Ganjar Pranowo diklaim unggul di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, Prabowo menguasai Jawa Barat dan Banten, sedangkan Anies yang merupakan mantan gubernur DKI Jakarta unggul di ibu kota.
Jakarta – Fusilatnews – Dikutip dari Harian Kompas edisi Senin (21/8), hasil survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 27 Juli-7 Agustus 2023 menghasilkan klaim kompas bahwa bakal calon Presiden usungan Partai Demokras Indonesia Perjuangan unggul di Jawa sedangkan Prabowo unggul di luar Jawa
“Wilayah Pulau Jawa cenderung masih dikuasai Ganjar dengan dukungan saat ini 39,6 persen suara pada skema tiga calon, sementara Prabowo 28,8 persen dan Anies 16,7 persen,” klaim Litbang Kompas
Berdasarkan survei, Ganjar diklaim tercatat menguasai Jawa Tengah dengan persentase paling tinggi, yakni mencapai 62 persen.
Ganjar Pranowo diklaim unggul di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, Prabowo menguasai Jawa Barat dan Banten, sedangkan Anies yang merupakan mantan gubernur DKI Jakarta unggul di ibu kota.
Jika diklaim Ganjar menguasai Pulau Jawa, elektabilitas Prabowo diklaim cenderung unggul di luar Jawa. “Untuk luar Jawa cenderung dikuasai Prabowo dengan klaim persentase 34,7 persen, sementara Ganjar 27 persen dan Anies 22,3 persen.
Suara Prabowo di luar Jawa cenderung naik dari sebelumnya 29,3 persen,” klaim Litbang Kompas.
Di luar Jawa, Prabowo diklaim unggul di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Klaim terhadap elektabilitas Prabowo pada posisi tertinggi di sejumlah provinsi, yakni Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Selatan, dan Nusa Tenggara.
Ganjar diklaim mendapat suara signifikan si provinsi Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Tengah.
Sedangkan Anies diklaim memiliki basis suara yang kuat di Aceh, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Pegunungan. Survei ini dilakukan dengan tatap muka pada 27 Juli-7 Agustus 2023, melibatkan 1.364 responden di 38 provinsi yang tersebar di 331 desa/kelurahan di Indonesia, dengan margin of error +/- 2,65 persen.






















