• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Laut, Sang Hati yang Terluka – Masihkah Menjual Pasir Laut?

Ali Syarief by Ali Syarief
May 5, 2025
in Feature, Lingkungan Hidup
0
Tanggapan Dirjen Bea Cukai Soal Ekspor Pasir Laut
Share on FacebookShare on Twitter

Laut adalah cermin diam dari dosa manusia. Ia tak menuntut, tak membalas, hanya menyerap. Seperti hati dalam tubuh, laut menerima apa pun yang dialirkan ke dalamnya—limbah, racun, emisi. Tapi seperti hati pula, laut punya batas. Dan kini, ia tengah sekarat.

Kita sering memuja laut dari permukaannya saja. Birunya langit yang menyentuh cakrawala, desir ombak yang menenangkan jiwa. Padahal, di kedalamannya, laut sedang bergulat menahan amarah dunia. Para ilmuwan menyebutnya oceanic burden—beban berlapis-lapis yang ditumpuk manusia dari darat ke laut: karbon, plastik, logam berat, pestisida, hingga mikroba patogen hasil tumpahan limbah rumah sakit dan peternakan.

Menurut laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2023, lautan telah menyerap lebih dari 90% panas berlebih akibat perubahan iklim dan sekitar 25-30% emisi karbon dioksida (CO₂) yang kita hasilkan sejak era industri. Tanpa laut, suhu bumi saat ini bisa naik dua kali lipat lebih cepat. Tetapi, dalam keheningannya, laut sedang menjerit. Penyerapan karbon menyebabkan asamifikasi laut—penurunan pH laut yang telah jatuh dari 8,2 ke 8,1 dalam 200 tahun terakhir. Terlihat kecil, tapi bagi plankton, terumbu karang, dan makhluk laut bersel cangkang, itu adalah neraka.

Tak hanya karbon. Setiap tetes hujan yang jatuh di kota membawa serta partikel polutan dari knalpot kendaraan, limbah industri, hingga pestisida dari ladang. Semuanya mengalir melalui sungai dan bermuara di laut. Laut adalah hilir dari kesalahan kolektif umat manusia. Menurut UNEP (2021), lebih dari 80% polusi laut berasal dari aktivitas darat, dan Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, membuang sekitar 3,2 juta ton sampah plastik ke laut setiap tahunnya, dari mana 1,29 juta ton berakhir sebagai mikroplastik.

Sayangnya, tak cukup sampai di situ. Laut juga kini jadi objek eksploitasi resmi lewat kebijakan yang ironis: penambangan dan ekspor pasir laut. Pemerintah Indonesia kembali membuka keran ekspor pasir laut melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Dalihnya: untuk mengendalikan sedimentasi. Faktanya: memberi karpet merah pada pengerukan pasir besar-besaran demi keuntungan jangka pendek.

Padahal, studi oleh Center for International Forestry Research (CIFOR, 2020) menunjukkan bahwa penambangan pasir laut mengakibatkan kerusakan ekosistem pesisir, abrasi pantai, serta kehancuran terumbu karang dan habitat ikan demersal. Di Kepulauan Riau, aktivitas ini telah menyebabkan hilangnya pulau-pulau kecil, menurunnya populasi ikan, serta rusaknya mata pencaharian nelayan lokal. Laut, yang semestinya kita rawat, justru ditukar dengan kontrak ekspor yang mengeruk isi perutnya.

Bayangkan hati yang setiap hari menerima dosis racun dan ditusuk dari luar. Lama-lama, hati itu bukan lagi pemroses, tapi penyimpan racun. Dalam bahasa medis, itu disebut gagal hati. Dalam ekologi, kita menyebutnya kolaps ekosistem.

Kita seakan lupa, laut bukan hanya lanskap untuk wisata atau sumber makanan. Laut adalah penopang kehidupan. Sekitar 50-80% oksigen di bumi dihasilkan oleh fitoplankton di laut, bukan pohon. Laut juga menyerap panas, mengatur cuaca, menjadi jalur perdagangan, dan menopang ekonomi miliaran manusia. Jika laut kolaps, kita kolaps. Titik.

Dalam bahasa sederhana, jika laut adalah hati, maka kita adalah otak yang tak bijak. Kita terus-menerus mengabaikan sinyal rasa sakit yang dikirimkannya—pemutihan karang, badai tropis yang kian intens, hilangnya spesies laut, atau meningkatnya kasus keracunan merkuri di ikan konsumsi.

Tapi tidak semua sudah terlambat. Seperti tubuh yang bisa pulih jika berhenti menyakiti diri, laut pun bisa pulih. Itu jika kita cukup sadar, cukup cepat, dan cukup serius. Mengurangi emisi karbon, membersihkan aliran sungai, menghentikan ekspor pasir laut, hingga menegakkan hukum terhadap pencemar bukanlah pilihan—melainkan keharusan.

Sebab laut tak akan pernah meminta balas budi. Ia hanya ingin satu hal: berhenti disakiti. Dan kalau kita belum bisa mencintai laut, setidaknya jangan membunuhnya pelan-pelan.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Geng Motor Serang Pemukiman Warga Pakai Busur dan Petasan, Makassar Mencekam

Next Post

Israel Peringatkan akan Pembalasan setelah Serangan Houthi di Bandara: Ben Gurion

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?
Birokrasi

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit
Economy

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia
Feature

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
Next Post
Israel Peringatkan akan Pembalasan setelah Serangan Houthi di Bandara: Ben Gurion

Israel Peringatkan akan Pembalasan setelah Serangan Houthi di Bandara: Ben Gurion

Gubernur Kalimantan Tengah dan Kapolda Kecam Tindakan Melawan Hukum Atas Penyegelan Dilakukan Ormas

Gubernur Kalimantan Tengah dan Kapolda Kecam Tindakan Melawan Hukum Atas Penyegelan Dilakukan Ormas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi
News

Stigma NGO oleh Wamenham Bukti Negara Gagal Melindungi, Justru Lakukan Persekusi

by Karyudi Sutajah Putra
January 24, 2026
0

Jakarta-Fusilatnews -  - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto Sipin menyampaikan inisiasi pendanaan untuk Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) atau...

Read more
OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

OTT Madiun dan Pati: Angin Segar Kubu Pilkada oleh DPRD

January 21, 2026
LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

LBH Keadilan: Stop Kriminalisasi Warga Tangsel!

January 20, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026
Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

Akal, Rezeki, dan Kegelisahan Manusia

January 25, 2026
KETIKA PRESIDEN BICARA DENGAN MASYARAKAT

Perencanaan Tanpa Ilmu, Ambisi Tanpa Ekologi

January 25, 2026
Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

Prabowo Salah Ngitung : Mengalahkan McDonald’s, Tapi Belum Mengalahkan Gizi Buruk

January 25, 2026
Sri Lanka: Mengapa Negara ini Dalam Krisis Ekonomi?

Pelanggaran HAM: Ketika Negara Mengurangi Martabat Manusia

January 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

Siapa yang Menjaga Nunukan, hingga Bisa Masuk ke Wilayah Malaysia?

January 25, 2026
Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

Judul Proyeknya Food Estate — Panennya Kelapa Sawit

January 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...