Oleh: Chris Komari | Activist Democracy
Hari ini FTA baru selesai berdiskusi panjang lebar dengan Bung Fahri Hamzah (Partai GELORA) dan sebelum itu sudah berdiskusi dengan Prof. DR. Ahmad Yani (Partai Masyumi) Prof. DR Mardani Ali Sera (Partai PKS), Prof. DR. Ryass Rasyid dan DR. Rizal Ramli.
Intinya kita, kami para aktivis FTA sedang menggarap 3 program kerja tahun 2023 hingga PILPRES 2024, dengan harapan kontribusi ini akan bisa membuat terobosan baru di Indonesia.
Untuk itu, kita aktivis di FTA diseluruh dunia memohon dukungan dari semua pihak agar misi, visi dan program kerja FTA membuahkan perubahan politik di tanah air.
Minimal akan membuat system seleksi kepemimpinan nasional di Indonesia lebih baik, lebih berkualitas, lebih terbuka, lebih kredible dan lebih demokratis sesuai dengan saran dan masukan dari beberapa pakar ditanah air ketika berdiskusi dengan aktivis FTA beberapa bulan terakhir ini.
Secara prinsip, dibawah ini program kerja FTA tahun 2023 hingga PEMILU 2024, sbb:
1). FTA akan mengeluarkan 7 points (masih digodok) manifesto politik yg akan dikemas menjadi buku kecil yg akan menjadi talking points dan content perjanjian politik dan kontrak sosial secara tertulis dengan para kandidat Presiden (CAPRES) dan kandidat Legislative (CALEG).
2). FTA akan memperkenalkan system OPEN primary, PRIMARY election dan GENERAL election ditanah air untuk dijadikan system seleksi kepemimpinan nasional di Indonesia, khususnya untuk PILPRES.
3). FTA akan mengadakan semacam kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) versi FTA, dan FTA akan memberikan kesempatan kepada semua 17 partai politik untuk mendeklarasikan, mengajukan dan mengirim CAPRES mereka masing-masing untuk ikut kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) yg akan diadakan oleh FTA.
FTA akan mengundang dan memberi kesempatan kepada CAPRES independent yg tidak menjadi kader partai politik untuk ikut dalam KOPCAPRES sebagai kandidat independent.
4). Kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) versi FTA ini akan kita jadwalkan berkali-kali.
Jadwal rencana KOPCAPRES ini akan dimulai bulan February 2023 hingga September, 2023 sebelum tanggal 19 Oktober, 2023, yakni jadwal dari KPU untuk pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.
5). Harapan kita para aktivis di FTA, setelah berkali-kali mengadakan kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES), maka pada bulan September, atau paling lama di bulan Oktober, 2023 rakyat Indonesia sudah bisa membedakan mana capres yg planga-plongo dan mana capres yg articulated yang memiliki visi, misi, program, intellectual dan intelligence yg tinggi dan berkualitas.
Harapan kami di FTA untuk bisa menyajikan 3 kandidat Presiden yg terbaik dan berkualitas pilihan rakyat, bukan hanya pilihan partai politik dan oligarachs, serta mumpuni untuk menjadi Presiden Indonesia versi FTA.
Harapan kami, 9 partai politik yang ada di DPR akan terpengaruh dan berubah pikiran untuk mau meminang dan mendukung para CAPRES berkualitas dan mumpuni sebagai hasil dari kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) yang dilakukan oleh FTA.
Kami mohon saran, ide, input dan kritik dari semua pihak untuk bisa mewujudkan program dan misi FTA diatas dalam kapasitas apapun.
Jadi misi, visi dan program FTA ini adalah terobosan politik untuk “circumvent” jadwal debat Presiden KPU yg tidak ada.
Sekaligus mengubah debat CAPRES model kelompencapir menjadi debat Presiden dengan mengunakan system kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) yg jauh lebih berkualitas, lebih terbuka, lebih adil, lebih kredible dan lebih demokratis.
Aktivis FTA berharap mampu melakukan KOPCAPRES ini berkali-kali dan dijadwalkan sudah akan selesai sebelum batas akhir pendaftaran CAPRES & CAWAPRES di KPU mulai tanggal 19 Oktober 2023.
6). Format kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) akan digarap, digodok dan ditentukan sendiri oleh FTA, sesuai standard dan format kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES) versi FTA.
FTA akan bekerja sama dengan media masa, atau YouTubers untuk bisa mengadakan live kontestibilitas open primary calon Presiden (KOPCAPRES). Inshallah.
7). Keinginan kita di FTA sebenarnya ingin bekerja sama dengan para komisioner KPU pusat dan BAWASLU pusat untuk mewujudkan system kontestibilitas open primary calon Presiden ini.
Tetapi teman-teman di FTA pada ragu dan pesimis, serta yakin para anggota komisioner KPU 2022-2027 akan berani mengakomodasi program, visi dan misi FTA diatas.
Mohon bantuanya info diatas bisa diterusakan ke 17 partai politik yang lolos PEMILU 2024 dan para kandidat Presiden independent.
Terima kasih.
Salam,
Chris Komari
Sekjen FTA




















