• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News Law

Kontroversi di Tahun Pertama: Kebijakan Prabowo Subianto Disorot Media Dunia, dari RUU Anti-Disinformasi hingga Keterlibatan di Board of Peace Trump

fusilat by fusilat
February 23, 2026
in Law, Tokoh/Figur
0
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Fusilatnews. 23 Februari 2026 – Memasuki tahun pertama kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan tajam media terkemuka di dunia. Bukan hanya karena pencapaian ekonominya, tetapi juga karena serangkaian kebijakan kontroversial yang dinilai mengancam kebebasan sipil dan melabrak pakem politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Kunjungan kenegaraannya ke Washington, D.C., pekan lalu semakin mempertegas pergeseran paradigma yang memicu kritik keras dari dalam negeri.

Berikut adalah rangkuman kritis berdasarkan pemberitaan media nasional dan internasional.

Kebijakan Luar Negeri: “Kekacauan” atau Realpolitik?

Kehadiran Presiden Prabowo dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) yang diprakarsai Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari 2026 menjadi sumber kontroversi terbesar . Bergabungnya Indonesia dalam dewan yang juga melibatkan Israel ini dianggap banyak pihak sebagai pengkhianatan terhadap amanat konstitusi dan solidaritas tradisional Indonesia untuk Palestina.

  • Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras langkah ini.** Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, menyatakan bahwa kehadiran Prabowo menunjukkan “kekacauan Politik Luar Negeri” yang mereduksi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh AS dan Israel . Ia menyoroti posisi Indonesia yang saat ini menjadi Presiden Dewan HAM PBB, namun justru duduk satu meja dengan tokoh yang dianggap tidak peduli pada hukum internasional. “Indonesia mencoreng normanya sendiri,” tegas Isnur, seraya mendesak pemerintah segera keluar dari keanggotaan BoP .

Kritik serupa disampaikan pengamat hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, kepada ABC News (Australia) . Ia menilai masyarakat akar rumput tidak setuju dengan langkah ini karena piagam BoP dinilai berbeda dari apa yang dicita-citakan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB .

Keputusan Prabowo untuk menyiapkan 8.000 personel TNI dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza juga mendapat respons negatif. Seorang pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan “perwalian” dan hal terakhir yang dunia butuhkan adalah pasukan yang menggantikan okupasi. Di dalam negeri, peneliti dari The Indonesian Institute, Christina Clarissa Intania, memperingatkan skenario terburuk di mana TNI justru terlibat dalam pelanggaran gencatan senjata oleh Israel .

Di sisi lain, penandatanganan perjanjian dagang dengan AS yang membuahkan investasi senilai USD 38,4 miliar sempat dipuji . Namun, pujian tersebut berubah menjadi tanda tanya besar setelah Mahkamah Agung AS memutuskan kebijakan tarif Trump inkonstitusional, memaksa Prabowo memerintahkan kajian ulang atas perjanjian yang baru saja dibanggakannya . Situasi ini memicu kritik bahwa pemerintah terlalu terburu-buru berkoalisi dengan rezim yang tidak stabil secara hukum.

Ancaman Kebebasan Sipil di Dalam Negeri

Di tengah hiruk-pikuk politik luar negeri, situasi kebebasan berpendapat di dalam negeri justru disebut semakin mencekik. Rancangan Undang-Undang tentang Pencegahan Disinformasi dan Propaganda Asing yang diusulkan langsung oleh Presiden Prabowo menuai kecaman luas dari pegiat hak asasi manusia dan media.

Tempo.co dalam editorialnya yang tajam berjudul “The Wrong Way to Tackle Disinformation” (28 Januari 2026) mengecam habis rencana UU tersebut. Media itu menuding Presiden Prabowo tidak bisa membedakan antara kritik dan disinformasi, serta menganggap kritik publik sebagai “disinformasi sponsor asing”. “Masalahnya, Prabowo tidak bisa membedakan antara kritik dan disinformasi. Dia menganggap kritik publik sebagai ‘disinformasi sponsor asing’,” tulis Tempo, seraya menambahkan bahwa UU ini dibuat berdasarkan paranoia atau sekadar melindungi kepentingan penguasa .

Kekhawatiran serupa disampaikan Kompas.id. Dalam analisisnya, jurnalis Kristian Oka Prasetyadi membandingkan narasi “ancaman asing” Prabowo dengan era Orde Baru di mana kritik dibungkam atas nama stabilitas . Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyebut RUU ini sebagai upaya pemerintah menjadi “monopolizer of truth” atau pemilik kebenaran tunggal, serta gejala dari otoritarianisme . Laporan dari Eu SEE juga menyoroti bagaimana RUU ini, bersama dengan KUHP baru, mengancam ruang kebebasan sipil dan digital dengan memperluas kekuasaan negara untuk melakukan pengawasan dan kriminalisasi terhadap aktivis serta jurnalis .

Yang menjadi ironi, di saat yang sama Presiden Prabowo kerap melontarkan pernyataan menohok kepada pihak asing. Dalam pidatonya beberapa waktu lalu, ia dengan tegas mengatakan “Indonesians Are Not Stupid” (Orang Indonesia Tidak Bodoh) dan mengecam media asing serta ekonom yang mengkritik kebijakannya . Retorika ini, meskipun populis, dinilai sebagai upaya untuk membungkam kritik dengan membangun narasi “antek asing”.

Kesimpulan: Tahun Penuh Ujian

Tahun pertama kepemimpinan Prabowo Subianto diwarnai oleh kontradiksi yang tajam. Di satu sisi, ia berusaha menunjukkan ketegasan di kancah global dengan mendekati kekuatan besar seperti AS, namun langkah ini dianggap mengorbankan prinsip bebas aktif dan solidaritas tradisional Indonesia. Di sisi lain, di dalam negeri, berbagai kebijakan yang dirancang justru menggerogoti nilai fundamental demokrasi, yaitu kebebasan berekspresi.

Dari Washington, D.C., ia membawa pulang kesepakatan dagang yang kini terancam oleh keputusan pengadilan AS. Dari panggung Board of Peace, ia menuai kecaman karena dianggap merangkul negara yang selama ini dikritik Indonesia. Di dalam negeri, ia menyusun instrumen hukum yang dikhawatirkan akan membungkam suara-suara kritis. Dengan berbagai tekanan ini, pertanyaan besar kini menghadang: apakah kebijakan Presiden Prabowo akan membawa Indonesia menuju kemakmuran yang ia janjikan, atau justru menjerumuskan negara ke dalam jurang isolasionisme dan otoritarianisme ala Orde Baru?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menjalani Ramadan di Tiongkok: Antara Spiritualitas, Tradisi, dan Toleransi

Next Post

 Ketika Sang “Pakar” Tersesat di Labirin Hukum: Blunder Refly Harun dan Ironi Julukan “Tolol”

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

MUNGKINKAH PENJAJAHAN DIHAPUSKAN DARI MUKA BUMI?

March 26, 2026
Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata
Economy

Minyak, Sanksi, dan Geopolitik: Ketika Energi Menjadi Senjata

March 20, 2026
Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik
Feature

Perang Iran: Saat “Kekuatan” Donald Trump Berubah Jadi Beban Politik

March 20, 2026
Next Post
 Ketika Sang “Pakar” Tersesat di Labirin Hukum: Blunder Refly Harun dan Ironi Julukan “Tolol”

 Ketika Sang "Pakar" Tersesat di Labirin Hukum: Blunder Refly Harun dan Ironi Julukan "Tolol"

Hitam-Putih Wajah Prabowo

Hitam-Putih Wajah Prabowo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tiga Oknum TNI AD Penyiksa Sampai Mati Imam Masykur Dituntut Hukuman Mati
Birokrasi

Bukan Revitalisasi, Tapi Darurat Reformasi TNI

by Karyudi Sutajah Putra
March 26, 2026
0

Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasurlah menyatakan proses revitalisasi internal menjadi hal penting dilakukan dalam...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

TNI Sabotase Penegakan Hukum

March 19, 2026
Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

Teror Air Keras KontraS: Oknum TNI Pelakunya, Siapa Dalangnya?

March 18, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026
Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

Kapolres Kolaka Diminta Tertibkan Tambang Ilegal Berkedok Pemerataan

March 28, 2026

Ketika Kebohongan Dibungkus Rapi: Lima Kontrak, Satu Kebusukan

March 28, 2026
Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

Beras Mahal, Petani Selamat: Mengapa Jepang Berbeda dari Indonesia

March 27, 2026
PETANI TANPA BULOG

PETANI PADI PUNAH PERLAHAN: SAWAH MASIH ADA, ANAK MUDA MENGHILANG

March 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

TPN Ganjar – Mahfud Desak  Gibran Mundur Dari PDIP

19 Juta Lapangan Kerja: Dari Janji Besar Menjadi Omon-Omon Politik?

March 28, 2026
Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

Efisiensi yang Memakan Aparat Sendiri: Ribuan PPPK Terancam Dikorbankan di Era Prabowo

March 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist