• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

KPU Diterjang Badai, Tumbangkah?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
December 24, 2022
in Feature
0
KPU Membebani Rakyat

Ilustrasi/Net

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

JAKARTA – Siapa menabur angin, ia akan menuai badai. Kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) diterjang badai. Apa karena Komisioner KPU menabur angin? 

Dua Komisioner KPU dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yakni Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Idham Holik. Mereka diduga melanggar kode etik. 

Hasyim dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap Ketua Umum Partai Republik Satu Hasnaeni Moein, yang menobatkan dirimya sebagai Wanita Emas. 

Idham dilaporkan atas dugaan intimidasi terhadap puluhan Komisioner KPUD agar meloloskan atau tidak meloloskan partai politik tertentu dalam verifikasi faktual. Jika tidak menuruti perintahnya, mereka akan “dikirim” ke rumah sakit. Terhadap dua laporan itu, pihak DKPP mengaku akan memprosesnya. 

Atas pelaporan dirinya, Hasyim Asy’ari mengaku akan mengikuti perkembangan prosesnya. Ia tidak membantah atau mengiyakan. Sedangkan Idham Holik membantah melakukan intimidasi. 

Sebelumnya, Hasyim juga diduga melanggar kode etik karena bertemu Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi sehari sebelum pengumuman 17 parpol nasional dan 6 parpol lokal Aceh yang lolos verifilasi faktual sebagai calon peserta Pemilu 2024, Selasa (13/12/2022). 

Partai Ummat sempat dinyatakan tidak lolos. Tapi setelah dilakukan mediasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pasca-mencuatnya kabar pertemuan empat mata Hasyim-Ridho, Partai Ummat dinyatakan lolos dengan syarat, yakni harus memenuhi keanggotaan pengurus di sejumlah kabupaten/kota di dua provinsi, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara. Partai Ummat pun urung melaporkan Hasyim ke DKPP. 

Sekali lagi, kini KPU sedang diterjang badai. Apakah karena Hasyim dan Idham menabur angin? Bagi Hasyim, angin itu adalah dugaan pelecehan seksual. Bagi Idham, angin itu adalah dugaan intimidasi. Apakah keduanya akan tumbang, bahkan KPU pun akan tumbang? 

Tergantung DKPP. Tergantung pula KPU dalam merespons serangan badai tersebut. Jika nanti Hasyim dan Idham terbukti melanggar kode etik, bahkan sanksinya sampai pemecatan, sepanjang KPU bisa mengelola manajemen penyelenggaraan pemilu dengan baik, maka tak akan terjadi banyak masalah. Badai itu akan menjelma menjadi “badai kecil di dalam gelas”.

Yang pasti, pelaporan atas dua Komisioner KPU itu sedikit-banyak akan mengganggu kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. KPU tak bisa lepas dari badai yang menerjang dua komisionernya itu. 

Memang, KPU dari waktu ke waktu terus dirundung masalah. Sebelum ini masalah yang mendera KPU adalah korupsi, mulai dari Nazaruddin Sjamsuddin, Mulyana W Kusuma, Daan Dimara Rusadi Kantaprawira, hingga yang teranyar Wahyu Setiawan.

Bahkan KPU periode 2022-2027 ini diyakini akan lebih banyak masalah. Mengapa? Pertama, dari 7 Komisioner KPU, tak ada satu pun nama besar yang kredibel dan berintegitas di sana. Satu-satunya petahana hanya Hasyim Asy’ari. Selebihnya didominasi mantan Ketua KPUD, termasuk Idham Holik yang mantan Ketua KPUD Jawa Barat.

Kedua, rekrutmen Komisioner KPU periode 2022-2027 di DPR bermasalah. Sebelum menjalani “fit and proper test” (uji kelayakan dan kepatutan), mereka sudah diplot sebelumnya oleh parpol-parpol. Buktinya, nama-nama yang diloloskan dan akhirnya dipilih DPR persis sama dengan nama-nama yang beredar sebelumnya di kalangan media. Jadi, “fit and proper test” itu cuma formalitas belaka. 

Artinya, Komisioner KPU merupakan kepanjangan tangan dari parpol. Konsekuensinya, mereka tidak akan bisa menjadi wasit yang netral dan independen. 

Biasanya selepas dari KPU, ada yang mendapat “reward” (penghargaan) dari parpol karena “prestasi”-nya dengan direkrut sebagai pengurus pusat, seperti Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati yang setelah lepas dari KPU langsung bergabung ke Partai Demokrat.

Kredibilitas Pelapor

Mangapa Hasnaeni Moein yang mengaku sebagai Wanita Emas itu melaporkan tindakan asusila yang diduga dilakukan Ketua KPU Hasyim Asy’ari ke DKPP, tidak ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri? Apa ia hanya fokus pada kode etik, tidak pada tindak pidananya? 

Ataukah pelaporan atas Hasyim ke DKPP itu sekadar demi sensasi semata seperti yang selama ini kerap dilakukan si Wanita Emas?

Kredibilitas dan integritas Hasnaeni, putri dari mantan anggota DPR RI Max Moein, juga patut dipertanyakan. Pasalnya, pada 22 September 2022, ia ditahan Kejaksaan Agung sebagai tersangka korupsi di lingkungan PT Waskita Beton Precast tahun 2016-2020 dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal. 

Saat dilakukan upaya penangkapan pun si Wanita Emas ini sempat mencari sensasi dengan meronta-ronta dan pura-pura sakit dengan minta dirawat di rumah sakit. 

Farhat Abbas, pengacara si Wanita Emas menyebut dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Hasyim Asy’ari terjadi pada 13, 14, 15, 17, 18, 21, 22, 23, 25 dan 27 Agustus 2022, serta 2 September 2022 di lima tempat berbeda. Artinya, jika memang benar, kasus itu terjadi sebelum Wanita Emas ditahan.

Kalau disebut pelecehan seksual, mengapa kasusnya berulang kali dan di lima tempat berbeda? Apakah tidak ada unsur kesengajaan atau bahkan atas dasar mau sama mau, suka sama suka? Sebab itulah Hasnaeni tidak berani melapor ke Bareskrim, hanya ke DKPP? 

Biarlah DKPP yang membuktikan. Yang jelas, saat ini KPU sedang diterjang badai. Sedikit-banyak pasti akan mengganggu kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu. Yang lebih parah adalah jika nanti hasil Pemilu 2024 dianggap tidak kredibel karena diselenggarakan oleh KPU yang sejumlah komisionernya tidak kredibel. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Survei: Seperempat Peserta Program Magang di Jepang dipaksa Pulang jika Hamil

Next Post

Apoptosis

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik
Feature

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.
Feature

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif
Feature

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026
Next Post
Pesona Keajaiban Surat Wasiat Semar

Apoptosis

Wacana Anies-Andika Perkasa Mungkin Didukung Nasdem, tapi Terganjal Restu Demokrat-PKS, Kok Bisa?

Wacana Anies-Andika Perkasa Mungkin Didukung Nasdem, tapi Terganjal Restu Demokrat-PKS, Kok Bisa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”
Crime

Kekerasan Seksual di Kampus: Urgensi Tranformasi Holistik Lewat “Inclusive University Governance”

by Karyudi Sutajah Putra
April 15, 2026
0

Jakarta--FusilatNews - Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Universitas Indonesia (UI) serta ekspresi misoginis dan seksis yang mengarah pada normalisasi...

Read more
Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

Tanah dan Bangunan di Jalan Teuku Umar No 2 Menteng Bukan Milik Kemenhan RI, Ini Alasannya!

April 13, 2026
Jawaban Nasdem Terkait Tudingan Uang Rp 30 M  Disita KPK, Akan Digunakan Untuk Keluarga Nyaleg

Tertipu, Ahmad Sahroni Berkasus dengan KPK?

April 11, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026
Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

April 16, 2026
Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

Netanyahu, Trump, dan Iran: Tiga Pemain Dalam Satu Papan Catur Berdarah.

April 16, 2026
Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

Dua Partai di Amerika Sepakat Pangkas Pajak, Partai Indonesia Sepakatnya Memungut Lebih Banyak

April 16, 2026
Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

Paradox Partai-Partai dalam Sistem Presidensial Indonesia – Antara Kedaulatan Individu dan Oligarki Kolektif

April 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

Skenario “Dendam Pribadi” dalam Kasus Andrie Yunus: Sebuah Penghinaan terhadap Nalar Publik

April 16, 2026
Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

Pulau Dijual Terang-terangan, Negara Baru Bereaksi Setelah Viral

April 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist