Jakarta-FusilatNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai pemenuhan janji kampanye resmi dimulai pada awal pekan Januari 2025. Program ini menuai respons positif dari berbagai pihak, termasuk dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia, Luciana B. Sutanto.
“MBG yang disajikan dengan komposisi makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah sudah sesuai dengan pedoman gizi seimbang sekali makan,” ujar Luciana kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (7/1).
Program MBG menyasar anak-anak sekolah dari tingkat SD hingga SMA. Porsi makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian, yaitu 300 kalori untuk siswa SD dan 600 kalori untuk siswa SMP. Menurut Luciana, kebutuhan gizi tersebut merujuk pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, yang menyebut anak usia 7–9 tahun membutuhkan 1.650 kilo kalori per hari, sementara anak usia 10–12 tahun membutuhkan 1.900–2.000 kilo kalori per hari.
Diterapkan di 26 Provinsi
Program MBG menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sejak 6 Januari 2025, MBG telah diterapkan di sekolah dan posyandu di 26 provinsi. Sasaran utamanya adalah siswa PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala SD Negeri 01 Susukan, Jakarta Timur, Mutmainah, menyambut baik pelaksanaan program ini. “Program ini sangat membantu kecukupan gizi peserta didik. Kami berharap MBG bisa berjalan lancar dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selama dua hari pelaksanaan MBG, menu makanan diterima dengan baik oleh para siswa. Namun, ia berharap ke depan variasi menu dapat ditingkatkan. “Untuk siswa kelas rendah, ada yang merasa takaran nasi berlebih, tetapi kelas 3 ke atas, alhamdulillah, semua dimakan habis,” tambah Mutmainah.
Pemantauan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Pada Selasa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, memantau pelaksanaan MBG di tiga sekolah di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, termasuk SD Negeri 01 Susukan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan program berjalan optimal dalam mengatasi gizi buruk di Indonesia.
Menu MBG di SD Negeri 01 Susukan pada hari itu terdiri atas nasi putih, telur dadar orek, tempe goreng, tumis wortel buncis, dan buah jeruk.
Tujuan utama MBG adalah memperbaiki asupan gizi anak dan remaja, sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia Indonesia demi tercapainya target Indonesia Emas 2045.






















