Morowali – Fusilatnews – Tawuran terjadi di PT PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), Kabupaten Morowali Utara, Sulteng, Sabtu (14/1) malam, melibatkan pekerja lokal dan asing. Mengakibatkan 3 pekerja lokal dan 1 pekerja asing.tewas.
Menurut Polda Sulteng penyebab tawuran di PT GNI. dipicu aksi sweeping yang dilakukan serikat pekerja yang mogok terhadap pekerja yang menolak aksi mogok. Tawuran antara TKA dan TKI PT GNI Morowali Utara, Sulteng, ini terjadi usai berulang kali serikat pekerja yang mogok kerja melakukan penyisiran. Akibat tawuran, jatuh tiga korban jiwa, yang terdiri dari dua pekerja lokal dan satu TKA. dan tiga orang mengalami luka-laka.
“Iya ada korban meninggal 2 orang TKI dan 1 orang TKA. Kemudian ada tiga orang pekerja yang mengalami luka-luka,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto
Selanjutnya polisi menangkap sedikitnya 69 orang yang diduga melakukan provokasi dan perusakan didalam area perusahaan,
1. Kronologi tawuran
Jumat (13/1)
-Pukul 06.00 Wita
Serikat buruh demo di dua lokasi yakni di pos 4 dan pos 5 kantor PT GNI. Mereka demo dengan membawa delapan tuntutan. Pihak PT GNI menyetujui tujuh tuntutan dari delapan tuntutan aksi.
Sabtu (14/1)
-Pukul 19.40 Wita
Sebanyak 500 massa masuk ke pos 4 PT GNI. Mereka merusak dengan melempari pos area jalan masuk.
-Pukul 20.15 Wita
Massa berhasil masuk ke mes karyawan melakukan pembakaran.
Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Morowali Utara kemudian berhasil membubarkan massa pada Minggu 15 Januari 2023 sekira pukul 02.15 WITA. Situasi pun kembali kondusif dan terkendali
-Pukul 20.30 Wita
Aparat TNI-Polri datang dan berhasil memukul mundur massa.
-Pukul 20.50 Wita
Bentrok terjadi di area smelter 1 PT GNI dipicu adanya mogok kerja oleh pekerja dump truk.
Dalam bentrokan tersebut, sebanyak tiga pekerja meninggal. 1 TKA dan 2 pekerja lokal.
-Pukul 21.10 Wita
Pekerja yang bentrok berhasil dilerai dan dipukul mundur.
-Pukul 22.00 Wita
Sekitar 500 massa karyawan PT GNI melakukan pembakaran mess karyawan, 5 unit mobil loader dan 4 unit kendaraan roda 12 mobile crane juga dibakar.
-Pukul 23.50 Wita
Massa sempat bergeser ke mess PLTU tapi berhasil dihalau petugas gabungan TNI-Polri
Minggu (15/1)
-Pukul 02.00 Wita
Massa pekerja PT GNI membubarkan diri.
Polresta Gorontalo Kota telah menerjunkan personel gabungan untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan. Situasi di lokasi disebut mulai terkendali. Negosiasi dengan pekerja yang melakukan aksi mogok juga masih dilakukan.
“Untuk mengantisipasi agar kerusuhan tidak berlanjut, pembantuan dan penebalan pasukan Polri dari Brimob dan Polres Morut sudah disiagakan di lokasi,” kata Didik.
Melalui keterangan tertulis yang diunggah di situs web resminya, dikutip pada Senin 16/1 , Direksi PT GNI menerbitkan pernyataan keprihatinan atas peristiwa demonstrasi yang berakhir ricuh. “Karena tidak hanya berdampak bagi perusahaan melainkan juga bagi masyarakat sekitar,”
Perusahaan, bersama aparat penegak hukum langsung melakukan investigasi yang mendalam dan mengusut tuntas seluruh kejadian. Karena menimbulkan kerugian bagi semua pihak baik kerugian materiel, immaterial, hingga jatuhnya korban jiwa.
Selama investigasi berlangsung, perusahaan berharap agar seluruh pihak dapat menahan diri dan berpikir jernih dalam mengolah informasi yang beredar. “Khususnya mengenai pemberitaan yang simpang siur, yang berpotensi menimbulkan persepsi yang keliru atas peristiwa yang terjadi,” katanya.


























