• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

KOK BISA, DEFISIT BERAS 2,8 JUTA TON

PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

by
January 24, 2024
in Economy, Feature
0
Bapanas Klaim Dua Pekan ke Depan Harga Beras Bisa Turun. Kelamaan
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA –  PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan awal tahun 2024 ini, kita akan defisit beras dengan angka yang cukup mengejutkan, sekitar 2,8 juta ton. Dari kerangka sample area yang dikeluarkan BPS suasana itu terjadi bulan Januari-Februari 2024. Itu kalau ditotal dari kebutuhan versus produksi, ada gap 2,8 juta ton. Padahal, untuk tahun lalu, kita masih surplus sekitar 700 ribu ton.

Kok bisa, defisit beras 2,8 juta ton ? Pertanyaan ini wajar mengemuka, mengingat begitu cepatnya perubahan dari surplus jadi defisit. Hal ini perlu disampaikan, karena berdasarkan pengalaman selama ini, jarang-jarang kita mengalami defisit. Data BPS selalu menyimpulkan jumlah produksi beras selalu lebih tinggi dari konsumsi masyarakatnya.

Bicara surplus atau defisit, umumnya akan berhubungan dengan produksi dan konsumsi. Secara sederhananya, jika produksi lebih tinggi dari konsumsi, kita katakan surplus. Sebaliknya, jika konsumsi lebih tinggi dari produksi, maka dikatakan defisit. Sebagai bangsa yang telah mampu mendapat Piagam Penghargaan dunia internasional soal swasembada beras, defisit beras bukanlah hal yang diinginkan.

Inilah sebetulnya, komitmen politik yang harus selalu dipegang, oleh siapapun petinggi bangsa, yang diberi mandat rakyat untuk mengelola bangsa dan negara tercinta. Indonesia, tidak boleh defisit beras. Indonesia harus selalu surplus beras. Ini berarti, kita tidak boleh lengah dalam menggenjot produksi. Kita harus tetap berupaya agar swasembada beras dapat terpelihara dengan baik.

Turunnya produksi beras saat ini, membuat banyak warga bangsa yang mengerutkan dari, mengapa hal itu bisa sampai terjadi ? Lalu, bagaimana kaitannya dengan El Nino, yang seolah-olah dituding menjadi penyebab utama merosotnya produksi beras ? Bukankah dulu-dulu juga sering menghadapi El Nino ? Mengapa kita tidak berusaha untuk belajar menghadapinya ?

Belajar dari pengalaman merupakan guru yang terbaik. El Nino sendiri, tidak datang secara mendadak. Sekitar 5 tahun lalu. El Nino sempat menyergap kehidupan kita. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kejadian tersebut. Artinya, jika El Nino datang menyerang, mestinya kita sudah memiliki jurus ampuh untuk mengatasinya. Dan kita tidak perlu seperti yang kebakaran jenggot bila El Nino datang bertamu.

Begitu pun dengan sergapan El Nino 2023 lalu. Sebetulnya jauh-jauh hari sebelumnya, sinyal bakal datangnya El Nino telah berkelap-kelip. Pemerintah telah membuat ramalan, kita akan mengalami gagal panen hingga 1,2 juta ton beras. Catatan kritisnya mengapa setelah ada kejadian kita baru sibuk membahas dan mencari jalan keluarnya ? Bukankah akan lebib baik, jika kita mampu mengantisipasinya, ketika sinyal itu berkelap-kelip ?

Ya, harusnya memang demikian. Pendekatan “pemadam kebakaran” sudah saatnya ditinggalkan. Jangan lagi kita menggunakannya. Kini, saat yang tepat untuk menggunakan pendekatan “deteksi dini”. Artinya, kalau sejak kita mengetahui akan ada sergapan El Nino, saat itu pun, kita langsung melakukan peningkatan luas tanam, mempercepat masa tanam, meningkatkan kinerja Penyuluhan Pertanian dan lain sebagainya.

Tak kalah penting untuk dilakukan, Pemerintah pun perlu meningkatkan politik anggaran yang diperlukan untuk mendukung kebijakan diatas. Sayang, hal itu tidak dijadikan langkah strategis oleh Pemerintah. Setelah kejadian, baru Pemerintah memberi tambahan sekitar 5,8 trilyun rupiah. Ini yang disesalkan. Padahal, jika hal ini sudah kita garap sebelum El Nino datang menyergap, bisa jadi masalahnya tidak separah yang dialami sekarang ini.

Masalahnya menjadi semakin rumit, ketika bangsa ini sedang kesulitan menghasilkan produksi beras para petani padi di dalam negeri, ternyata Kementerian Pertanian yang memiliki tugas fungsi meningkatkan produksi, orang nomor 1 dan nomor 2 di Kementerian tersebut, terseret kasus korupsi, gratifikasi dan pemerasan, sehingga menuntut Aparat Penegak Hukum mengusutnya.

Walau dalam waktu singkat Presiden Jokoei mengangkat seorang Plt. Menteri Pertanian, lalu beberapa waktu kemudian menunjuk Menteri Pertanian definitif yang baru, ternyata “kegalauan” para pejabat Eselon 1 dan 2 Kementerian Pertanian, pasti akan tetap berlangsung. Apalagi bila ada diantara mereka yang ikut terlibat dalam proses penyalah-gunaan kekuasaan dan kewenangan tersebut.

Akibatnya, boro-boro mereka mampu meningkatkan kinerja, khususnya dalam upaya menggenjot produksi beras setinggi-tingginya menuju swasembada, memikirkan nasib diri apakah bakal dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau tidak, masih saja berkecamuk dalam pikirannya. Belum lagi, kini Menteri Pertanian tengah melakukan bersih-bersih di lingkungan pejabat Eselon 1 dan 2 Kementerian Pertanian.

Resiko politik akibat produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, khususnya untuk mengokohkan cadangan beras Pemerintah dan Kebijakan Bantuan Langsung Pangan/Beras, dalam jangka pendek, tidak ada solusi lain yang dapat ditempuh, selain dengan membuka lagi kran impor beras. Pemerintah harus menempuh langkah ini, sekalipun disadari, impor beras bukanlah langkah populer untuk ditempuh.

Betul saja, beberapa waktu lalu, kita saksikan ada aksi demo yang digelar oleh Serikat Petani Indonesia (SPI) di Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional. Organisasi petani yang cukup kritis ini, menolak dan mempertanyakan dilakukannya impor beras. Pemerintah sendiri, pasti sudah n
memahami mengapa terjadi aksi penolakan impir beras tahun 2024 ini.

Memang, impor beras jangan dijadikan kebutuhan. Impor beras hanya sebuah opsi yang bisa ditempuh, manakala kita betul-betul memerlukan nya. Namun begitu, sebagai bangsa yang telah memproklamirkan diri sebagai bangsa yang mampu berswasembada beras, terasa sangat memilukan jika kita harus impor beras. Mari kita genjot produksi dan stop impor berad. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Habiburrohman “Kebakaran jenggot” Tuding AMIN Arogan Tim Hukum AMIN Tuding Balik

Next Post

Kenapa Jokowi Gak Berani Reshuffle Mahfud Dari Kabinet Indonesia Maju

Related Posts

Feature

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026
Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan
Economy

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
Next Post
Kritik Cawapres Mahfud Atas Kegagalan Food Estate Memperoleh Penjelasan dari TPN

Kenapa Jokowi Gak Berani Reshuffle Mahfud Dari Kabinet Indonesia Maju

Sudirman Said: Banyak Tokoh Tidak Secara Terbuka Mendukung Anies

Tanggapan Kubu Anies, Terkait Rumor Petemuan Mega - Paloh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Akhlak Melahirkan Syariah

May 16, 2026

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist