Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengklaim capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berpeluang memenangkan pilpres untuk wilayah Provinsi Sumatra Barat untuk tiga kali secara beruntun alias hattrick. Indikator Politik merilis klaim terbarunya dari serangkaian survei yang dilakukannya. survei terbaru dengan klaim elektabilitas Anies Baswedan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) disalip oleh Prabowo Subianto.
Namun, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Sumbar, Fadly Amran, menanggapi santai hasil survei tersebut.
“Gerakan yang kita bangun di Sumatera Barat ini adalah untuk menggaungkan nama Pak Anies Baswedan. Kita semua akan bekerja keras,” kata Fadly di Kantor DPW Nasdem Sumbar di Padang, Kamis (3/8/).
Wali Kota Padang Panjang itu menyebut akhir pekan ini mereka akan melaksanakan peresmian kantor baru DPW Nasdem Sumbar dan pembekalan para caleg yang akan dihadiri oleh Anies Baswedan.
Seluruh kader Nasdem dan relawan Anies, akan terus berkoordinasi dan berjibaku untuk meyakinkan masyarakat Sumbar untuk bersama-sama memenangkan Anies pada Pilpres 2024 nanti.
Peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengklaim capres dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berpeluang memenangkan pilpres untuk wilayah Provinsi Sumatra Barat untuk tiga kali secara beruntun alias hattrick. Survei yang ia lakukan pada Juli 2023 ini, elektabilitas Prabowo berada di peringkat teratas dengan angka 48,0 persen. Elektabilitas Prabowo unggul dari capres yang diusung Koalisi Perubahan, Anies Baswedan yang hanya memperoleh 39,5 persen dan capres dari PDIP, Ganjar Pranowo, yang hanya meraih 6,2 persen.
“Bila pemilihan presiden dilakukan saat ini, yang akan dipilih oleh masyarakat Sumatra Barat adalah Prabowo Subianto,” klaim Burhanuddin, melalui rilis survei yang dilakukan secara daring, Kamis (3/8/).
Padahal pada survei yang dilakukan Indikator Politik pada Januari 2023 lalu, elektabilitas Anies di Sumbar berada di posisi teratas dengan angka 49,6 persen. Unggul dari Prabowo yang mencapai angka 33,9 persen dan Ganjar Pranowo yang hanya 7,7 persen.
Perlu diketahui serangkaian survei yang dilaksanakn dengan frekwensi tinggi dalam 6 bulan terakhir menciptakan tanda tanya tentang siapa dibalik pembiayaan survei yang sangat mahal iuntuk setiap survei mereka.
Disamping itu hasil survei yang dilaksanakan oleh berbagai lembaga survei di Indonesia termasuk hasil survei Indikator Politik Indonesia juga seringkali secara empiris tidak akurat.
hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei di Indonesia termasuk Indikator Politik sifatnya hanya klaim karena tingkat akurasi secara empiris diragukan.
Sebagai bukti hasil survei Indikator Politik dalam survei- surveinya pada pilgub DKI 2017 selalu memenangkan Ahok tapi fakta hasil real count KPUD DKI Jakarta menghasilkan kemenangan telak untuk Anies.























