• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Birokrasi

Konflik Kraton Solo Sengaja Dipelihara Pemerintah?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
January 19, 2026
in Birokrasi, Feature
0
Konflik Kraton Solo Sengaja Dipelihara Pemerintah?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Alumnus UNS Solo

Jakarta – Ada perlakuan berbeda pemerintah pusat terhadap raja kembar Kraton Solo, atau Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Jawa Tengah, yakni Pakoeboewono (PB) XIV Purbaya dan PB XIV Mangkubumi.

Fadli Zon, Menteri Kebudayaan, terlihat lebih pro-Mangkubumi daripada Purbaya. Hal ini terlihat saat politikus Partai Gerindra itu menyerahkan Surat Keputusan Menteri Kebudayaan mengenai Penunjukan Pelaksana Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan.

Fadli menunjuk Mahamenteri KGPH Panembahan Tedjowulan sebagai pengemban SK tersebut. Padahal, Tedjowulan diduga pro-Mangkubumi. Akibatnya, kubu Purbaya protes keras sehingga sempat terjadi kericuhan antar-kubu saat Fadli Zon menyerahkan surat itu di Kraton Solo, Sabtu (17/1/2026).

Fadli Zon pun mengakui ikut campur tangan atau intervensi terhadap pengelolaan Kraton Solo, terutama soal anggaran yang berasal dari pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kota.

Langkah Fadli Zon tersebut jelas menunjukkan keberpihakan kepada kubu Mangkubumi. Padahal semestinya Fadli Zon netral atau independen, dan membiarkan dulu kedua kubu tersebut menyelesaikan sendiri masalah internal mereka, tanpa campur tangan.

Intervensi pemerintah dan berpihaknya Fadli Zon ke Mangkubumi seolah menegaskan bahwa konflik internal Kraton Solo memang sengaja dipelihara.

Beberapa hari sebelum Fadli Zon ke Kraton Solo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah lebih dulu ke sana. Saat itu, Gibran salat Jumat bersama dengan raja kembar tersebut, bahkan makan bersama di warung sate seberang masjid kraton. Semestinya sikap Fadli Zon pun demikian, tidak berpihak ke salah satu kubu.

Baca : https://fusilatnews.com/fadli-zon-turun-tangan-di-keraton-solo-protes-kubu-pb-xiv-purboyo-disumbat/

Mengapa konflik internal Kraton Solo sengaja dipelihara dengan politik devide et impera atau adu domba? Supaya posisi kraton lemah. Kalau lemah, mudah diatur.

Sebenarnya bukan kali ini saja Kraton Solo diadu domba. Sejak zaman penjajahan Belanda, hal yang sama juga sudah dilakukan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang dalam bahasa Indonesia berarti Persekutuan Dagang Hindia Timur, sebuah perusahaan dagang milik Belanda yang memiliki hak monopoli perdagangan di Asia pada abad ke-17 hingga ke-18, dan memainkan peran penting dalam sejarah kolonialisme di Indonesia.

Kraton Solo sendiri oleh VOC telah dipecah menjadi dua dengan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Kraton Solo kemudian dipecah lagi dengan lahirnya Mangkunegaran. Kraton Yogyakarta pun dipecah dengan lahirnya Pakualaman.

Semua itu dilakukan untuk memperlemah posisi kraton. Sampai sekarang pun Kraton Solo tetap diperlemah dengan diadu domba.

Raja kembar Kraton Solo lahir setelah meninggalnya PB XIII yang tidak mewariskan takhtanya ke putra mahkota. Akibatnya, putra-putranya dari ibu yang berbeda berebut takhta. Entah untuk apa. Padahal fungsi kraton dewasa ini cuma lembaga budaya yang bertugas merawat dan melestarikan kebudayaan. Kraton tidak punya fungsi eksekutif atau pemerintahan seperti yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surakarta.

Kraton Solo berbeda dengan Kraton Yogyakarta, di mana Raja Yogyakarta otomatis adalah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang selama ini sudah diperankan oleh Sri Sultan Hamengkubuwana X, atau pun sebelumnya oleh HB IX.

Dus, janganlah Kraton Solo dilemahkan dengan politik devide et impera yang pernah dipakai Belanda. Janganlah konflik internal kraton sengaja dipelihara!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

RUU Perampasan Asset – Negara Kalah dari Penjahatnya Sendiri

Next Post

AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!
Feature

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026
Feature

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Next Post
AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup

AFCON 2025: Morocco’s Triumph and a Dress Rehearsal for the 2030 World Cup

Ketika Manusia Meninggalkan Agama: Sebuah Potret Peradaban yang Berubah

Ketika Manusia Meninggalkan Agama: Sebuah Potret Peradaban yang Berubah

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...