• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kritik Jusuf Kalla terhadap Nadiem Makarim: Membedah Kelemahan Kebijakan Pendidikan

Ali Syarief by Ali Syarief
September 14, 2024
in Feature, Layanan Publik, Pendidikan
0
Apa Kata JK Soal Pernyataan Toxic LBP?
Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, telah menjadi sorotan publik sejak pertama kali diangkat. Sebagai pendiri perusahaan teknologi terkemuka, Gojek, pengangkatan Nadiem di sektor pendidikan dianggap sebagai langkah kontroversial oleh banyak pihak, salah satunya mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Kritik tajam JK terhadap kinerja Nadiem Makarim menyentuh beberapa kelemahan mendasar dalam pendekatan kebijakan pendidikan selama masa kepemimpinannya.

Kurangnya Latar Belakang di Bidang Pendidikan

Salah satu kritik utama JK adalah latar belakang Nadiem yang tidak berasal dari dunia pendidikan. JK membandingkannya dengan menteri-menteri pendidikan sebelumnya yang memiliki pengalaman kuat dan pemahaman mendalam tentang pendidikan. Tokoh-tokoh seperti Ki Hajar Dewantara, Anies Baswedan, hingga Juwono Sudarsono dianggap memiliki keahlian di bidang pendidikan yang memberikan fondasi kuat dalam merumuskan kebijakan.

Ketika seseorang yang tidak memiliki pengalaman sebagai guru atau praktisi pendidikan memimpin kementerian yang kompleks seperti Kemendikbudristek, kebijakan yang diambil bisa kurang kontekstual. Ini tampak dalam berbagai kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh Nadiem, seperti Merdeka Belajar, yang meskipun inovatif, sering kali dianggap tidak sensitif terhadap tantangan riil di lapangan.

Minimnya Kehadiran di Daerah dan Kantor

JK juga menyoroti kurangnya kehadiran Nadiem di daerah-daerah dan kantornya sendiri. Nadiem dikritik jarang turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pendidikan di pelosok Indonesia, yang padahal sangat berbeda dari kondisi di perkotaan. Pendidikan di Indonesia memiliki tantangan yang kompleks, mulai dari infrastruktur yang kurang memadai, minimnya akses teknologi, hingga kekurangan guru berkualitas. Tanpa pemahaman mendalam tentang kondisi di daerah, kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat sering kali tidak relevan dengan kenyataan yang dihadapi di tingkat lokal.

Kehadiran fisik seorang menteri di kantor dan di daerah juga dianggap penting dalam membangun komunikasi yang baik dengan bawahannya serta memahami permasalahan operasional yang terjadi di lapangan. Dalam hal ini, JK mengkritik kepemimpinan Nadiem yang dianggap lebih sering berada di luar kantor, dan jarang berinteraksi langsung dengan pegawai kementerian maupun masyarakat.

Kebijakan yang Tidak Tepat Sasaran

Salah satu dampak dari kurangnya pemahaman mendalam tentang sektor pendidikan adalah kebijakan yang kurang tepat sasaran. Meskipun inisiatif seperti Merdeka Belajar dan Digitalisasi Sekolah memiliki potensi besar, pelaksanaannya sering kali mengalami kendala. Digitalisasi misalnya, meskipun sangat relevan di kota-kota besar, menjadi tantangan besar di daerah-daerah terpencil yang masih berjuang dengan infrastruktur dasar seperti listrik dan akses internet.

Selain itu, perubahan kurikulum yang cepat dan kurangnya sosialisasi yang memadai kepada para guru dan tenaga pendidik juga menambah beban mereka di lapangan. Banyak guru yang merasa kebijakan Nadiem terlalu cepat diterapkan tanpa mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan yang ada.

Dampak Kebijakan yang Salah: Memperparah Ketimpangan Pendidikan

Salah satu dampak terbesar dari kebijakan yang salah di sektor pendidikan adalah memperburuk ketimpangan. Kebijakan yang dirumuskan tanpa pemahaman mendalam tentang kondisi daerah dapat membuat kesenjangan antara pendidikan di kota dan desa semakin lebar. Sementara sekolah-sekolah di perkotaan mungkin mampu mengadopsi program-program seperti digitalisasi dan kurikulum merdeka, sekolah-sekolah di daerah tertinggal mungkin masih berjuang dengan fasilitas dasar.

Selain itu, kebijakan yang tergesa-gesa dan minim konsultasi juga dapat merusak moral para tenaga pendidik. Mereka yang berada di garis depan pelaksanaan kebijakan sering kali merasa kebijakan tersebut tidak mendukung mereka dan justru menambah beban kerja tanpa diiringi dukungan yang memadai.

Kurangnya Fokus pada Pembenahan Infrastruktur

Kebijakan pendidikan Nadiem juga kurang memberi perhatian pada masalah infrastruktur pendidikan. Sekolah-sekolah di banyak daerah di Indonesia masih menghadapi kondisi fisik yang buruk, seperti kekurangan ruang kelas, fasilitas sanitasi yang minim, dan kurangnya akses teknologi. Alih-alih fokus pada perbaikan infrastruktur ini, kebijakan Nadiem lebih banyak berfokus pada aspek digitalisasi dan inovasi berbasis teknologi, yang sayangnya sulit diterapkan di banyak wilayah yang belum siap.

Kritik JK: Pentingnya Kepemimpinan yang Tepat di Sektor Pendidikan

JK menekankan bahwa memimpin kementerian sebesar Kemendikbudristek membutuhkan seseorang yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki pengalaman dan pemahaman mendalam tentang pendidikan. Sebagai CEO pendidikan nasional, Nadiem diharapkan lebih sering hadir di lapangan, mendengarkan keluhan para guru, kepala sekolah, dan para praktisi pendidikan lainnya.

Pendidikan di Indonesia memiliki banyak tantangan, dan untuk mengatasi tantangan tersebut dibutuhkan kebijakan yang tepat sasaran, terukur, dan disusun berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang kondisi di lapangan. Tanpa pemahaman tersebut, kebijakan yang diambil bisa jadi justru memperburuk keadaan dan memperlebar ketimpangan yang sudah ada.

Kesimpulan

Kritik Jusuf Kalla terhadap Nadiem Makarim mengungkapkan berbagai kelemahan dalam kepemimpinan di sektor pendidikan. Kurangnya pengalaman di bidang pendidikan, jarang hadir di lapangan, serta kebijakan yang sering kali tidak tepat sasaran menjadi tantangan besar yang dihadapi pendidikan di Indonesia. Dampaknya, ketimpangan pendidikan di Indonesia bisa semakin melebar, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Memperbaiki sistem pendidikan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memahami secara mendalam kebutuhan dan tantangan yang dihadapi sektor ini.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

QUO VADIS KIPRAH PERUM BULOG ?

Next Post

Palestina Duduk di Antara Negara Anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB untuk Pertama Kalinya

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang
Feature

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026
Feature

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
Next Post
Palestina Duduk di Antara Negara Anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB untuk Pertama Kalinya

Palestina Duduk di Antara Negara Anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB untuk Pertama Kalinya

Dekan FK Undip Akui Ada Iuran hingga Rp 40 Juta bagi Mahasiswa Semester 1 PPDS Anestesi

Dekan FK Undip Akui Ada Iuran hingga Rp 40 Juta bagi Mahasiswa Semester 1 PPDS Anestesi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026
China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

China, Iran, dan Diplomasi dari Orbit: Dukungan yang Tersirat dalam Bayang-Bayang

April 26, 2026

KERUNTUHAN DEMOKRASI?

April 26, 2026
𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

𝐒𝐀𝐀𝐓𝐍𝐘𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐀𝐓𝐀𝐊𝐀𝐍: 𝟏𝟒𝟑 (𝐈 𝐍𝐄𝐄𝐃 𝐘𝐎𝐔) 𝐏𝐎𝐋𝐈𝐒𝐈

April 26, 2026
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist