• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Langkah Gagap Banteng Ketaton

fusilat by fusilat
October 12, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Di Hadapan Jokowi, Banteng Tidak Bergigi Lagi?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

SEJAK pecah kongsi dengan Presiden Joko Widodo, PDI Perjuangan menjadi seperti Banteng Ketaton, ungkapan dalam bahasa Jawa yang menggambarkan seekor banteng terluka yang biasanya mengamuk sejadi-jadinya.

Ya, PDIP seperti mengamuk, karena merasa dikhianati Jokowi. Dua kali maju sebagai calon walikota Surakarta, Jawa Tengah, pada Pilkada 2005 dan 2010, selalu PDIP yang mengusung Jokowi.

Maju ke Pilkada DKI Jakarta 2012 sebagai calon gubernur, PDIP pula yang mengusung Jokowi. Bahkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019, lagi-pagi PDIP yang mengusung wong Solo itu sebagai calon presiden.

Akan tetapi, ketika pada Pilpres 2024 PDIP mengusung Ganjar Pranowo-Mahfud Md sebagai capres-cawapres, Jokowi justru mendukung Prabowo Subianto yang berpasangan dengan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai capres-cawapres, dan menang. PDIP terluka. Langkah Banteng Ketaton pun menjadi gagap.

Misalnya, selain mengajukan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang akhirnya ditolak Mahkamah Konstitusi (MK), PDIP juga mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait keabsahan Gibran sebagai cawapres.

Gugatan yang teregister dengan nomor perkara 133/G/TF/2024/PTUN.JKT itu dilayangkan PDIP karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap melakukan perbuatan melawan hukum dengan menerima pencalonan Gibran.

PDIP menilai, KPU melakukan pelanggaran dengan menerbitkan Peraturan KPU yang menindaklanjuti Putusan MK No 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia calon presiden dan wakil presiden.

Sedianya, PTUN Jakarta membacakan putusan gugatan tersebut pada Kamis (10/10/2024) kemarin. Namun dengan dalih Ketua Majelis Hakim-nya sedang sakit maka pembacaan putusan ditunda menjadi Kamis (24/10/2024) mendatang.

Sementara Prabowo-Gibran akan dilantik MPR sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029 pada Ahad (20/10/2024) nanti.

Apakah gugatan PDIP akan dikabulkan PTUN Jakarta atau justru ditolak? Di sinilah mungkin alasan sesungguhnya mengapa PTUN Jakarta menunda pembacaan putusan hingga Kamis (24/10/2024) depan. PTUN tak mau menciptakan kegaduhan yang berimplikasi pada munculnya instabilitas politik dan keamanan menjelang pelantikan Prabowo-Gibran.

Sementara itu, sambil menunggu pembacaan putusan, PDIP terus menjalin komunikasi intensif dengan Prabowo Subianto, presiden terpilih di Pilpres 2024.

Dikabarkan, PDIP akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Prabowo sendiri disebut sudah menyiapkan sejumlah kursi menteri untuk PDIP.

Akan tetapi, keputusan final apakah PDIP akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang berisi tujuh partai politik pendukung Prabowo-Gibran atau tidak akan diputuskan setelah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Prabowo yang menurut rencana akan berlangsung sebelum 20 Oktober 2024.

Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda Megawati akan bertemu Prabowo. Entah kalau keduanya sudah bertemu secara diam-diam.

Yang jelas, justru Jokowi yang sudah bertemu terlebih dahulu dengan Prabowo secara eksklusif selama dua jam sambil makan malam bersama di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2024) lalu.

Pertemuan empat mata Jokowi-Prabowo itu dispekulasikan mendiskusikan formasi kabinet mendatang. Artinya, Jokowi selangkah di depan Megawati.

Apakah terkatung-katungnya rencana pertemuan Megawati-Prabowo karena adanya gugatan PDIP ke PTUN?

Kita tidak tahu pasti. Yang jelas, langkah Banteng Ketaton itu ambigu. Satu sisi menggugat keabsahan pencawapresan Gibran, sisi lain ingin masuk kabinet.

Artinya, secara hukum PDIP tidak mengakui keberadaan Gibran sebagai wapres terpilih karena pencalonannya mereka anggap tidak sah, tapi secara politik sebenarnya partai Banteng itu mengakui keberadaan bekas Walikota Surakarta itu sebagai wapres terpilih karena mau duduk di kabinet Prabowo-Gibran.

Di sinilah langkah Banteng Ketaton itu terlihat gagap. Mungkin sedang demam panggung karena mau masuk kabinet yang di dalamnya ada Gibran, putra Jokowi seteru politik PDIP dan Megawati.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perang Gaza dan Lebanon: Krisis Kemanusiaan Anak-anak Palestina yang Menggema dari Tragedi Hiroshima

Next Post

Sand Theft by Singaporean Ships in Batam

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026
Feature

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah
Feature

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026
Next Post
Pencurian Pasir oleh Kapal Singapura di Batam – Ratusan Ribu M3 Perhari

Sand Theft by Singaporean Ships in Batam

Hizbullah Serang Pemukiman Militer,  12 Tentara Israel Terbunuh

Hizbullah Serang Pemukiman Militer, 12 Tentara Israel Terbunuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Tangkap Tiyo Ardianto!
Feature

Tangkap Tiyo Ardianto!

by Karyudi Sutajah Putra
June 16, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta -  Dalam hati mungkin Tiyo Ardianto memang ingin...

Read more
Mahasiswa Memasuki Kawasan Monas Teriak Jokowi Offside

Ketika Mahasiswa Sudah Muak Lihat Pejabat Negara

June 16, 2026
Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

Idrus Marham dan Kebangkrutan Moral

June 15, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026
DPR dan BGN Belum Berubah

DPR dan BGN Belum Berubah

June 16, 2026

Ketika Organisasi Tua Masih Peduli pada Dapur Bangsa (Membaca Surat Terbuka KOSGORO tentang Makan Bergizi Gratis)

June 16, 2026
Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

Forum Sarasehan KOSGORO Sampaikan Delapan Rekomendasi Penguatan Program Makan Bergizi Gratis kepada Presiden

June 16, 2026

PRABOWO PERLU MENGUMUMKAN NATIONAL CONTINGENCY PLAN

June 16, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Repositioning IKIP in Indonesia’s Learning Ecosystem

June 16, 2026

Divided education is failing Muslim Societies

June 16, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...