Jakarta—Fusilatnews — Koordinator Pelaporan Bela Islam (KORLABI) dan Aliansi Anak Bangsa (AAB) memastikan kehadiran mereka dalam Reuni Gerakan Moral 212 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Desember 2025. Acara ini akan dimulai selepas salat Maghrib dan berlangsung hingga selesai, dengan mengusung tema “Revolusi Akhlak untuk Selamatkan NKRI dari Para Penjahat dan Memerdekakan Palestina dari Penjajahan.”
Ketua KORLABI-AAB, Damai Hari Lubis, menyampaikan bahwa agenda ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota dan simpatisan, tetapi juga momentum refleksi atas berbagai peristiwa pelanggaran HAM yang terjadi dalam satu dekade terakhir.
Kenang Korban Tragedi KM 50 dan Demo 2019
Dalam pernyataannya, Damai Hari Lubis menyebut bahwa KORLABI dan AAB akan mengheningkan cipta serta mendoakan para korban tragedi KM 50 yang terjadi pada 2020. Peristiwa yang dikenal sebagai kasus unlawful killing itu menewaskan empat anggota Laskar FPI.
Selain itu, mereka juga akan mengenang korban tewas dalam demonstrasi menolak hasil Pemilu 2019. Menurut data Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), setidaknya 52 orang meninggal dunia dalam rangkaian unjuk rasa yang terjadi sepanjang tahun itu, termasuk enam warga sipil yang tewas di Jakarta pada Mei 2019.
“Kami sulit melupakan tragedi-tragedi kelam ini. Banyak ulama dan aktivis yang dikriminalisasi pada masa itu, dan sebagian dipenjara dengan berbagai tuduhan yang kami nilai bernuansa politik,” ujar Damai dalam keterangan tertulis.
Seruan Penegakan Hukum oleh Pemerintah
Damai Hari Lubis juga menyampaikan harapan agar pemerintahan saat ini berani menuntaskan berbagai dugaan pelanggaran HAM tersebut tanpa tebang pilih.
“Semoga penguasa sekarang mau mengusut tuntas para pelaku kejahatan apa pun bentuknya, dan tidak meniru perilaku buruk rezim sebelumnya,” tegasnya.
Komitmen untuk Isu Palestina
Selain isu nasional, Reuni 212 tahun ini juga kembali menegaskan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina. Tema besar Revolusi Akhlak disebut sebagai wujud komitmen moral untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.
Acara Reuni 212 dikenal sebagai pertemuan tahunan para peserta aksi 2 Desember 2016 yang bersejarah, yang kala itu menuntut proses hukum terhadap kasus penodaan agama. Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini terus berlangsung dengan konsep gerakan moral dan digelar oleh berbagai elemen masyarakat sipil.





















