Dengan Kalimatun sawa / Sesuatu hal perbedaan Ham yang bisa dikerjasamakan bukan aqidah, seperti niaga, Olah raga, maka Kampanye Politik tinggi / akademis non pragmatis boleh di rumah ibadah seperti di Musola Greja, Klenteng, Vihara sebagai ejawantah Pemilu RI 2024 via Demokrasi Prosedural Lustrum / tiap 5 tahun untuk memilih Presiden ber Ijazah asli dengan Jurdil / Jujur Adil dan Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) merupakan Perjanjian luhur yang tak boleh dilanggar dengan perpanjangan jabatan Presiden 3 priode mengancam Check and Balance.
Contohnya NAD pada tahun 1930 ingin punya negara sendiri karna memiliki obsesi bersama RI maka kalimatun sawa nya melawan agama penjajah Belanda.
Kita harus hormati Capres dan Presiden terpilih siapapun, bila mengingkarinye berarti Bughot,
di zaman Orba ada Capres Gender Berar Fathia dan mimpi Judil Herry sudah Uraa malah dianggap gila.
Bila ada kecurangan Rezem yang dikritisi Oposan bisa diadili Bawaslu, PTUN dan MK sebagai wujud dari RI negara hukum bukan hakim.
Pemilu zaman Reformasi lebih baik dari Orba karna Kemenangan tak lagi ditentukan LPU (Lembaga Pemilu) / Kejakgung.
Yang tak bisa dibawa ke pengadilan agama / pengadilan militer, misalnya ketika Petugas hisab suara Pemilu tak solat.
Kecurangan kini antar parpol, bukan lagi ABG (ABRI, Birokrat, Golkar) seperti Survey Harmoko dibengkulu tentukan suara Golkar menang pra pemilu.
Demokrasi RI dipilih dari BPUPKI sebagai pendiri RI tanpa Notaris yang saat itu ada aspirasi monarkhi, Republik, akhirnya Voting 55 pilih demokrasi sisanya 6 pilih kerajaan, 1 abstein.
Perdebatan lagi memilih bentuk negara antara Federal dan kesatuan akhirnya terpilih NKRI gagasan M Natsir.
Agama berperan bereskan agama karna RI bukan negara agama kecuali nasionalis religius dan Untuk tegakan Akhlaq maka Negara dan Agama integral dengan Nasionalis dan Religius.
Kendati Islam terus mengalami ujian Islamo pobia, namun di RI Agama yang kecil jangan takut dengan mayoritas Islam.
Karna keyakinan itu tak bisa dipaksakan kecuali peran kemanusiaan.
Agama bisa bertoleransi kecuali mungkin salah tafsir dalam menolak chaos.
Islam dan kebangsaan cair mampu ciptakan Kedamaian sebagai syarat mutlak pembangunan dan yakusa / Yaqin usaha untuk mencapai tujuan, sehingga saya yang sipil bisa jadi Mentri menkopol hukham yang juga peduli dengan konflik agama.
Demikian sambutan Menkopolhukam Prof DR Mahfuz MD pada Simposium Nasional ” Kedamaian berbangsa menuju Pemilu 2024 tanpa Politisasi Agama ‘ oleh Baitul Muslimin Indonesya Pimpinan Prof Hamka Haq di Sekolah Politik Markaz PDIP jalan Lenteng Agung, Jakarta, 21 Mart 2023 siang.
Senior Exponen Alumni HMI Independen di PDIP antara lain Judil Herry, Mukhlis Patahna, Normansyah Tanjung dan yang hadir di acara Simposium Bamusi (Baitul Muslimin Indonesya) ini Atho Ismail, Faisal Jolong, Nuhung, Zainudin, Ema, Rusli, Reza Zulkifli, Ajeng, Imam UI, Idrus Hadado MPO.
Pantauan wartawan yang sering liput MUI berupaya berantas Aliran sesat justru di PDIP subur. * Mahdi





















