• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

QUO VADIS KIPRAH PERUM BULOG ?

by
September 14, 2024
in Feature, Layanan Publik
0
QUO VADIS KIPRAH PERUM BULOG ?
Share on FacebookShare on Twitter

OLEH : ENTANG SASTRAATMADJA

Hanya dalam kurun waktu sekitar 10 bulan Bayu Krisnamurthi, pakar Agribisnis dari IPB University memimpin Perum Bulog. Semua kalangan tahu persis, jabatan Direktur Utama Perum Bulog adalah “kursi panas” dan terkadang membawa korban bagi yang mendudukinya. Beberapa Kepala Bulog dan Dirut Perum Bulog, ada juga yang menjadi penghuni hotel Prodeo, karena terjerat masalah hukum.

Menteri BUMN sendiri, diawal bulan September 2024, telah menetapkan Wahyu Suparyono pengganti Bayu Krisnamurthi sebagai Direktur Utama Perum Bulog. Kita tidak tahu dengan pasti, mengapa Bayu dilengserkan dari Dirut Perum Bulog dan diganti oleh Wahyu Suparyono ? Yang jelas di medsos, pencopotan Dirut Perum Bulog ada kaitan dengan demurrage impor beras yang ditengarai merugikan negara sebesar ratusan milyar rupiah.

Di sisi lain, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo buka suara soal penggantian Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Bayu Krisnamurthi. Dia mengatakan penggantian itu merupakan bagian dari rencana penguatan peran Bulog ke depannya. Penyegaran saja, kan Bulog mau diperkuat fungsinya ke depan.
Wamen BUMN sendiri, belum menjelaskan lebih jauh mengenai rencana penguatan peran Bulog tersebut.

Sebagai Dirut Perum Bulog baru,
Wahyu mengatakan akan melanjutkan program yang telah berjalan terlebih dahulu. Dia berkomitmen akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi perberasan. Harus ada kemampuan, kita harus all out, sebagai penyedia beras dan pangan pokok kita harus terlibat, kita harus serius. Saya akan turun lapangan, saya akan tugaskan lini direksi untuk bisa mengefektifkan betul, saya tidak bisa model-model duduk di tempat.

Pernyataan Dirut Perum Bulog diatas, betul-betul sangat menggugah, khususnya sebagai “warning” bagi mereka yang diberi kepercayaan untuk menjadi penentu kebijakan di negeri ini. Seorang pejabat publik, memang harus turun langsung ke lapangan. Dirinya, perlu berbincang dengan masyarakat. Tidak jamannya lagi hanya duduk manis di belakang meja.

Sebagai “orang lama” yang terasah di Perum Bulog. Wahyu Suparyono tahu persis, penugasan Menteri BUMN untuk kembali ke Perum Bulog untuk menjadi orang nomor 1 di BUMN tersebut, betul-betul memberi nilai tersendiri bagi perkembangan dan perjalanan Perum Bulog ke depan. Pengalaman menjadi Direktur SDM dan Direktur Operasional Perum Bulog membuat Dirut baru Perum Bulog terkesan cukup mumpuni untuk memimpin operator psngan in.

Kita berharap, seabreg pengalamsn Wahyu Suparyono yang malang melintang di dunia perusahaan plat merah selama ini, akan mampu memberi angin segar bagi Perum Bulog ke depan. Terlebih jika Perum Bulog akan diberi penugasan baru yang lebih menantang dalam mengarungi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Terlepas dari belum optimalnya peran bisnis yang diemban Perum Bulog sebagai BUMN, namun harus dipahami, kehadiran dan kepiawaiannya dalam melaksanakan penugasan “social responsibility”nya, benar-benar patut diberi acungan jempol. Salah satunya, kisah sukses Perum Bulog dalam menyalurkan Program Bantuan Langsung Beras kepada 22 juta rumah tangga penerima manfaat.

Salah satu tujuan dilahirkannya Bulog oleh Pemerintah adalah untuk menjalin persahabatan yang erat dengan para petani. Bulog sebagai Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), betul-betul dimintakan untuk menjalin persahabatan sejati dengan petani. Bulog perlu membeli hasil panen petani dengan harga wajar dan memberi untung maksinal bagi petani.

Sebagai lembaga parastatal Bulog harus mampu menjadi pembela petani selaku produsen sekaligus pelindung masyarakat selaku konsumen. Bentuk kebijakan yang diterapkan adalah Harga Dasar (floor price) dan Harga Atap (ceiling price). Kebijakan harga yang diterapkan cukup efektip dan terasa manfaatnya. Petani tampak senang dan bergairah menggenjot produksi.

Harga Dasar ditetapkan Pemerintah agar saat panen petani tidak menjadi obyek permainan tengkulak atau bandar yang doyan menjatuhkan harga di tingkat petani. Melalui kebijakan Harga Dasar, jika harga pasar dibawah Harga Dasar, Bulog berkewajiban membeli gabah dari petani sekurang-kurangnya, sesuai dengan Harga Dasar yang ditetapkan.

Sedangkan Kebijakan Harga Atap akan diterapkan sekiranya harga beras di pasaran jauh diatas Harga Atap yang ditetapkan. Menjawab hal ini, Bulog bekerja-sama dengan Instansi terkait akan melakukan Operasi Pasar Beras, yang salah satu tujuannya untuk menurunkan kembali harga beras di pasar agar sesuai dengan yang ditetapkan.

Ya itulah Bulog masa lalu. Lantas, bagaimana kondisi Perum Bulog masa kini, khususnya setelah era Reformasi berlangsung ? Bulog pun dipaksa untuk berubah status dari LPND menjadi BUMN. Kita tidak tahu, ada kepentingan apa saat itu IMF mengusulkan agar Bulog jadi sebuah Perusahaan plat merah. Yang kita tahu, Pemerintah cukup manut terhadap usulan pihak asing tersebut.
Sejak saat itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN, tampak berbenah diri untuk menampilkan Perum Bulog sebagai Perusahaan plat merah yang perkasa dalam mengembangkan bisnis pangan di negeri ini. Sayangnya, hingga kini harapan itu belum terwujud. Perum Bulog malah lebih mengedepan dalsm menjalankan peran “social responsibility” nya.

Perum Bulog sekarang telah ditetapkan sebagsi operator pangan berdasar Perpres No.66/2021 tentang Badan Pangan Nasional. Sebagai operator, Perum Bulog dituntut untuk dapat melaksanakan titah yang menugaskannya. Badan Pangan Nasional sebagai regulator pangan, mestinya selalu mendampingi, mengawal , mengawasi dan mengamankan apa yang ditugaskan kepada Perum Bulog.

Ditunjuknya Kepala Badan Pangan Nasional sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog, tentu dilandasi niatan untuk lebih memposisikan Perum Bulog lebih profesional lagi. Sebuah kiprah yang menarik dari Lembaga Parastatal yang terjadi di Tanah Merdeka ini. (PENULIS, KETUA HARIAN DPD HKTI JAWA BARAT).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penjelasan Undip dan RSUP DR Kariadi, Setelah Akui Budaya Perundungan Terjadi di PPDS

Next Post

Kritik Jusuf Kalla terhadap Nadiem Makarim: Membedah Kelemahan Kebijakan Pendidikan

Related Posts

Feature

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026
Feature

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?
Feature

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Next Post
Apa Kata JK Soal Pernyataan Toxic LBP?

Kritik Jusuf Kalla terhadap Nadiem Makarim: Membedah Kelemahan Kebijakan Pendidikan

Palestina Duduk di Antara Negara Anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB untuk Pertama Kalinya

Palestina Duduk di Antara Negara Anggota dalam Sidang Majelis Umum PBB untuk Pertama Kalinya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Manajemen Risiko Nestlé, Risiko Kesehatan & Politik, Reputasi & Business Sustainability serta Sasaran Program MBG di Indonesia

April 26, 2026
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan di Lebanon, Indonesia Kutuk Keras

April 26, 2026
Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

Hak Cipta Jurnalistik: Pilar Perlindungan atau Belenggu bagi Literasi Publik?

April 26, 2026
Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

Aksi Massa di Kaltim: Kemewahan Pejabat dan Politik Anggaran Jadi Pemantik Kemarahan Publik

April 26, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Menjaga Langit Nusantara: Menakar Marwah Bebas Aktif di Tengah Krisis Karakter Bangsa

April 26, 2026

KSP Sentil Puan: Prabowo-Gibran Lahir dari Pelanggaran Etika

April 26, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...