• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Longspan LRT Jabodetabek, Awalnya Dipuji, Kini Dituding Salah Disain

Redaktur Senior 03 by Redaktur Senior 03
August 4, 2023
in Feature
0
Longspan LRT Jabodetabek, Awalnya Dipuji, Kini Dituding Salah Disain

Longspan LRT Jabodebek Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya ada rencana dipasang pier (tiang jembatan) di tengah, Tapi tidak memungkinkan karena ruang yang tersedia terlalu sempit. Secara estetika, kata dia, pier di tengah jembatan juga kurang bagus.  “Secara pelaksanaan pun sangat sulit dan butuh waktu lama karena sudah banyak konstruksi terbangun di sana,” kata Profesor Iswandi, 

Jakarta – Fusilatnews – Jembatan lengkung bentang panjang atau longspan di lintasan Kereta Lintas Rel Terpadu atau light rail transit (LRT ) Jabodetabek yang membentang di persimpangan Jalan HR Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, awalnya menuai banyak pujian tapi setelah dilakukan uji coba dan LRT mulai memasuki tahap operasi komersial ditemukan kesalahan pada disain karena kereta tak mungkin melaju dengan kecepatan tinggi

Ahli jembatan dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) Iswandi Imran, salah satu yang pernah memaparkan keistimewaannya. Jembatan dengan bentang panjang itu dinilai tidak sederhana karena bentuknya sangat lengkung.

Awalnya ada rencana dipasang pier (tiang jembatan) di tengah, Tapi tidak memungkinkan karena ruang yang tersedia terlalu sempit. Secara estetika, kata dia, pier di tengah jembatan juga kurang bagus.  

“Secara pelaksanaan pun sangat sulit dan butuh waktu lama karena sudah banyak konstruksi terbangun di sana,” kata Profesor Iswandi, 

Lokasi pendirian jembatan itu relatif kompleks. Di bawah ada underpass, ada jalan at grade di atasnya, kemudian ada flyover.

“Kalau kita mau lakukan sesuatu (pasang tiang) di tengah pasti nggak sederhana banget dan mungkin butuh waktu yang malah lebih panjang lagi,” kata guru besar di Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur ITB itu. Sementara waktu pembangunan terbatas.

Disamping itu, selama pembangunan jembatan, tidak sampai menutup ruas jalan di bawahnya. Konsep pembuatan jembatannya memakai balanced cantilever yang dicor secara bertahap.

“Namun sebenarnya tidak otomatis bersifat balanced, karena bentuknya yang sangat lengkung,” kata Iswandi.

Tanpa pier di tengah jembatan pun kata dia, tetap ada kesulitan karena bentuk jembatan yang sangat lengkung.

“Kalau bentuk (jembatan) lurus sih sudah umum tapi bentuk lengkung ini sangat khusus,” katanya. Bentuk kelengkungan jembatan yang besar membuat perhitungannya tidak sederhana. Pelaksanaannya juga sulit karena ada gaya-gaya yang harus diantisipasi saat pembangunan hingga beroperasi nantinya.

Bagi kalangan insinyur, kata Iswandi, jembatan lengkung LRT Jabodebek ini ikonik. “Karena mereka paham betapa sulitnya jembatan ini untuk dirancang dan dibangun.”

Pembangunan jembatan itu dilakukan oleh kontraktor PT Adhi Karya (Persero) Tbk. hasil rancangan Arvila Delitriana alias Dina, lulusan S1 dari Teknik Sipil dan S2 Geoteknik ITB 2003. Karya jembatan itu menuai pujian dari Presiden Joko Widodo juga beberapa menterinya

Meskipun dulu banyak yang memuji, longspan itu kini menuai kritik. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga belakangan menjelaskan longspan di lintasan LRT Jabodebek yang disebut-sebut salah desain.

Soal itu, Arya membeberkan, longspan di lintasan LRT Jabodebek yang tanpa tiang memang mengharuskan kereta bergerak lebih lambat. Hal tersebut dinilai sebagai pilihan tepat, baik dari sisi ekonomi maupun konstruksi.

longspan yang panjang tanpa tiang tambahan akan membuat LRT jauh lebih efisien. Lintasan tanpa tiang itu lah yang membuatnya lebih efisien. Walaupun pada akhirnya, ada konsekuensi dari efisiensi yakni jalan kereta menjadi agak lambat.

“Dari sisi ekonomi, ini pun lebih ekonomis dibandingkan harus bangun tiang. Ataupun memperbesar ruang bagi LRT,” kata stafsus Erick Thohir tersebut dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, (3/8)

Adapun dari sisi waktu, menurut Arya, dampaknya tidak akan begitu banyak. “Karena toh tidak terlalu panjang longspan tersebut. Jadi dari sisi waktu tidak merugikan. Dan jika membangun tiang-tiang di tengah, maka akan jauh lebih mahal,” tuturnya.

Sebelumnya, kritik soal pembangunan longspan itu disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam sebuah acara. Dia menyebutkan bahwa jembatan itu salah desain, karena tidak dites sudut kemiringannya sehingga ketika kereta melintas tidak bisa melaju dengan kecepatan tinggi.

Menanggapi tudingan bahwa longspan salah disain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membantah jembatan lengkung bentang panjang (longspan) LRT Jabodebek di Gatot Subroto-Kuningan yang disebut salah desain. Menurutnya, justru desain itu tidak salah.

Menurutnya, longspan Kuningan adalah hasil desain yang mengikuti kondisi yang ada. Dia mengatakan desain yang ada memang tidak sepenuhnya maksimum, namun desain yang ada itu dinilai sudah optimum. Longspan Kuningan menurutnya merupakan desain yang menjadi solusi pada kondisi yang ada di lapangan.

“Saya nggak mau ngomong salah dan benar, tetapi ini adalah suatu kelaziman bahwa pada satu tikungan harus ada solusi. Coba bayangin kalau di tengah-tengahnya ada kolom, atau dibikin segi empat, suruh berhenti. Ya itu solusi desain yang optimum, tapi memang saya nggak akan katakan itu maksimum. Jadi kalau saya, saya bisa katakan tidak salah, itu adalah solusi desain,” beber Budi Karya ditemui di Kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (3/8)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Indikator Politik Indonesia Klaim Prabowo Ungguli Anies di Sumatera Barat

Next Post

Meski Dikondisikan oleh Pendukungnya, Jokowi Dipastikan Tak Laporkan Rocky Gerung Ke Polisi

Redaktur Senior 03

Redaktur Senior 03

Related Posts

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?
Birokrasi

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026
Feature

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026
Feature

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026
Next Post
Jokowi Bilang Hal Kecil, PDIP Tak Terima Laporkan Rocky Gerung ke Bareskrim

Meski Dikondisikan oleh Pendukungnya, Jokowi Dipastikan Tak Laporkan Rocky Gerung Ke Polisi

Penjelasan Pemerintah Terkait Pemberian Gelar Kehormatan Kepada Presiden FIFA

Penjelasan Pemerintah Terkait Pemberian Gelar Kehormatan Kepada Presiden FIFA

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?
Law

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

by fusilat
April 24, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Masyarakat tengah menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review (uji materiil) Undang-Undang (UU) No. 34 Tahun 2004...

Read more
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

KETIKA PENDAMAI DITUDUH MENISTA AGAMA

April 24, 2026

Kabar dari Gedung Parlemen: Kapan KTP Naik Pamor?

April 24, 2026
Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

Memperluas Koter, Mempersempit Ruang Sipil

April 24, 2026
Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

Birutė Galdikas dan Cara Ia Membaca Indonesia (Sebuah Catatan Personal)

April 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

Logika Tol di Laut Bebas: Kebijakan atau Kecanggungan?

April 24, 2026

Perang, Kepentingan Global, dan Harapan Kemerdekaan Palestina

April 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist