di antara yang hadir ada Dubes Saudi, Nigeria, Malaysia, dan beberapa lainnya.

Satu, saya mengajak semuanya untuk merenung sejenak dan mencoba membangun rasa simpati atas apa yang menimpa saudara-saudara kita di Gaza pada menit itu. Kebetulan saat-saat itulah terjadi pemboman besar-benaran secara membabi buta oleh Israel di Gaza (27 Oktober malam waktu Gaza).

Dua, saya sampaikan bahwa jika anda masih merasakan kepedihan atas kepedihan dan penderitaan saudara-saudara kita di Gaza maka syukuri, karena itu adalah pertanda iman. Umat ini adalah satu umat dan “bagaikan satu tubuh. Ketika ada bagian tubuh yang sakit maka semua  anggota tubuh akan merasakan kepedihan itu”.

Tiga, saya menyampaikan bahwa tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina, khususnya Gaza adalah tragedi kemanusiaan yang paling tragis di abad 21. Abad yang diakui sebagai abad modern yang beradab (civilized).

Empat, jika saja kita punya secuil keimanan dan rasa kemanusiaan (sense of humanity) maka di hadapan umat ini  tak ada pilihan lain kecuali “wajib mendukung” perjuangan saudara-saudara kita di Palestina.

Lima, dukungan kita bukan berdasarkan emosi atau sentimen buta. Tapi terbangun di atas fondasi moral (moral ground), baik secara agama maupun secara hukum internasional.

Enam, kita mendukung karena baik secara agama maupun berdasarkan deklarasi Universal HAM (Universal declaration of human rights) menjamin proteksi kehidupan manusia (protection of humans life). Dalam agama kita kenal “membunuh satu jiwa bagaikan membunuh seluruh manusia”.

Tujuh, dukungan kita juga berdasarkan kepada kesepakatan Universal HAM maupun agama bahwa setiap manusia memilki hak kemuliaan (human dignity). Al-Qur’an menggariskan: “sungguh Kami (Allah) telah muliakan anak cucu Adam”.

Delapan, kita mendukung perjuangan bangsa Palestina juga karena baik pada pertimbangan HAM universal maupun ajaran agama hak setiap orang dan semua bangsa untuk merdeka dijamin. Secara agama kita yakini bahwa makna paling esensial dari laa ilaah illa Allah adalah kemerdekaan.

Sembilan, dukungan kita juga didorong oleh hak keadilan yang dijamin baik oleh HAM Universal maupun ajaran agama. Keadilan dalam Islam itu seolah hak Allah. Sehingga sifat keadilan Allah disebut dengan “al-adlu” (keadilan).

Sepuluh, dukungan kita untuk bangsa Palestina juga karena didorong oleh rasa solidaritas yang tinggi. Bagi umat Islam, solidaritas ini menjadi penting. Kerena selain didorong oleh solidaritas kemanusiaan, juga terbangun di atas dasar ukhuwah islamiyah.

Empat Pesan Penting

Saya mengakhiri khutbah saya dengan empat hal:

Satu, selain peperangan fisik yang sedang terjadi di Gaza, ada peperangan yang lebih luas lagi dan kejam. Itulah perang opini dan persepsi. Di sini media memilki kekuasaan yang luar biasa. Media bisa menghitamkan yang putih dan memutihkan yang hitam. Orang baik menjadi jahat. Orang jahat seolah menjadi baik.

Dua, dunia internasional sedang mempertontonkan kemunafikan secara terbuka dan tanpa malu-malu. Mereka mengkampanyekan keadilan, kesetaraan dan penghormatan kepada HAM. Tapi ketika semua itu harusnya diberikan kepada saudara-saudara kita bangsa Palestina, ternyata hanya menjadi slogan yang tidak bermakna.

Tiga, dengan tragedi pembantaian saudara-saudara kita di Gaza saat ini banyak hal yang terekspos dengan cara Allah. Salah satunya adalah pemboman dan penghancuran gereja di Gaza. Allah membuka realita kebohongan yang selama ini dibangun tentang umat ini yang dituduh tidak toleran dan anti nonmuslim. Kenyataannya berabad-abad saudara-saudara muslim kita di Gaza hidup berdampingan dengan umat Kristiani. Dan gereja mereka selama ini terjaga hingga dihancurkan oleh Israel.

Empat, tragedi kemanusiaan yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina saat ini harusnya dapat dijadikan sebagai “kalimah sawaa” atau common ground (pijakan bersama) untuk membangun kesatuan dan kebersamaan umat. Dan tidak kalah pentingnya urgensi bagi bangsa Palestina sendiri untuk membangun persatuan di tengah perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka.

Itulah beberapa hal yang saya sampaikan di khutbah Jumat kemarin di PBB. Setelah selesai Jumatan saya bersalaman dengan Duta Besar Saudi Arabia dan beberapa yang lain. Saya menyampaikan seperti yang juga saya singgung dalam khutbah saya: “we must do all we can do to help”.

Saya juga menyampaikan doa dan harapan kepada mereka: “Allahu yuqawwikum wa yuwaffiqukum ilaa kulli khaer wa solaah”.

Imam Shamsi Ali Presiden Nusantara Foundation

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Reformasi Menghasilkan Dinasti Jokowi?

Next Post

Cara Jokowi Mengasuh Anak “I Love My Sons”

fusilat

fusilat

Related Posts

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?
Feature

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026
Next Post
Cara Jokowi Mengasuh Anak “I Love My Sons”

Cara Jokowi Mengasuh Anak “I Love My Sons”

GOR Tangki Tempat Pertemuan Syahrul Yasin Limpo dan Firli Bahuri

Apa Dusta Firli Dalam Kasus Korupsi Kementan?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

Pariwisata Inklusif: Kebijakan Nyata atau Sekadar Ilusi?

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist